Dino Patti Djalal Sebut Indonesia Tetap Punya Pilihan Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza

Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal menyebut Presiden Prabowo Subianto mengambil pendekatan realistis dalam menyikapi masalah Palestina.

Diterbitkan 04 Februari 2026, 23:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo mengambil pendekatan realistis masalah Palestina, bergabung Board of Peace.
  • Bergabung BoP opsi tunggal dorong gencatan senjata dan perdamaian di Gaza.
  • Indonesia siap keluar dari BoP jika bertentangan prinsip atau kepentingan nasional.

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Dino Patti Djalal menyebut Presiden Prabowo Subianto mengambil pendekatan realistis dalam menyikapi masalah Palestina. Salah satunya, dengan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Dino pun mendukung Indonesia bergabung dalam organisasi bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump itu. Menurut dia, bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace merupakan opsi satu-satunya untuk mendorong gencatan senjata serta mencapai perdamaian di Gaza.

"Sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace. Kan tidak ada opsi lain, dan faktanya adalah Board of Peace ini yang menjadi bagian dari solusi untuk menghentikan gencatan senjata," kata Dino usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Dia menilai Prabowo bersikap realistis dalam memasang ekspektasi terhadap Board of Peace. Dino menyampaikan Prabowo menyadari akan adanya risiko besar, termasuk kuatnya pengaruh Israel terhadap kebijakan AS sebagai aktor kunci dalam dewan tersebut.

Kendati begitu, kata dia, Prabowo meyakini pengaruh tersebut dapat diimbangi dengan membangun kekompakan bersama negara-negara Islam yang tergabung dalam Board of Peace.

"Dengan kata lain, kalau leverage Indonesia tidak begitu besar, misalnya, akan lebih besar karena kita selalu menjaga kekompakan dengan negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, dan lain sebagainya. Jadi Beliau cukup realistis, ada risikonya," jelas Dino.

 

Dapat Keluar Jika Bertentangan dengan Prinsip

Dino mengatakan, Prabowo juga menekankan pentingnya sikap kehati-hatian dalam mengikuti perkembangan Board of Peace. Bahkan, Prabowo disebut berulang kali menegaskan bahwa Indonesia tidak akan ragu untuk keluar dari organisasi tersebut jika langkah-langkah yang diambil bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional Indonesia.

"Ini berkali-kali Beliau tekankan. Beliau tidak akan ragu, termasuk kalau yang lain tetap masuk. Nah ini yang saya tangkap sebagai suatu penekanan dan penegasan yang kami apresiasi," tutur dia.

Dino mengatakan, diskusi yang berlangsung dalam pertemuan tersebut berjalan sangat terbuka, candid, dan dua arah. Tidak ada pembatasan topik, termasuk pembahasan mengenai risiko, skenario terburuk, hingga potensi dampak negatif bagi Indonesia ke depan.

"Saya surprise karena suasananya totally open. Diskusinya tidak satu arah, sangat terbuka, penuh dengan masukan, kritik, risiko, dan semua itu ditampung dan direspons langsung oleh Presiden," ucap Dino.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6