Istana Dukung Gencatan Senjata AS–Iran: Prabowo Selalu Upayakan Redam Ketegangan Global

Gencatan senjata ini menjadi salah satu upaya menurunkan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Diterbitkan 09 April 2026, 09:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mensesneg menyambut baik gencatan senjata AS-Iran untuk meredakan ketegangan Timur Tengah.
  • Trump menangguhkan serangan ke Iran dua pekan atas permintaan Pakistan dan tujuan militer tercapai.
  • Gencatan senjata juga karena AS dekat kesepakatan damai dan menerima proposal 10 poin Iran.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyambut baik gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran selama dua pekan. Gencatan senjata ini menjadi salah satu upaya menurunkan eskalasi konflik di Timur Tengah.

"Kalau kami berpendapat, kita menyambut baik ya semua upaya untuk terjadinya penurunan eskalasi ketegangan," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 8 April 2026.

Menurut dia, konflik yang terjadi di negara lain tentunya akan mempengaruhi kehidupan masyarakat di Indonesia. Prasetyo menuturkan Presiden Prabowo Subianto pun terus berupaya menurunkan eskalasi konflik.

"Jadi kita menyambut baik semua upaya dan kita pun, Pak Presiden pun melakukan terus upaya-upaya untuk apa namanya menyakinkan pihak-pihak untuk menurunkan eskalasi ketegangan," jelasnya.

Alasan Trump Gencatan Senjata 2 Pekan

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik kembali ancamannya untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Selasa malam 7 April 2026, berbelok ke arah deeskalasi perang kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang dia tetapkan bagi Teheran untuk menyerah atau menghadapi konsekuensi bahwa "seluruh peradaban Iran akan hancur".

Melalui media sosial resmi, termasuk akun Gedung Putih, Trump menyampaikan pembicaraannya dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan.

Menurut Trump, keduanya meminta untuk menahan kekuatan destruktif yang akan dikerahkan malam ini ke Iran, serta dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman.

"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah," kata Trump, Selasa malam 7 April 2026.

Trump pun menjelaskan alasan melakukan gencatan senjata selama 2 minggu tersebut.

"Alasan dari keputusan ini adalah karena kita telah mencapai dan bahkan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah," ucap dia.

"Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan meyakini bahwa proposal tersebut merupakan dasar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi," sambung Trump.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6