Mengenal QRIS Pocket, Perangkat Ringkas yang Ubah Cara Bayar Parkir Jalanan

Inovasi QRIS Pocket dirancang untuk menjawab tantangan penerimaan pembayaran digital di area publik yang menuntut mobilitas tinggi.

Diterbitkan 19 September 2026, 13:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Layanan parkir tepi jalan di Kota Surakarta (Solo) memasuki babak baru transformasi digital. Melalui kolaborasi antara Netzme, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo, Pemerintah Kota, dan Dinas Perhubungan Kota Surakarta, transaksi pembayaran parkir non-tunai kini semakin praktis berkat hadirnya inovasi perangkat bernama QRIS Pocket.

“QRIS Pocket merupakan salah satu inovasi terbaru Netzme yang kami hadirkan untuk mendukung kebutuhan transaksi dengan mobilitas tinggi, seperti layanan parkir," ujar Regional Head of Central Java Hub Solo Netzme, Pribadie Utomo, dikutip Sabtu (19/9/2026).

Melalui kolaborasi bersama Bank Indonesia, Pemerintah Kota Surakarta, dan Dinas Perhubungan, ia berharap teknologi ini dapat mendukung digitalisasi pembayaran parkir sekaligus memperluas penggunaan QRIS dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Pada tahap awal modernisasi ini, sebanyak 85 unit perangkat QRIS Pocket Netzme telah diterjunkan dan mulai digunakan oleh para juru parkir di empat kawasan utama Solo, yakni Jalan Slamet Riyadi, Jalan Gatot Subroto, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Dr. Rajiman.

Serah terima perangkat secara simbolis dilangsungkan di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta bertepatan dengan ajang Dishub Fun Run dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas).

Inovasi QRIS Pocket dirancang khusus untuk menjawab tantangan penerimaan pembayaran digital di area publik yang menuntut mobilitas tinggi. Perangkat yang ringkas dan portabel ini sangat ideal dibawa oleh juru parkir saat melayani pengendara di lapangan.

 

3 Skema Transaksi

Tak hanya unggul dari segi bentuk, QRIS Pocket Netzme dibekali fleksibilitas metode pembayaran yang tergolong lengkap.

Perangkat ini mendukung tiga skema transaksi sekaligus.

  • QRIS MPM (Merchant Presented Mode), yang mana pengguna dapat memindai QR pada layar perangkat
  • QRIS CPM (Customer Presented Mode), di mana juru parkir bisa memindai QR milik pengguna
  • QRIS TAP berbasis NFC (Near Field Communication), yang memungkinkan transaksi kilat hanya dengan menempelkan smartphone atau kartu yang kompatibel.

Hadirnya opsi pembayaran digital ini diharapkan menjadi solusi ideal bagi masyarakat yang makin jarang membawa uang tunai, sekaligus menghindarkan kerumitan menyediakan uang kembalian bagi juru parkir.

Meski demikian, Pemkot Surakarta memastikan pembayaran tunai konvensional tetap disediakan sebagai alternatif bagi warga yang belum terbiasa dengan transaksi digital.

 

Transparan dan Akuntabel

Lebih dari sekadar mempermudah proses transaksi, penggunaan QRIS Pocket membawa misi besar dalam menciptakan tata kelola perparkiran yang transparan dan akuntabel.

Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menilai bahwa pencatatan transaksi secara digital akan sangat membantu memantau realisasi pemasukan daerah serta mempermudah sistem pembagian hasil dengan para juru parkir secara akurat.

Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan kunci, seperti Deputi Bank Indonesia KPw Solo Pramudya Wicaksana, Kepala Bank Jateng Solo Septo, serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Taufiq Muhammad.

Penerapan di Surakarta ini mempertegas komitmen Netzme dalam memperluas ekosistem pembayaran digital berbasis QRIS pada sektor layanan publik harian.

Ke depannya, kolaborasi strategis antara penyedia teknologi finansial dan pemerintah daerah diprediksi akan terus tumbuh guna menciptakan kota pintar (smart city) yang makin terintegrasi secara digital.

Â