Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik 2.000 perwira TNI dan Polri lulusan Angkatan Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) 2025 di halaman Istana Merdeka pada Rabu 23 Juli 2025.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, prosesi upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri dimulai pukul 07.50 WIB. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di lokasi upacara pada pukul 07.56 WIB. Sedangkan Prabowo tiba di mimbar upacara pukul 08.00 WIB. Prabowo bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Adapun, pelantikan Prasetya Perwira TNI-Polri berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 56/TNI/2025 dan Keppres Nomor 57/Polri/2025 tentang Pengangkatan Taruna-Taruni Akademi Tentara Nasional Indonesia dan Akademi Kepolisian menjadi Perwira TNI dan Perwira Polri.
Advertisement
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto memberikan beberapa pesan kepada para perwira remaja TNI-Polri.
Salah satunya, ia mengatakan TNI-Polri harus menjadi tentara dan polisi pejuang sebab mereka benteng terakhir kemerdekaan Indonesia.
"TNI dan Polri adalah tiang tegaknya republik kita, TNI dan Polri adalah benteng-benteng terakhir kemerdekaan dan kedaulatan kita. Jadilah tentara rakyat, tentara nasional, tentara pejuang," ujar Prabowo saat melantik 2.000 perwira remaja TNI-Polri di halaman Istana Merdeka Jakarta, Rabu 23 Juli 2025.
Lalu, Kepala negara itu juga meminta perwira remaja TNI-Polri tak mengingkari janji dan sumpah yang telah diucap kepada bangsa dan negara.
Prabowo menegaskan, dalam sumpah tersebut para perwira menyatakan kesediaannya untuk berkorban jiwa dan raga demi membela tanah air dan melindungi rakyat. Terlebih, mereka juga telah menyampaikan siap mati untuk Indonesia.
"Saudara-saudara perwira remaja, putra-putri terbaik bangsa berdiri dihadapan saya sebagai Presiden, sebagai panglima tertinggi, saudara menyatakan siap mati untuk bangsa ini," kata Prabowo.
Berikut sederet pesan Presiden Prabowo Subianto saat melantik 2.000 perwira TNI dan Polri lulusan Akmil dan Akpol 2025 dihimpun Tim News Liputan6.com:
Â
1. Ingatkan Harus Selalu Mencintai Masyarakat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5292343/original/067100700_1753251374-1.jpg)
Presiden Prabowo Subianto meminta para perwira remaja TNI-Polri untuk menjadi polisi dan tentara yang selalu membela serta mencintai masyarakat.
Dia mengatakan TNI-Polri harus menjadi tentara dan polisi pejuang sebab mereka benteng terakhir kemerdekaan Indonesia.
"TNI dan Polri adalah tiang tegaknya republik kita, TNI dan polri adalah benteng-benteng terakhir kemerdekaan dan kedaulatan kita. Jadilah tentara rakyat, tentara nasional, tentara pejuang," kata Prabowo saat melantik 2.000 perwira remaja TNI-Polri di halaman Istana Merdeka Jakarta, Rabu 23 Juli 2025.
"Jadilah polisi rakyat, polisi nasional, polisi pejuang. Selalu membela rakyatmu, selalu cintai rakyatmu. Kau adalah anak kandung dari rakyat Indonesia," sambungnya.
Â
Advertisement
2. Tegaskan Jangan Pernah Ingkar Sumpah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5291961/original/036583500_1753237702-c57c7977-0310-41e2-a96a-41a85a7c0419.jpg)
Presiden Prabowo Subianto juga meminta perwira remaja TNI-Polri tak mengingkari janji dan sumpah yang disampaikan kepada bangsa dan negara. Dia menuturkan, para perwira remaja TNI-Polri telah menyatakan rela berkorban jiwa dan raga untuk membela negara dan rakyat.
"Saudara telah mengucapkan janji yang suci disaksikan oleh Tuhan Maha Besar dan seluruh rakyat Indonesia bahwa saudara akan menjadi perwira TNI dan Polri dengan sungguh-sungguh. Saudara telah menyatakan rela berkorban jiwa dan raga untuk membela negara, bangsa, dan rakyat kita," kata Prabowo.
