Kemacetan Truk Angkutan Barang di Pelabuhan Bakauheni Mulai Terurai

Kepadatan kendaraan truk angkutan barang di jalur utama menuju Pelabuhan Bakauheni mulai terurai pada Selasa pagi (31/3/2026).

Diterbitkan 31 Maret 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kepadatan truk di Pelabuhan Bakauheni terurai pasca-berakhirnya pembatasan logistik.
  • Lonjakan 4.810 truk tercatat sehari setelah pembatasan berakhir, menandai pulihnya ekonomi.
  • Skema TBB dan 41 kapal beroperasi membantu kelancaran arus kendaraan di Bakauheni.

Liputan6.com, Jakarta - Kepadatan kendaraan truk angkutan barang di jalur utama menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan pada Minggu 29 Maret 2026 hingga Selasa pagi (31/3/2026) perlahan-lahan mulai terurai.

General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni Partogi Tamba mengatakan, pascaberakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas, mengakibatkan terjadinya lonjakan jumlah kendaraan truk di kawasan pelabuhan tersebut.

Dia menjabarkan, pembatasan tersebut diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026, Nomor: HK.201/1/21DJPL/2026, Nomor: 20/KPTS/Db/2026, Nomor: Kep/43/II/2026 tanggal 5 Februari 2026 tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 Hijriah yang berlaku di lintasan Bakauheni–Merak pada 23–29 Maret 2026 serta Ketapang–Gilimanuk pada 13–29 Maret 2026.

"Dalam periode 24 jam, mulai 30 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB, data ASDP Cabang Bakauheni mencatat, sekitar 4.810 unit dalam sehari. Tingginya angka ini mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi barang pasca-Lebaran, seiring mulai pulihnya aktivitas ekonomi," ujar Partogi, melansir Antara, Selasa (31/3/2026).

Oleh karena itu, lanjut dia, dengan tingginya mobilisasi kendaraan barang tersebut, pihaknya menerapkan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal saat kepadatan meningkat.

 

Kondisi Cuaca Bersahabat

Partogi menyebut, dengan kondisi cuaca yang relatif bersahabat serta tanpa kejadian menonjol selama periode tersebut, arus kendaraan truk di Pelabuhan Bakauheni pascapuncak arus balik dapat terurai dengan baik meski volume terus meningkat.

"Dari mobilitas kendaraan yang terbilang tinggi itu, pergerakannya didukung 41 kapal yang beroperasi dengan total 122 trip selama periode 24 jam tersebut," jelas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6