Jelang Idulfitri, Muzani: Rakyat Harus Bersatu Berikan Kepercayaan kepada Pemimpin Kita

Jelang Idulfitri, Ketua MPR Ahmad Muzani merespons dinamika perang antara AS-Israel dengan Iran.

Diterbitkan 18 Maret 2026, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ketua MPR Muzani harap konflik AS-Israel-Iran mereda jelang Idulfitri demi kedamaian.
  • Penghentian perang jamin Idulfitri aman, lancar ibadah haji, dan pulihkan ekonomi global.
  • Indonesia aktif berdiplomasi untuk perdamaian, masyarakat diimbau jaga persatuan.

Liputan6.com, Jakarta - Jelang Idulfitri, Ketua MPR RI Ahmad Muzani merespons dinamika perang antara AS-Israel dengan Iran. Dia berharap jelang Hari Raya Idufitri ini, negara-negara kawasan Teluk Persia untuk menahan diri agar peperangan tidak bergejolak dan meluas.

Menurutnya, meredanya intensitas perang akan memberikan jaminan bagi umat Islam untuk merayakan Idul Fitri dengan aman dan damai. Itu sebabnya, Muzani mengimbau agar perang AS-Israel dengan Iran bisa dihentikan.

"Kita bersyukur bahwa para pemimpin negara-negara di Teluk bisa menahan diri. Ini sebagai penghormatan kepada umat Islam untuk bisa merayakan momen Idulfitri dengan aman dan damai," kata Muzani dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

"Kita juga bersyukur bahwa Arab Saudi sebagai penjaga dua Tanah Suci Mekkah dan Madinah bisa menjamin kelangsungan beribadah umroh dengan lancar sejauh ini," sambung dia.

Muzani melanjutnya, jika perang dihentikan maka kesulitan global seperti krisis minyak akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dunia.

Apalagi umat Islam dalam waktu dekat akan melaksanakan ibadah Haji. Karena itu penting bagi seluruh negara untuk berdialog mengedepankan diplomasi sebagai kunci menuju perdamaian.

"Kita telah menyaksikan dunia selama puluhan tahun dalam keadaan damai melalui diplomasi. Maka penting bagi setiap pemimpin untuk kembali melakukan dialog daplomasi sebagai cara utama menciptakan perdamaian," jelas Muzani.

 

Indonesia Sangat Responsif

Muzani mengatakan, sejak perang AS-Israel dengan Iran pecah, negara Indonesia atas kepemimpinan Presiden Prabowo sangat responsif untuk berperan aktif menghentikan perang.

Meski pun, lanjut dia, implikasi atas sikap Presiden Prabowo bergabung dalam Board of Peace menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat Indonesia.

"Perbedaan pandangan merupakan hal biasa dalam negara demokrasi seperti Indonesia. Namun ruang-ruang dialog tetap menjadi prioritas bahwa sikap presiden tersebut sebagai upaya diplomasi agar perdamaian bisa tercipta. Ini pun yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin kita terdahulu di masa-masa awal kemerdekaan," ucap Muzani.

Terakhir, Muzani mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak mudah terpecah belah akibat perbedaan pandangan. Menurutnya, persatuan dan kesatuan adalah hal yang utama agar Indonesia ke depan bisa menjadi negara yang kuat dan dipertimbangan dunia global.

"Kita tidak boleh mudah terpancing dengan isu-isu yang sensitif yang dapat memecah belah persatuan kita. Sebagai rakyat kita harus membangun rasa kepercayaan kepada pemimpin kita, kepada pemerintah kita, kepada Presiden kita. Dengan kepercayaan yang kuat, maka Indonesia tidak akan mudah dipecah belah," tutup Muzani.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6