Pramono Buka Sejumlah Program untuk Anak Jakarta, Apa Dampaknya?

Pramono Anung menegaskan komitmen memperkuat perlindungan anak melalui berbagai program pendidikan, ruang publik, dan layanan perlindungan.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 14:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI Jakarta berkomitmen menjadikan Jakarta kota ramah dan layak anak.
  • Jakarta konsisten meraih predikat Provinsi Layak Anak sejak 2022 dengan berbagai program.
  • LPAI mengapresiasi Pemprov DKI dan menganugerahi Pramono penghargaan Gubernur Sahabat Anak.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan komitmennya mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah anak dengan memperkuat perlindungan serta meningkatkan kesejahteraan anak melalui berbagai program yang telah dan akan dijalankan.

"Pemerintah DKI Jakarta akan terus memastikan Jakarta benar-benar menjadi provinsi yang ramah anak. Sejak 2022, Jakarta merupakan salah satu provinsi yang secara konsisten meraih predikat Provinsi Layak Anak," kata Pramono saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Senin.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengapresiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan peringatan HAN tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Peringatan HAN 2026 diisi dengan berbagai permainan tradisional dan perlombaan bertajuk "Bermain Gembira" yang mengajak anak-anak belajar nilai kejujuran, sportivitas, gotong royong, kreativitas, serta semangat bangkit setelah menghadapi kegagalan.

Kegiatan tersebut selaras dengan tema Hari Anak Nasional 2026, yakni "Lindungi dan Wujudkan Generasi Tangguh Berdaya", yang menekankan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai fondasi masa depan bangsa, termasuk dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

 

 

Perkuat Kebijakan Berpihak pada Anak

Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat kebijakan yang berpihak kepada anak.

Sejumlah program yang telah dijalankan antara lain penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Program Pemutihan Ijazah, Wajib Belajar 13 Tahun, Program Sekolah Swasta Gratis di 103 sekolah, pembangunan 324 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), hingga penyediaan layanan day care dan Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak yang beroperasi selama 24 jam.

"Untuk anak-anak yang tinggal di Jakarta, sebagai kota ramah anak, saya berharap manfaatkan kesempatan untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Jika ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Pemprov DKI Jakarta membuka ruang seluas-luasnya melalui berbagai program bantuan pendidikan," ujar Pramono.

Dukunga Pemenuhan Hak Anak

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menilai Pemprov DKI Jakarta konsisten menghadirkan kebijakan yang mendukung pemenuhan hak anak.

"Kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemprov DKI Jakarta karena berbagai kebijakannya benar-benar berpihak pada kepentingan terbaik anak serta menciptakan suasana yang mendukung pemenuhan hak anak secara optimal," kata Seto.

Pada peringatan tersebut, LPAI juga menganugerahkan penghargaan Gubernur Sahabat Anak kepada Pramono Anung sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak di Jakarta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6