Gubernur Jakarta Pramono Anung Buka Opsi Kerja Sama Bantu Angkut Sampah Banten

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka opsi kerja sama berupa bantuan pengangkutan sampah dengan Pemerintah Provinsi Banten.

Diterbitkan 04 Februari 2026, 22:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • DKI Jakarta tawarkan bantuan transportasi sampah kepada Pemprov Banten.
  • Kolaborasi lintas wilayah penting atasi masalah sampah dan air bersih.
  • Kerja sama ini bertujuan saling mengisi kebutuhan antara Jakarta dan Banten.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka opsi kerja sama berupa bantuan pengangkutan sampah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Hal ini disampaikan langsung oleh Pramono di hadapan Gubernur Banten Andra Soni.

Menurut Pramono persoalan sampah lintas wilayah tidak bisa ditangani secara mandiri, namun membutuhkan kolaborasi antardaerah.

“Karena kami, saya dan Pak Gubernur Banten ini merasa bahwa persoalan yang ada, baik di Jakarta dan Banten ini kalau kita tangani bersama pasti memecahkannya lebih gampang,” kata Pramono usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama MRT Jakarta rute Kembangan-Balaraja di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/2/2026).

Pramono menjelaskan, bentuk bantuan yang dimungkinkan dari Jakarta berkaitan dengan aspek transportasi. Ia menilai, jika persoalan utama berada pada mobilisasi, maka Jakarta memiliki sarana transportasi yang memadai sehingga dapat dimanfaatkan oleh Banten untuk mengangkut sampah.

Meski begitu, ia menegaskan kewenangan lokasi pembuangan sampah tetap berada di pemerintah daerah setempat.

“Kalau memang problemnya adalah transportasi, tentunya Jakarta akan punya alat transportasi yang bisa digunakan. Mengenai pembuangannya, ya tentunya sepenuhnya kewenangan dari Tangerang Selatan,” ujarnya.

 

Pola Kerja Sama Lintas Wilayah

Selain itu, Pramono juga mencontohkan pola kerja sama lintas wilayah lainnya yang dapat ditempuh Jakarta-Banten, melalui pengelolaan sumber daya air yang menguntungkan. Kerja sama itu berupa pengembangan Bendung Polor di wilayah Banten yang berpotensi memberikan manfaat ganda, baik bagi pengendalian banjir maupun penyediaan air bersih.

“Kalau Bendung Polor itu dikembangkan, maka akan memberikan keuntungan bagi Banten karena mempunyai catchment area untuk menahan banjir. Bagi Jakarta, air tersebut bisa digunakan untuk menjadi air bersih yang akan dikelola oleh PAM Jaya,” kata Pramono.

Menurut dia, pendekatan kolaboratif semacam itu juga relevan diterapkan dalam penanganan sampah, mengingat tantangan lingkungan di kawasan aglomerasi Jakarta–Banten saling berkaitan. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun kerja sama yang saling mengisi dengan Pemerintah Provinsi Banten.

“Jadi intinya begini, kami ingin untuk saling mengisi,” tandas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6