Prabowo: Ancaman Tak Hanya Datang dari Senjata, TNI-Polri Harus Kuasai AI

Presiden Prabowo mengatakan, dunia saat ini berubah dengan sangat cepat sehingga persaingan antarnegara semakin ketat.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 12:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo: Ancaman negara kini meluas, termasuk siber, informasi, dan kejahatan lintas negara.
  • Indonesia harus kuat dan mandiri di pangan, energi, teknologi, serta pertahanan.
  • Perwira TNI-Polri harus kuasai AI, siber, teknologi nirawak, bahasa asing, dan karakter.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan dunia saat ini berubah dengan sangat cepat sehingga persaingan antarnegara semakin ketat. Menurutnya, ancaman terhadap sebuah negara tidak lagi hanya datang melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui perang siber, perang informasi, hingga kejahatan lintas negara.

"Saat ini dunia sedang berubah dengan sangat cepat. Persaingan antarnegara semakin ketat. Ancaman tidak lagi hanya datang dari senjata," kata Prabowo saat melantik 1.177 perwira remaja TNI-Polri di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

"Ancaman datang melalui perang siber, perang informasi, narkotika, penyelundupan, kejahatan lintas negara, dan upaya melemahkan bangsa melalui infiltrasi budaya," sambungnya.

Karena itu, Prabowo menekankan pentingnya membangun Indonesia sebagai negara yang kuat dan mandiri, baik di bidang pangan, energi, teknologi, industri pertahanan, maupun ilmu pengetahuan.

Ia juga meminta para perwira remaja TNI-Polri membekali diri dengan kemampuan di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sistem siber, teknologi nirawak, serta penguasaan bahasa asing.

"Saudara-saudara sebagai generasi penerus adalah garda terdepan untuk meraih cita-cita kita, menjaga bangsa dan negara. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kuasai kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi nirawak, dan bahasa asing," jelasnya.

"Perwira masa depan harus unggul dalam karakter, disiplin, kepemimpinan, dan penguasaan sains dan teknologi," sambung Prabowo.

Selain penguasaan teknologi, Prabowo juga mengingatkan para perwira remaja TNI-Polri untuk senantiasa setia kepada bangsa dan negara, mengabdi kepada rakyat, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

"Jangan pernah kecewakan kepercayaan ini. Berjuanglah dengan keberanian, memimpinlah dengan keteladanan. Pemimpin memimpin dari depan, memimpin dengan contoh. Berbakti, mengabdi dengan tulus dan ikhlas," pungkas Prabowo.

 

Lantik 1.177 Perwira Remaja TNI-Polri

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik 1.177 perwira remaja TNI dan Polri lulusan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2026 dalam upacara Prasetya Perwira yang digelar di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 69/TNI/2026 dan Keppres Nomor 70/Polri/2026 tentang Pengangkatan Taruna dan Taruni Akademi TNI serta Akademi Kepolisian menjadi Perwira TNI dan Perwira Polri.

Dalam upacara tersebut, Prabowo menyematkan tanda pangkat kepada empat lulusan terbaik TNI-Polri Tahun 2026 sekaligus memimpin pengambilan sumpah para perwira.

Dari total 1.177 perwira yang dilantik, sebanyak 512 orang berasal dari TNI Angkatan Darat (AD), 229 orang dari TNI Angkatan Laut (AL), 154 orang dari TNI Angkatan Udara (AU), dan 282 orang dari Polri.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga menyerahkan penghargaan Adhi Makayasa kepada lulusan terbaik dari masing-masing akademi.

Penerima penghargaan Adhi Makayasa Tahun 2026 yakni:

1.  Akademi Militer: Letnan Dua Calvin Tidar Sakti

2. Akademi Angkatan Laut: Letnan Dua M. Rizqi Wira Utama

3. Akademi Angkatan Udara: Letnan Dua Yehezkiel Bonaventura

4. Akademi Kepolisian: Inspektur Polisi Dua Harindra Arshando.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6