Praktik Sains Pakai Senapan Rakitan, Siswa SMP di Siak Tewas

Seorang siswa kelas IX SMP di Siak, Riau tewas saat praktik sains menggunakan senapan rakitan di sekolah.

Diterbitkan 09 April 2026, 11:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Siswa SMP Siak meninggal akibat ledakan senapan rakitan saat ujian praktik sains.
  • Korban MA mengalami luka kepala parah akibat pecahan senapan rakitan yang meledak.
  • Polisi selidiki penyebab ledakan, barang bukti dikirim ke Labfor untuk diuji.

Liputan6.com, Jakarta - Seorang siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama Islamic Center Siak berinisial MA (15) meninggal dunia diduga akibat ledakan senapan rakitan saat mengikuti ujian praktik sains.

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais, mengatakan peristiwa terjadi saat korban mempraktikkan alat yang diduga berupa senapan tiba-tiba terjadi ledakan, yang menyebabkan korban mengalami luka di bagian kepala, Rabu (8/4).

"Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan benda yang diamankan akan dikirim ke laboratorium forensik (Labfor). Kita belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti ledakan sebelum ada hasil pemeriksaan,” katanya di Siak dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).

Saat itu adalah jam kegiatan ujian praktik sains pelajaran IPA dengan lima kelompok siswa yang masing-masing beranggotakan sembilan orang. Masing-masing kelompok akan memperagakan hasil karya sains yang telah mereka kerjakan.

Ketika giliran kelompok MA, korban (MA) menyuruh teman kelompoknya untuk menjauh dari titik TKP. Pasalnya, MA akan memperagakan ujian praktiknya yang berupa senapan 3D rakitan yang dibuatnya.

MA mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan senapan yang dibuatnya. Akan tetapi pada saat tembakan dilakukan terjadi ledakan di senapan rakitan tersebut yang mengakibatkan keluar asap dan suara ledakan disusul berhamburannya sejumlah material.

"Pecahan senapan rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas dan juga kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah akibat terkena pecahan senapan tersebut," ujarnya.

Nyawa Korban Tak Tertolong

Korban selanjutnya sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

"Sejumlah barang bukti terkait proyek sains tersebut turut diamankan untuk keperluan penyelidikan,' kata Raja.

Menurut dia, diduga penyebab ledakan yaitu hasil karya sains korban berbentuk bagian-bagian plastik, potongan besi dan bubuk hitam, namun kepolisian belum bisa memastikan jenis bubuk hitam itu karena harus dilakukan uji laboratorium.

"Kita kirim ke Labfor Polda Riau untuk memastikannya. Kita minta tidak ada spekulasi informasi yang tidak benar atas kejadian ini," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6