Pramono Kaji CFD Jakarta 2 Kali Sepekan

Usulan tersebut masih dalam tahap pendalaman dan kajian, termasuk dengan meminta masukan dari masyarakat.

Diterbitkan 14 September 2026, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemprov DKI Jakarta masih kaji usulan CFD dua kali seminggu.
  • Kajian mempertimbangkan dampak penutupan jalan dan masukan warga.
  • Keputusan akan diambil setelah pendalaman selesai, hindari masalah baru.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum memutuskan pelaksanaan Car Free Day (CFD) dua kali dalam sepekan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pendalaman dan kajian, termasuk dengan meminta masukan dari masyarakat.

Pramono mengatakan Pemprov DKI tidak ingin terburu-buru menetapkan kebijakan tersebut. Menurutnya, penambahan frekuensi CFD perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap warga, terutama karena pelaksanaannya akan berimbas pada penutupan sejumlah ruas jalan.

“Car Free Day memang di Jakarta ini hampir di semua kota ada. Tetapi yang selalu menjadi pertanyaan dasar adalah di Sudirman, Thamrin, dan Rasuna Said,” kata Pramono di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Pramono mengatakan telah meminta jajarannya untuk mendalami usulan pelaksanaan CFD menjadi dua hari dalam sepekan. Kajian tersebut akan menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan akhir diambil.

“Karena ini saya tidak ingin terlalu buru-buru, maka saya minta sekarang ini didalami, dipelajari apa yang menjadi usulan untuk dua hari, dan juga tentunya kita tanyakan kepada warga,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, penambahan frekuensi CFD di ibu kota dapat diarahkan untuk mendukung aktivitas olahraga dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, kebijakan tersebut juga harus memperhitungkan konsekuensi penutupan ruas jalan.

 

Jangan Sampai Jadi Persoalan Baru

Pramono mengingatkan agar upaya meningkatkan kesehatan masyarakat melalui CFD tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi warga yang membutuhkan akses jalan.

“Jangan sampai keinginannya untuk membuat warga sehat ternyata malah membuat warga tidak sehat karena harus menanggung beban yang apa, jalan yang ditutup dan sebagainya dan sebagainya,” kata dia.

Pramono memastikan keputusan mengenai penambahan hari CFD akan diambil setelah proses pendalaman dan kajian selesai.

“Sehingga dengan demikian pasti kami akan putuskan pada saat yang tepat,” tandas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6