Liputan6.com, Jakarta - Trik rumah tetap wangi tanpa pengharum ini dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin menjaga hunian tetap segar tanpa bergantung pada pewangi ruangan. Rumah yang terasa harum bukan hanya soal menambahkan aroma, tetapi juga memastikan berbagai sumber bau tidak sedap segera ditangani.
Bau di dalam rumah bisa muncul dari banyak hal, seperti sisa makanan, tempat sampah, kain lembap, sepatu, hingga udara yang kurang bergerak. Jika penyebabnya dibiarkan, aroma tidak sedap dapat bertahan lebih lama dan menyebar ke ruangan lain.
Karena itu, menjaga kebersihan dan sirkulasi udara menjadi bagian penting untuk membuat rumah terasa lebih nyaman. Beberapa bahan sederhana yang tersedia di dapur juga bisa dimanfaatkan untuk membantu mengurangi aroma yang mengganggu. Lantas, apa saja Trik rumah tetap wangi tanpa pengharum? Dilansir Liputan6 dari berbagai sumber, Selasa (11/8), berikut ulasan selengkapnya.Â
Advertisement
1. Kenali dan Bersihkan Bagian Rumah yang Memicu Bau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321062/original/087902300_1786426035-1.jpg)
Salah satu langkah utama untuk menjaga rumah tetap segar adalah mencari bagian yang menjadi sumber aroma tidak sedap. Area seperti tempat sampah, dapur, kamar mandi, saluran air, serta kain lembap perlu dibersihkan secara rutin karena kotoran dan sisa organik dapat memunculkan bau.
Pembersihan juga sebaiknya dilakukan sebelum aroma semakin kuat. Dengan menjaga area tersebut tetap bersih, kebutuhan untuk menutupi bau menggunakan pewangi tambahan dapat dikurangi.
- Kosongkan tempat sampah secara berkala.
- Bersihkan area yang lembap dan mudah kotor.
Advertisement
2. Ciptakan Aroma Segar dari Bahan-Bahan yang Ada di Dapur
Dapur menyimpan sejumlah bahan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu membuat ruangan terasa lebih segar. Kulit jeruk, lemon, kayu manis, hingga rempah tertentu memiliki aroma khas yang bisa digunakan sebagai alternatif sederhana.
Bahan-bahan tersebut sebaiknya digunakan ketika masih segar dan dalam kondisi bersih. Jangan membiarkannya terlalu lama karena bahan organik yang mulai rusak justru dapat menjadi sumber bau baru.
- Manfaatkan kulit jeruk atau lemon yang masih segar.
- Buang bahan alami jika mulai berubah atau membusuk.
3. Redam Sisa Aroma Masakan dengan Bantuan Cuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321063/original/091025100_1786426035-3.jpg)
Aroma makanan yang kuat terkadang masih menempel di dapur setelah kegiatan memasak selesai. Cuka dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara untuk membantu mengurangi aroma tersebut, terutama ketika bau masakan terasa cukup menyengat.Â
Penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan hati-hati dan tidak dicampurkan sembarangan dengan produk pembersih lain. Setelah menangani aroma masakan, buka jendela atau pintu agar udara di dapur dapat berganti.
- Gunakan cuka secukupnya sesuai kebutuhan.
- Bantu keluarkan aroma masakan dengan ventilasi.
Advertisement
4. Buat Udara di Dalam Rumah Lebih Lancar Bersirkulasi
Udara yang terperangkap terlalu lama dapat membuat rumah terasa pengap dan menyebabkan aroma tertentu bertahan lebih lama. Membuka jendela dan pintu secara berkala dapat membantu pertukaran udara sehingga bagian dalam rumah terasa lebih segar.Â
Perhatian khusus perlu diberikan pada ruangan yang jarang digunakan atau minim bukaan. Selain membuka jendela, hindari menumpuk terlalu banyak barang di depan ventilasi agar aliran udara tidak terhambat.
