Puan Maharani Ingatkan Dampak Konflik Timur Tengah pada Ekonomi Indonesia dan Nasib APBN 2026

Puan Maharani mengingatkan bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia.

Diterbitkan 10 Maret 2026, 16:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani menyoroti antisipasi pemerintah Indonesia terhadap konflik Timur Tengah hingga dampak perjanjian transfer data dengan Amerika Serikat (AS), yang dipandangnya berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

"Hal ini akan mempengaruhi harga minyak, harga transportasi, harga barang, nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat, rantai perdagangan, pertumbuhan ekonomi, serta ketahanan fiskal dalam menjalankan pembangunan," kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/3/2026).

Di tengah situasi perekonomian tersebut, Puan menyebut rakyat masih menaruh harapan besar pada negara untuk menghadirkan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, memperluas akses pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ekonomi kerakyatan.

"Dalam konteks tersebut, maka DPR RI akan memastikan bahwa kemampuan fiskal APBN Tahun Anggaran 2026 tetap dapat menjaga dan mempertahankan derajat kehidupan rakyat, kesejahteraan rakyat tidak turun kelas," tegas dia.

"Oleh karena itu politik anggaran Pemerintah harus dapat menjaga ketahanan fiskal yang dapat memastikan bahwa rakyat tetap mendapatkan jalan menuju kesejahteraannya," sambungnya.

Ketua DPP PDIP ini menjelaskan, kesejahteraan yang dimaksud adalah bagaimana rakyat bisa mendapat pekerjaan, penghasilannya meningkat, mendapatkan pelayanan umum yang berkualitas. "Serta merasa aman dan tenteram," tegas Puan.

Dalam fungsi pengawasan, masih kata dia, DPR akan mendorong peningkatan kinerja pemerintah dalam pelaksanaan undang-undang dan pembangunan nasional. Puan pun merinci sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat dan perlu mendapat perhatian serius pemerintah.

"Antara lain pelindungan data masyarakat dalam Perjanjian Transfer Data RI-Amerika Serikat, evaluasi kinerja aparat penegak hukum, serta pasokan, distribusi, dan stabilitas harga pangan menjelang Idul fitri," kata dia.            

Masyarakat Indonesia Harus Siap Hadapi Kesulitan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini dunia menghadapi goncangan karena perang meletus hampir di semua kawasan, khususnya Timur Tengah. Dia pun mengingatkan masyarakat Indonesia untuk bersiap menghadapi kesulitan akibat perang di Timur Tengah.

"Seluruh dunia sedang mengalami goncangan, seluruh dunia. Akibat perang di Timur Tengah, kita terus terang saja, harus siap menghadapi kesulitan," kata Prabowo saat meresmikan 218 jembatan secara virtual sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin 9 Maret 2026.

Namun, dia menekankan Indonesia harus berani mengatasi kesulitan. Terlebih, kata Prabowo, bangsa Indonesia memiliki kekuatan yang besar untuk menghadapi kesulitan dan tantangan tersebut.

"Kita harus berani mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan. Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi sekali lagi, kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar," tuturnya.

Prabowo pun menekankan pentingnya kekayaan dan kekuatan Indonesia dikelola dengan baik. agar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu, dia menegaskan akan memerangi korupsi, kolusi, dan penyalahgunaan wewenang yang membuat kekayaan negara menjadi hilang.

"Kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu, saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat. Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara," ucap Prabowo.

"Ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang. Kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apa pun," jelas dia.

Perang Meletus di Timur Tengah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berbicara soal perang yang meletus hampir di semua kawasan, khususnya Timur Tengah. Prabowo mengatakan dampak dari eskalasi yang meningkat di Timur Tengah akan dirasakan oleh negara-negara lain, tak terkecuali Indonesia.

"Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya. Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena," kata Prabowo saat meresmikan 218 jembatan secara virtual sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin 9 Maret 2026.

"Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain," sambungnya.

Dia menegaskan bahwa Indonesia sudah berada di jalur yang benar dan tidak memihak pada blok atau kekuatan manapun. Prabowo menekankan Indonesia selalu memegang prinsip politik bebas aktif.

"Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non-blok. Kita tidak ingin ikut blok mana pun," jelasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6