Menko PMK Soroti 21 Ribu Kasus Kekerasan terhadap Anak, Jadi Indikator GERNAS RANA

Pratikno menyoroti sekitar 21 ribu kasus kekerasan terhadap anak. Penurunan angka tersebut menjadi indikator keberhasilan GERNAS RANA.

Diterbitkan 04 Agustus 2026, 20:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyoroti angka kekerasan terhadap anak yang masih tinggi.

Dia menyebut penurunan angka kekerasan menjadi indikator keberhasilan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (GERNAS RANA).

Hal itu disampaikan Pratikno saat Media Gathering GERNAS RANA di Press Room Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Pratikno menyebut ada sekitar 21 ribu kasus kekerasan terhadap anak. Menurutnya, angka tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

“Indikator kita adalah menurunnya angka kekerasan. Itu indikator yang paling mudah untuk dilihat,” ujar Pratikno.Dia menjelaskan kekerasan terhadap anak dapat terjadi di berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital.

Karena itu, Pratikno menilai upaya menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah. Menurutnya, aparat pemerintah di daerah menjadi salah satu instrumen penting dalam menjalankan gerakan tersebut.

Pemerintah juga telah melakukan konsolidasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendorong penerapan aturan yang telah berlaku di daerah.

“Kami sudah mengkonsolidasikan dengan Kemendagri, sudah banyak edaran dan aturan yang berlaku ke daerah-daerah di seluruh Indonesia,” kata Pratikno.

Tak Ada Edaran Baru

Pratikno menegaskan pemerintah tidak menambah edaran baru untuk pelaksanaan GERNAS RANA. Pemerintah memilih memanfaatkan aturan dan edaran yang substansinya telah berlaku di daerah.

Koordinasi dengan pemerintah daerah juga dilakukan melalui forum yang digelar setiap Senin. Dalam forum tersebut, Menteri Dalam Negeri mengundang kepala daerah seluruh Indonesia untuk melakukan koordinasi.

Melalui forum itu, pemerintah terus berkomunikasi, mengingatkan, dan mendorong partisipasi kepala daerah dalam mewujudkan ruang aman dan nyaman bagi anak.

Pratikno menegaskan upaya tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di lingkungan keluarga dan satuan pendidikan, tetapi juga di ruang publik dan ruang digital.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6