Liputan6.com, Jakarta - Bubur sumsum menjadi salah satu jajanan tradisional yang dikenal dengan teksturnya yang lembut dan rasa gurih dari santan. Sajian ini biasanya dinikmati bersama kuah gula merah yang manis dan harum. Selain versi klasik berwarna putih, bubur sumsum juga bisa dikreasikan dengan ubi ungu untuk menghadirkan tampilan yang lebih menarik.
Resep bubur sumsum ubi ungu dengan gula merah bisa menjadi pilihan camilan manis untuk keluarga. Perpaduan tepung beras, ubi ungu, santan, dan gula merah menghasilkan bubur bertekstur lembut dengan rasa manis gurih yang seimbang. Warna ungu alami dari ubi juga membuat hidangan ini terlihat berbeda dari bubur sumsum pada umumnya.
Cara membuatnya cukup sederhana dan tidak membutuhkan banyak bahan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bubur tidak menggumpal, teksturnya tetap halus, dan kuah gula merah terasa legit. Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, bubur sumsum ubi ungu bisa disajikan sebagai camilan sore maupun hidangan penutup setelah makan.
Advertisement
Resep Bubur Sumsum Ubi Ungu dengan Gula Merah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358192/original/014749400_1790325262-Gemini_Generated_Image_x0yr04x0yr04x0yr.jpg)
Bubur sumsum ubi ungu dibuat dengan mencampurkan ubi ungu yang sudah dikukus dan dihaluskan ke dalam adonan tepung beras serta santan. Adonan kemudian dimasak hingga mengental dan matang. Untuk pelengkapnya, bubur disiram dengan kuah gula merah yang dimasak bersama daun pandan.
Ubi ungu merupakan salah satu bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Ubi ini memiliki pigmen antosianin yang memberikan warna ungu khas dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami pangan.
Informasi Resep
- Persiapan: 20 menit
- Waktu memasak: 30 menit
- Total waktu: sekitar 50 menit
- Hasil: 4–5 porsi
- Tingkat kesulitan: mudah
Bahan-Bahan Bubur Sumsum Ubi Ungu
Berikut bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat bubur sumsum ubi ungu dengan gula merah.
Bahan Bubur
- 150 gram ubi ungu, berat setelah dikukus dan dikupas
- 100 gram tepung beras
- 700 ml santan sedang
- 1/2 sendok teh garam
- 1 lembar daun pandan
Bahan Kuah Gula Merah
- 180 gram gula merah atau gula aren
- 250 ml air
- 1 lembar daun pandan
- Sejumput garam
Bahan Tambahan Opsional
- 1–2 sendok makan gula pasir jika ingin kuah lebih manis
- Sedikit santan hangat untuk tambahan saat penyajian
Takaran gula merah dapat disesuaikan dengan selera. Jika ubi ungu yang digunakan memiliki rasa manis alami yang cukup kuat, jumlah gula pada kuah bisa dikurangi.
Advertisement
Cara Membuat Bubur Sumsum Ubi Ungu dengan Gula Merah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358193/original/023451600_1790325262-Gemini_Generated_Image_zadtz8zadtz8zadt.jpg)
Cara membuat bubur sumsum ubi ungu tidak jauh berbeda dari bubur sumsum biasa. Perbedaannya terletak pada penambahan ubi ungu yang telah dihaluskan ke dalam adonan tepung beras.
Agar tekstur bubur lembut dan tidak menggumpal, tepung beras sebaiknya dilarutkan terlebih dahulu dengan sebagian santan sebelum dimasak.
1. Kukus dan Haluskan Ubi Ungu
Kupas ubi ungu, cuci hingga bersih, kemudian potong menjadi beberapa bagian agar lebih cepat matang. Kukus ubi selama sekitar 15–25 menit atau sampai teksturnya empuk ketika ditusuk menggunakan garpu.
Setelah matang, haluskan ubi menggunakan garpu atau alat penghalus sampai teksturnya lembut. Jika masih terdapat serat atau gumpalan besar, saring atau haluskan kembali agar hasil bubur lebih mulus.
Pastikan ubi tidak terlalu berair. Ubi yang terlalu basah dapat membuat adonan bubur lebih encer sehingga takaran santan perlu disesuaikan.
2. Larutkan Tepung Beras dengan Santan
Siapkan wadah, kemudian masukkan tepung beras dan sekitar 300 ml santan. Aduk hingga tepung larut dan tidak ada gumpalan.
Tambahkan ubi ungu yang sudah dihaluskan, lalu aduk sampai tercampur rata. Jika ingin warna ungu lebih merata, gunakan ubi yang benar-benar halus sebelum dicampurkan ke dalam adonan.
3. Panaskan Santan dan Daun Pandan
Tuangkan sisa santan ke dalam panci. Tambahkan garam dan daun pandan, kemudian panaskan menggunakan api kecil hingga santan terasa hangat.
Aduk sesekali agar santan tidak mengendap di dasar panci. Santan tidak perlu dididihkan terlalu kuat pada tahap ini.
