Terobosan Prabowo Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan dari Hulu

Prabowo secara langsung mendengarkan pandangan para ahli untuk memperoleh pemahaman tentang penanganan kebakaran hutan.

Diterbitkan 25 September 2026, 19:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo membentuk BPGMN untuk pengelolaan gambut dan pencegahan karhutla.
  • BPGMN akan melibatkan ilmuwan dan profesional untuk deteksi dini dan riset.
  • Penguatan operasi darat, pompa air, dan peran masyarakat juga dioptimalkan.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memutuskan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan lahan gambut sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak terus berulang.

Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil diskusi Presiden Prabowo bersama sejumlah akademisi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi karhutla yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo secara langsung mendengarkan pandangan para ahli untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai persoalan tersebut.

"Mendengar langsung dari para ahli menjadi langkah penting untuk memahami persoalan dari berbagai sudut pandang," ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).

Dia menjelaskan, BPGMN nantinya akan melibatkan para ilmuwan dan profesional. Menurut Teddy, pelibatan tersebut diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan, riset, pemetaan, serta sistem deteksi dini dan pemantauan titik panas sebagai bagian dari pengelolaan kawasan gambut yang lebih komprehensif.

"Selain pembentukan BPGMN, penguatan operasi darat turut menjadi perhatian dalam penanganan karhutla. Satgas Darat akan dioptimalkan agar dapat merespons dan menangani kebakaran secara langsung di lokasi sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin," papar dia.

Teddy memaparkan, langkah berikutnya adalah mengoptimalkan pemanfaatan pompa air, termasuk pompa portabel dan pengeboran dangkal.

Dia menyampaikan, sarana tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas penanganan kebakaran, terutama di kawasan gambut yang memiliki karakteristik khusus dan membutuhkan respons cepat di lapangan.

Seskab Teddy juga menekankan pentingnya keterlibatan perangkat desa dan masyarakat sekitar melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

"Masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan gambut dinilai memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan sekaligus memberikan respons awal secara cepat ketika kebakaran terjadi," kata dia.

 

Upaya Pemerintah Cegah Karhutla

Menurut Teddy, pendekatan tersebut menunjukkan upaya pemerintah untuk mengintegrasikan pengetahuan ilmiah, teknologi, penguatan operasi lapangan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan gambut serta pencegahan karhutla.

"Dengan mempertemukan pengetahuan para ilmuwan, teknologi, dan pengalaman masyarakat di lapangan, pengelolaan gambut diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, sekaligus menjaga ekosistem dan mencegah karhutla agar tidak terus berulang," ucap dia.

Teddy menegaskan, melalui langkah tersebut, pemerintah mendorong pengelolaan gambut yang lebih terintegrasi, mulai dari pencegahan dan deteksi dini hingga penguatan respons di lapangan.

Upaya tersebut melibatkan ilmuwan, profesional, pemerintah daerah, serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan gambut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6