DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Buntut Bocah SD di NTT Bunuh Diri

DPR akan memanggil Mendikdasmen Abdul Mu'ti usai kasus bocah SD bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diterbitkan 04 Februari 2026, 22:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Komisi X DPR akan panggil Mendikdasmen terkait kasus bunuh diri siswa SD di NTT.
  • Pemanggilan dilakukan secepatnya untuk evaluasi dan mencari solusi masalah pendidikan.
  • Dugaan awal pemicu bunuh diri siswa SD di Ngada adalah masalah ekonomi.

Liputan6.com, Jakarta - Komisi X DPR akan memanggil Mendikdasmen Abdul Mu'ti usai kasus bocah SD bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Ya tentu. Mendikdasmen selaku penanggung jawab tertinggi yang diberikan oleh Presiden harus segera mengambil langkah nyata, langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Lalu menyebut pemanggilan dilakukan secepatnya atau paling lambat pekan depan. Minggu depan insyaallah," kata dia.

Menurut Lalu, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dan hal itu dijamin oleh Undang-Undang. Oleh sebab itu, tragedi siswa tersebut adalah tamparan keras bagi pemerintah.

"Kejadian yang menimpa siswa kita yang ada di NTT ini tamparan keras. Ini salahnya di mana? Apakah sekolah tidak menyalurkan, apakah sekolah tersebut belum menerima dana BOS, atau kondisinya seperti apa, inilah yang harus kita evaluasi bersama," pungkasnya.

Pemicu Bunuh Diri

Malang sekali nasib YBS (10). Siswa kelas IV di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Pascakejadian itu, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengaku sudah memerintahkan Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino untuk menemui keluarga korban. Dia mengatakan, kasus ini memang harus menjadi perhatian serius semua pihak.

"Saya sudah perintahkan Kapolres Ngada ke kediaman orang tua korban," katanya di sela-sela syukuran peresmian Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda NTT di Kupang, Rabu (4/2/2026).

Hasil penyelidikan sementara, sejauh ini dugaan masalah ekonomi jadi pemicu korban melakukan bunuh diri.

"Motif utama karena hal itu namun masih didalami. Untuk sementara, sesuai dari hasil penyelidikan awal dan olah TKP karena kekecewaan tapi masih didalami lagi," ujar Kapolda NTT.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6