4. Masukkan Adonan Tepung dan Ubi Ungu
Tuangkan campuran tepung beras dan ubi ungu ke dalam panci berisi santan hangat secara perlahan. Aduk terus menggunakan spatula atau pengaduk agar adonan tidak menggumpal.
Gunakan api kecil hingga sedang dan pastikan bagian dasar panci tidak mengerak. Proses pengadukan perlu dilakukan secara konsisten karena tepung beras akan mulai mengental ketika dipanaskan.
5. Masak hingga Bubur Mengental dan Matang
Masak adonan sambil terus diaduk hingga teksturnya mengental, lembut, dan tidak terasa seperti tepung mentah. Proses ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 10–15 menit, bergantung pada panas kompor dan kekentalan adonan.
Jika bubur terlalu kental, tambahkan sedikit santan hangat sambil diaduk hingga mencapai tekstur yang diinginkan. Sebaliknya, jika masih terlalu encer, lanjutkan memasak dengan api kecil hingga mengental.
Setelah matang, angkat bubur dan sisihkan.
6. Buat Kuah Gula Merah
Iris atau sisir gula merah agar lebih mudah larut. Masukkan gula merah ke dalam panci bersama air, daun pandan, dan sejumput garam.
Masak menggunakan api sedang hingga gula larut dan kuah sedikit mengental. Aduk sesekali agar gula tidak menempel di dasar panci.
Jika gula merah mengandung kotoran, saring kuah sebelum disajikan. Cicipi rasanya dan tambahkan sedikit gula pasir jika menginginkan kuah yang lebih manis.
7. Sajikan Bubur Sumsum Ubi Ungu
Ambil bubur sumsum ubi ungu secukupnya ke dalam mangkuk. Siram dengan kuah gula merah sesuai selera.
Bubur dapat disajikan dalam keadaan hangat atau dingin. Jika ingin menikmatinya dalam keadaan dingin, biarkan bubur mencapai suhu ruang terlebih dahulu sebelum disimpan di lemari pendingin.
Tips Membuat Bubur Sumsum Ubi Ungu yang Lembut dan Tidak Menggumpal
Tekstur lembut merupakan salah satu ciri khas bubur sumsum. Karena itu, proses pencampuran tepung beras dan pengaturan api perlu diperhatikan agar bubur tidak menggumpal atau terasa berpasir.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan saat membuat bubur sumsum ubi ungu dengan gula merah.
Larutkan Tepung Beras Sebelum Dimasak
Jangan langsung memasukkan tepung beras kering ke dalam santan panas. Tepung yang terkena panas secara langsung lebih mudah membentuk gumpalan sehingga tekstur bubur menjadi kurang halus.
Larutkan tepung beras menggunakan santan bersuhu ruang terlebih dahulu. Setelah tercampur rata, barulah adonan dimasukkan ke dalam panci berisi santan hangat.
Haluskan Ubi Ungu hingga Benar-Benar Lembut
Ubi ungu yang masih menggumpal dapat membuat tekstur bubur tidak merata. Haluskan ubi setelah dikukus hingga empuk, kemudian pastikan tidak ada potongan besar yang tertinggal.
Jika ingin hasil yang lebih halus, ubi dapat dihaluskan menggunakan blender bersama sebagian santan. Namun, hindari menambahkan terlalu banyak cairan agar adonan tidak menjadi terlalu encer.
Gunakan Api Kecil hingga Sedang
Memasak bubur dengan api terlalu besar dapat membuat bagian bawah adonan cepat mengental dan menempel di panci. Sementara itu, bagian atasnya mungkin belum matang merata.
Gunakan api kecil hingga sedang dan aduk terus selama proses pemasakan. Cara ini membantu bubur mengental secara perlahan sekaligus mengurangi risiko gosong.
Sesuaikan Takaran Santan
Jumlah santan dapat memengaruhi kekentalan bubur sumsum. Jika ingin tekstur yang lebih lembut dan mudah disendok, gunakan santan sesuai takaran awal, kemudian tambahkan sedikit demi sedikit jika adonan terlalu kental.
Perhatikan pula kadar air dalam ubi ungu. Ubi yang lebih basah dapat membuat adonan lebih encer, sedangkan ubi yang cenderung kering mungkin membutuhkan tambahan santan.
Advertisement
Variasi Resep Bubur Sumsum Ubi Ungu
Resep bubur sumsum ubi ungu dengan gula merah dapat dikreasikan sesuai selera. Beberapa bahan tambahan bisa digunakan untuk menghadirkan rasa dan tekstur yang berbeda tanpa menghilangkan karakter utama bubur sumsum.
Bubur Sumsum Ubi Ungu dengan Kuah Santan
Jika menyukai rasa yang lebih gurih, bubur dapat disajikan dengan tambahan santan hangat yang diberi sedikit garam. Kuah santan ini bisa dituangkan terlebih dahulu sebelum kuah gula merah ditambahkan.
Pastikan santan dimasak dengan api kecil sambil diaduk agar tidak mudah pecah. Tambahan kuah santan juga dapat membuat sajian terasa lebih kaya.
