2.026 Ijazah SD–SMK di Jakarta Diputihkan pada Hardiknas 2026

Kebijakan ini tidak sekadar bersifat administratif, tetapi memiliki dampak sosial yang luas bagi masyarakat.

Diterbitkan 04 Mei 2026, 09:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemprov DKI Jakarta memutihkan 2.026 ijazah tahap pertama 2026 dengan anggaran hampir Rp 4 miliar.
  • Program pemutihan ijazah bertujuan mengembalikan martabat dan membuka kesempatan pendidikan/kerja.
  • DKI Jakarta juga melepas 561 alumni SMK ke luar negeri, menunjukkan daya saing global lulusan vokasi.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutihkan 2.026 ijazah peserta didik pada tahap pertama tahun 2026 melalui program pemutihan ijazah yang bekerja sama dengan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta. Program ini digulirkan dengan total anggaran hampir Rp 4 miliar.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam sambutannya di upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5/2026).

“Pada tahun 2026 tahap pertama, akan dibagikan ijazah kepada 2.026 peserta didik mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dengan total anggaran sebesar hampir Rp 4 miliar rupiah,” kata Rano.

Menurutnya, kebijakan ini tidak sekadar bersifat administratif, tetapi memiliki dampak sosial yang luas bagi masyarakat. Dia berujar, kebijakan ini diperuntukkan untuk membuka akses kesetaraan bagi peserta didik.

“Ini bukan sekadar pembagian dokumen; ini adalah pengembalian martabat, harga diri. Ini adalah pembukaan kembali pintu kesempatan,” katanya.

Rano menyampaikan, ijazah menjadi kunci penting bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup, baik melalui pekerjaan maupun pendidikan lanjutan.

“Sebab bagi orang, selembar ijazah bukan hanya kertas, ia adalah kunci untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, mengangkat keluarga, dan menatap masa depan dengan kepala tegak,” ucapnya.

Dia menambahkan, program ini juga bertujuan menghidupkan kembali harapan warga yang sempat tertunda akibat berbagai kendala.

“Kita ingin mengatakan kepada mereka yang sempat tertunda langkahnya, hari ini pintu itu dibuka kembali. Beban masa lalu kita ringankan, mimpi yang sempat terhenti kita hidupkan kembali,” tutur Rano.

Pendidikan Vokasi

Selain pemutihan ijazah, Pemprov DKI Jakarta juga mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui pelepasan ratusan lulusan SMK ke luar negeri.

“Kedua, pada hari ini kita melepas 561 alumni SMK di Jakarta yang siap bekerja menuju Jepang, Malaysia, dan Jerman,” kata Rano.

Dia menyebut, langkah tersebut menjadi bukti bahwa lulusan vokasi Jakarta mampu bersaing di tingkat global.

“Inilah wajah baru pendidikan vokasi Jakarta. Inilah semangat SMK Naik Kelas, Alumni Mendunia. Anak-anak SMK Jakarta bukan hanya siap masuk dunia kerja, tetapi siap berdiri sejajar di panggung global,” ujar dia.

Rano juga berpesan agar para lulusan yang dikirim ke luar negeri menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri.

“Anak-anakku yang berangkat, bawalah nama Jakarta dengan bangga, bekerjalah dengan jujur, belajarlah dengan rendah hati. Tunjukkan bahwa kalian bukan hanya tenaga terampil, tetapi duta karakter Indonesia: disiplin, santun, tangguh, dan bermartabat,” tandas Rano.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6