Wujudkan Indonesia Emas, Semua Pihak Diajak Ikut Sukseskan Makan Bergizi Gratis

Program ini membutuhkan dukungan semua lapisan masyarakat.

Diterbitkan 25 April 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan dukungan semua pihak, tidak hanya pemerintah.
  • APPMBGI hadir sebagai mitra strategis untuk memastikan MBG berjalan baik dan berkelanjutan.
  • Tantangan MBG meliputi tata kelola, keamanan pasokan, serta kualitas gizi dan higienitas pangan.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Abdul Rivai Ras, menegaskan, pogram sebesar Makan Bergizi Gratis tidak mungkin dikerjakan pemerintah sendirian. Menurut dia, hal itu membutuhkan dukungan semua lapisan masyarakat, termasuk dari kelempoknya.

"APPMBGI lahir sebagai bagian dari ikhtiar mendampingi negara mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. APPMBGI hadir sebagai bagian dari kekuatan sosial-ekonomi yang ikut memastikan program ini berjalan baik, terukur, dan berkelanjutan,” kata Abdul saat APPMBGI Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Abdul meyakini, sejak awal MBG dirancang sebagai program mulia untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem, mengatasi ancaman stunting, dan meningkatkan kualitas generasi masa depan. Namun, implementasi di lapangan menyimpan tantangan yang harus dijawab serius, terutama dalam aspek tata kelola dan keamanan pasokan.

Dia mencatat, salah satu isu strategis yang menjadi perhatian utama dalam summit ini adalah kerentanan rantai suplai nasional akibat peningkatan kebutuhan pangan berskala besar untuk mendukung operasional MBG. Sebab, tekanan permintaan yang besar berpotensi mengguncang rantai pasok eksisting jika tidak dikelola dengan presisi.

"Itulah mengapa kita berkumpul di sini, untuk memastikan program MBG tidak merusak rantai pasok yang sudah ada, tetapi justru memperkuat ekosistem ekonomi rakyat,” kata Abdul.

Abdul menegaskan, masa depan Program Makan Bergizi Gratis akan ditentukan oleh kemampuan semua pihak menjaga tujuan awal program tetap utuh.

“Jika dikelola dengan benar, MBG bukan sekadar program makan. Ia adalah investasi strategis bangsa. Dari sinilah fondasi Indonesia Emas 2045 dibangun,” Abdul menandasi.

 

Mengenai APPMBGI

Sebagai informasi, Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) merupakan organisasi nasional yang mewadahi pengusaha, pengelola dapur, dan pelaku ekosistem pendukung Program Makan Bergizi Gratis, serta berperan sebagai mitra strategis dalam penguatan tata kelola, rantai pasok, dan pemberdayaan ekonomi lokal untuk mendukung keberhasilan program MBG.

Diketahui, APPMBGI Summit 2026 menghadirkan sejumlah narasumber utama yang membedah tantangan dan peluang MBG dari perspektif pangan, kesehatan, pengawasan, gizi, dan industri.

Sebagai keynotespeech, Kepala Bappisus RI, bapak Aris Marsudiyanto. Beliau menegaskan perlunya MBG diperlakukan sebagai kebijakan strategis lintas sektor yang memadukan pengawasan, efektivitas implementasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Selanjutnya, Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, menyoroti pentingnya menjaga stabilitas pasokan dan integrasi cadangan pangan nasional dengan kebutuhan operasional dapur MBG.

Berikutnya, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr. Then Suyanti, menekankan bahwa keberhasilan MBG bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi memastikan keamanan pangan melalui higienitas, sanitasi, dan standar operasional dapur yang ketat.

Sementara Ketua Umum PERSAGI, Ir. Doddy Izwardy, PhD, menyoroti dimensi kualitas gizi sebagai inti program. Menurutnya, keberhasilan MBG tidak boleh diukur semata dari volume distribusi, tetapi dari kualitas intervensi gizi yang berdampak terhadap pertumbuhan, kesehatan, dan kapasitas kognitif anak.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6