Bubur Sumsum Ubi Ungu dengan Gula Aren
Gula aren dapat digunakan sebagai pengganti gula merah sesuai selera. Gula aren memiliki karakter rasa dan aroma khas yang dapat memberikan sentuhan berbeda pada kuah.
Sisir gula aren sebelum dimasak agar lebih cepat larut. Sesuaikan jumlah air dan pemanis berdasarkan rasa gula yang digunakan.
Bubur Sumsum Ubi Ungu dengan Nangka
Potongan nangka matang dapat ditambahkan sebagai pelengkap ketika bubur akan disajikan. Aroma nangka memberikan sentuhan harum yang berpadu dengan rasa gurih santan dan manisnya gula merah.
Gunakan nangka yang sudah matang dan potong kecil-kecil. Tambahkan secukupnya agar rasa buah tidak mendominasi bubur sumsum.
Cara Menyimpan Bubur Sumsum Ubi Ungu agar Tidak Cepat Basi
Bubur sumsum mengandung santan sehingga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Jika tidak langsung disantap, dinginkan bubur dan kuah gula merah secara terpisah sebelum menyimpannya dalam wadah bersih dan tertutup di lemari pendingin.
Penyimpanan terpisah membantu menjaga tekstur bubur dan memudahkan pengaturan jumlah kuah saat akan disajikan. Bubur yang disimpan di lemari pendingin biasanya akan menjadi lebih padat, sehingga bisa ditambahkan sedikit santan atau air ketika dipanaskan kembali.
Saat akan disantap, panaskan bubur secukupnya dengan api kecil sambil diaduk. Pastikan makanan dipanaskan secara merata dan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
Untuk menjaga kualitas rasa dan tekstur, sebaiknya buat bubur dalam jumlah yang sesuai kebutuhan dan segera simpan sisa makanan setelah selesai disajikan.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Resep Bubur Sumsum Ubi Ungu dengan Gula Merah
Bagaimana cara membuat bubur sumsum ubi ungu dengan gula merah?
Kukus ubi ungu hingga empuk, lalu haluskan. Campurkan ubi dengan tepung beras dan sebagian santan, kemudian masak bersama sisa santan, garam, dan daun pandan hingga mengental. Sajikan dengan kuah gula merah yang dimasak bersama air dan pandan.
Apa saja bahan untuk membuat bubur sumsum ubi ungu?
Bahan utamanya adalah ubi ungu, tepung beras, santan, garam, dan daun pandan. Untuk kuahnya, siapkan gula merah, air, pandan, dan sedikit garam.
Bagaimana agar bubur sumsum ubi ungu tidak menggumpal?
Larutkan tepung beras dengan santan sebelum dimasak. Masukkan adonan secara perlahan ke dalam santan hangat sambil terus diaduk menggunakan api kecil hingga sedang.
Apakah ubi ungu harus dikukus terlebih dahulu?
Sebaiknya ubi ungu dikukus hingga empuk sebelum dihaluskan dan dicampurkan ke dalam adonan. Cara ini membantu menghasilkan tekstur bubur yang lebih lembut dan merata.
Mengapa bubur sumsum ubi ungu terlalu encer?
Bubur dapat terlalu encer jika jumlah santan atau kadar air dalam ubi terlalu banyak dibandingkan dengan tepung beras. Masak kembali dengan api kecil sambil diaduk hingga mengental, atau sesuaikan takaran bahan pada pembuatan berikutnya.
Bagaimana agar kuah gula merah tidak terlalu manis?
Kurangi jumlah gula merah dan cicipi kuah secara bertahap selama proses memasak. Gula pasir tambahan tidak perlu digunakan jika rasa manisnya sudah cukup.
Apakah bubur sumsum ubi ungu bisa dibuat tanpa santan?
Bisa, tetapi rasa dan teksturnya akan berbeda. Santan dapat diganti dengan air atau bahan pengganti lain sesuai selera, meskipun rasa gurih khas bubur sumsum akan berkurang.
Berapa lama bubur sumsum ubi ungu dimasak?
Waktu memasak bubur sumsum ubi ungu sekitar 10–15 menit setelah adonan tepung dan ubi dicampurkan ke dalam santan hangat. Waktu dapat berbeda bergantung pada jumlah bahan, jenis tepung, dan besar api.
Apakah bubur sumsum ubi ungu bisa disimpan di kulkas?
Bisa. Simpan bubur dan kuah gula merah secara terpisah dalam wadah bersih dan tertutup di lemari pendingin. Panaskan kembali secukupnya sebelum disajikan.
Apakah bubur sumsum ubi ungu bisa disajikan dingin?
Bisa. Biarkan bubur dan kuah mencapai suhu ruang, lalu simpan di lemari pendingin sebelum disajikan. Tekstur bubur akan cenderung lebih padat ketika dingin.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358191/original/006621300_1790325262-Gemini_Generated_Image_khlki5khlki5khlk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357746/original/007073300_1790304360-Gemini_Generated_Image_x196eyx196eyx196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358104/original/046089100_1790323187-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358297/original/001799300_1790330179-f69dbdb7-b5a8-48fa-acd3-dd2a6216fe80.jpg)