Kepala BGN Sudaryono: Saya dan Keluarga Tidak Punya SPPG

Sudaryono tegaskan dirinya dan keluarga tak memiliki SPPG atau dapur umum program MBG.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 16:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Sudaryono dilantik Kepala BGN, membantah kepemilikan dapur umum MBG oleh dirinya/keluarga.
  • Ia berkomitmen menjalankan program bersih, amanah, dan tanpa toleransi korupsi.
  • Sudaryono siap menerima masukan dan laporan kejanggalan dari masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (22/7/2026). sudaryono menegaskan dirinya dan keluarga tak memiliki maupun mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Enggak ada. Enggak ada dan saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur. Tidak ada keluarga saya yang punya dapur dan sebagainya," kata Sudaryono usai dilantik menjadi kepala bgn di Istana Negara Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dia meminta dukungan semua pihak agar BGN maupun SPPG dapat menjalankan program MBG dengan maksimal serta memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sudaryono menegaskan dirinya akan menjalankan tugas dengan sebaik mungkin dan tak akan menoleransi praktik korupsi

"Doakan kami semua untuk bisa amanah dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya, zero toleransi untuk praktik-praktik korupsi dan hengki-pengki dan copet-copetan sebagaimana barangkali ini yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.

"Saya di sini meyakinkan bahwa yakinlah bahwa saya di detik ini berkomitmen untuk kemudian kita kerja dengan sebaik-baiknya dan sebersih-bersihnya," sambung Sudaryono.

 

Dengar Masukan

Sudaryono memastikan akan lebih banyak mendengar masukan dari semua pihak untuk perbaikan pelaksanaan MBG. Dia juga mempersilakan masyarakat menyampaikan apabila menemukan hal-hal janggal dalam pelaksanaan program MBG.

"Ada barangkali ditemukan hal-hal yang janggal, ada ide-ide baru dan lain-lain kami siap untuk menerima masukan dan menjadi bahan pertimbangan untuk kami mengambil sebuah keputusan," jelas Sudaryono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6