- Buka jendela secara rutin pada waktu yang memungkinkan.
- Jangan menutup ventilasi dengan furnitur atau barang.
5. Manfaatkan Baking Soda untuk Menetralisir Aroma Tak Sedap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321064/original/094104500_1786426035-5.jpg)
Baking soda dapat digunakan sebagai salah satu bahan sederhana untuk membantu menangani aroma kurang sedap di area tertentu. Bahan ini dapat ditempatkan dalam wadah terbuka di lokasi yang cenderung menyimpan bau, seperti kulkas atau tempat penyimpanan.Â
Agar tetap efektif digunakan, baking soda perlu diganti secara berkala. Letakkan dalam wadah yang stabil dan pilih lokasi yang tidak mudah terkena air atau tersenggol saat aktivitas rumah tangga.
- Gunakan wadah kecil yang aman dan stabil.
- Ganti baking soda ketika sudah lama digunakan.
Advertisement
6. Jangan Biarkan Bau Sepatu Menyebar ke Dalam Rumah
Sepatu yang digunakan berulang kali dapat menyimpan kelembapan dan aroma dari aktivitas sehari-hari. Jika langsung dimasukkan ke rak tertutup setelah digunakan, bau tersebut dapat menempel pada area penyimpanan dan menyebar ke sekitar.Â
Sebaiknya sepatu diberi kesempatan untuk mendapatkan udara sebelum disimpan kembali. Rak sepatu juga perlu dibersihkan secara berkala agar debu, kotoran, dan kelembapan tidak menumpuk.
- Angin-anginkan sepatu sebelum memasukkannya ke rak.
- Bersihkan tempat penyimpanan sepatu secara rutin.
7. Gunakan Essential Oil untuk Memberi Sentuhan Aroma Segar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3096616/original/022319000_1586314840-selective-focus-photo-of-bottle-with-cork-lid-932577.jpg)
Essential oil dapat digunakan sebagai alternatif untuk memberikan aroma tertentu pada ruangan tanpa menggunakan pewangi ruangan konvensional. Beberapa tetes dapat ditempatkan pada media yang sesuai agar aromanya menyebar secara perlahan.Â
Penggunaannya tetap harus mengikuti petunjuk pada kemasan karena setiap produk dapat memiliki cara pemakaian berbeda. Simpan essential oil dengan baik dan jangan menggunakannya untuk dikonsumsi atau diaplikasikan sembarangan pada tubuh.
- Ikuti aturan penggunaan pada label produk.
- Simpan botol dalam kondisi tertutup dan aman.
Advertisement
8. Pastikan Keset dan Lap Selalu Kering Setelah Dipakai
Keset dan lap termasuk perlengkapan rumah yang mudah menyerap air. Jika disimpan ketika masih basah, keduanya dapat menjadi lembap dan memunculkan aroma apek yang mengganggu.
Setelah digunakan, letakkan keset dan lap di area yang memiliki sirkulasi udara baik. Pastikan keduanya benar-benar kering sebelum digunakan kembali atau disimpan.
- Jemur keset setelah terkena banyak air.
- Keringkan lap sebelum dimasukkan ke tempat penyimpanan.
9. Jangan Lupakan Karpet dan Gorden Saat Membersihkan Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498159/original/068749000_1770699468-Gemini_Generated_Image_t6fmgmt6fmgmt6fm.png)
Karpet dan gorden dapat menyimpan debu serta berbagai aroma dari aktivitas di dalam rumah. Jika hanya lantai dan permukaan meja yang dibersihkan, bau yang tersimpan pada kain berukuran besar tersebut bisa saja tetap bertahan.
Perawatan perlu dilakukan sesuai bahan masing-masing agar tidak merusak serat. Selain dicuci, karpet juga dapat dibersihkan dari debu secara rutin, sementara gorden bisa dicuci sesuai petunjuk perawatannya.
