Sukses

`Pejuang Anti Miras` Terjun ke Sekolah-sekolah

Aksi penolakan peredaran minuman keras meluas. Gerakan Nasional Anti Miras akan menurunkan 43 orang yang mereka sebut sebagai Pejuang Anti Miras ke sekolah-sekolah tiap bulan di seluruh Indonesia.

Mereka bertugas mensosialisasikan bahaya miras kepada generasi muda. Tidak hanya itu, mereka juga akan melakukan konvoi ke mini market dan warung yang menjual miras dengan bebas.

Mereka meminta kepada pemilik mini market ataupun warung untuk tidak menjual minuman beralkohol kepada para remaja usia 21 tahun ke bawah. Sebab, menurut informasi yang dihimpun, pengonsumsi miras usia dewasa sulit untuk ditangani. Maka, yang harus dijaga sejak dini adalah para generasi muda Indonesia.

"Yang di atas udah terkontaminasi. Jadi kita fokus ke yang belum kena, yaitu remaja. Di Amerika Serikat saja biar tampangnya tua, kalau mau beli miras pasti selalu diminta KTP-nya. Di sini? Siapa saja bisa beli," ujar Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras, Fahira Fahmi Idris, di tengah aksinya di Bundaran HI, Minggu (7/7/2013).

Gerakan Anti Miras yang ia bentuk sejak Januari 2013 itu tidak hanya bergerak di Jakarta, tapi juga akan merambah ke seluruh Indonesia.

"Kalau Indonesia tidak hati-hati, akan lahir generasi kacau," kata putri politisi senior Fahmi Idris tersebut. (Yus)