- Bersihkan karpet secara berkala.
- Cuci gorden mengikuti petunjuk bahan.
Advertisement
10. Buat Kamar Tidur Tetap Segar dengan Perawatan Rutin
Tempat tidur digunakan setiap hari sehingga perlu masuk dalam rutinitas kebersihan rumah. Sprei, sarung bantal, selimut, dan kasur dapat menyimpan debu serta kelembapan apabila jarang dibersihkan atau diangin-anginkan.
Ganti dan cuci perlengkapan tidur secara berkala sesuai kebutuhan. Kamar juga sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang cukup agar kelembapan tidak terperangkap terlalu lama.
- Ganti sprei dan sarung bantal secara rutin.
- Angin-anginkan perlengkapan tidur jika memungkinkan.
11. Segera Bereskan Sisa Makanan agar Tidak Menimbulkan Bau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475641/original/083929200_1768634934-Pupuk_Kompos___Eco-Enzyme__Nutrisi_Alami_untuk_Tanaman.jpg)
Sisa makanan yang dibiarkan terlalu lama dapat menjadi sumber aroma tidak sedap. Kondisi ini terutama perlu diperhatikan di dapur dan tempat sampah karena bahan organik lebih cepat mengalami perubahan.
Setelah makan atau memasak, segera rapikan peralatan dan tangani sisa makanan. Permukaan meja, kompor, dan area lain yang terkena tumpahan juga sebaiknya langsung dibersihkan.
- Jangan membiarkan sisa makanan menumpuk.
- Bersihkan tumpahan makanan sesegera mungkin.
Advertisement
12. Periksa dan Rawat Saluran Air supaya Tidak Menjadi Sumber Bau
Saluran air di dapur maupun kamar mandi sering luput dari perhatian ketika membersihkan rumah. Padahal, kotoran yang menumpuk di dalamnya dapat menyebabkan aroma kurang sedap dan mengganggu kesegaran ruangan.
Periksa kondisi saluran secara berkala, terutama jika mulai muncul bau atau aliran air menjadi kurang lancar. Jika terdapat sumbatan berat atau masalah yang tidak kunjung teratasi, mintalah bantuan orang dewasa atau tenaga profesional.
- Periksa saluran air secara berkala.
- Pastikan aliran air tetap lancar dan tidak tersumbat.
Â
Tanya & Jawab Seputar 12 Trik Rumah Tetap Wangi Tanpa Pengharum
1. Apakah rumah bisa tetap wangi tanpa pengharum? Bisa. Kuncinya adalah membersihkan sumber bau, menjaga sirkulasi udara, dan memanfaatkan bahan alami.
2. Apa bahan dapur yang bisa membantu membuat rumah harum? Kulit jeruk, lemon, kayu manis, dan beberapa rempah beraroma dapat dimanfaatkan untuk memberikan kesan segar.
3. Apakah baking soda bisa menghilangkan bau di rumah? Baking soda dapat membantu menyerap atau menetralisir aroma tidak sedap pada area tertentu.
4. Bagaimana agar sepatu tidak membuat rumah bau? Angin-anginkan sepatu setelah dipakai dan bersihkan rak sepatu secara rutin.
5. Apakah essential oil bisa digunakan sebagai pengganti pengharum ruangan? Bisa, selama digunakan sesuai petunjuk produk dan ditempatkan pada media yang tepat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3341307/original/037033900_1609899603-cek_fakta_kosmetik_cega_covid-19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320548/original/068244200_1786355298-cek_fakta_-_bansos_hut_ri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321057/original/083419900_1786425706-c78572ec-b6a4-4259-923a-03797b7d4148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4032683/original/036421800_1653408621-Kereta.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321094/original/028857100_1786428541-9e0b563a-aee6-415b-8e35-cf6de56afae3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5418012/original/013015200_1763559690-kereta_api.jpg)