Dia mengingatkan para perwira remaja TNI-Polri harus menghayati sumpah dan janji yang disampaikan. Terlebih, mereka juga telah menyampaikan siap mati untuk Indonesia.
"Saudara-saudara perwira remaja, putra-putri terbaik bangsa berdiri dihadapan saya sebagai Presiden, sebagai panglima tertinggi, saudara menyatakan siap mati untuk bangsa ini," ujarnya.
"Hari ini saya bangga melihat saudara-saudara, putra-putri terbaik berdiri tegak yakin dengan sumpahmu. Jangan pernah ingkar sumpahmu," sambung Prabowo.
Â
3. Sebut Masyarakat Menunggu Pengabdian TNI-Polri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5291990/original/047823500_1753238835-03b384ea-0b98-4949-a58d-fdfa4876ab33.jpg)
Di sisi lain, Prabowo menuturkan bahwa saat ini kehormatan bangsa dan keselamatan rakyat berada di pundak para perwira remaja TNI-Polri.
Dia menyebut masyarakat menunggu pengabdian dan pengorbanan para perwira remaja TNI-Polri.
"Kedaulatan bangsa, kehormatan bangsa, keselamatan rakyat ada di pundakmu. Diharapkan oleh rakyat, dinantikan oleh rakyat, pengabdianmu, baktimu, dan bila perlu pengorbananmu yang terakhir," papar Prabowo.
Â
Advertisement
4. Minta TNI-Polri Menghayati dan Menyimak Apa yang Telah Diucapkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2786783/original/041160500_1556084267-20190424-Prabowo-Turut-Hadir-di-HUT-Kopassus-FANANI-5.jpg)
Prabowo menuturkan perwira TNI-Polri telah berjanji rela berkorban jiwa dan raga untuk membela negara, bangsa, dan rakyat.
"Tolonglah dihayati dan disimak apa yang saudara telah ucapkan. Hari ini dihadapan seluruh rakyat Indonesia, dihadapan Tuhan yang maha besar saudara telah menyatakan, merelakan jiwa dan ragamu untuk bangsa dan negara," tuturnya.
"Saudara-saudara perwira remaja, putra-putri terbaik bangsa berdiri dihadapan saya sebagai Presiden, sebagai panglima tertinggi, saudara menyatakan siap mati untuk bangsa ini," imbuh Prabowo.
Dia menyampaikan kedaulatan, kehormatan, dsn keselamatan masyarakat saat ini ada di pundak perwira remaja TNI-Polri. Prabowo mengatakan para perwira remaja harus memberikan pengorbanan terakhir kepada masyarakat.
"Kedaulatan bangsa, kehormatan bangsa, keselamatan rakyat ada di pundakmu. Diharapkan oleh rakyat, dinantikan oleh rakyat, pengabdianmu, baktimu, dan bila perlu pengorbananmu yang terakhir," ujar Prabowo.
Â
5. Ingatkan Kita Harus Siap, Negara Indonesia Pasti Akan Ditantang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5291962/original/096664300_1753237702-3400e0e7-d0e2-4c4a-8b53-a68e5e9b76f7.jpg)
Lalu, Presiden Prabowo Subianto mewanti-wanti para perwira remaja TNI-Polri bahwa Indonesia akan dilindas dan diganggu oleh bangsa lain. Untuk itu, kata dia, Indonesia harus menjadi negara yang kuat agar tak dipecah dan tunduk kepada bangsa lain.
"Kita harus siap bahwa negara kita pasti akan ditantang, pasti akan diganggu, kalau kita tidak kuat kita akan dilindas oleh bangsa lain. Kita akan dipecah, kita akan dipaksa untuk tunduk kepada kepentingan bangsa lain," kata Prabowo.
Dia mengingatkan kemerdekaan yang direbut Indonesia dengan darah, air mata, keringat, dan air mata. Tak hanya itu, Prabowo mengatakan bangsa Indonesia juga diperlakukan lebih rendah daripada hewan selama ratusan tahun dijajah.
Oleh sebab itu, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia menuntut pengabdian tertinggi dari perwira TNI-Polri. Dia meminta para perwira remaja merelakan jiwa serta raga agar Indonesia selamat dan kuat.
"Ingat ini adalah warisan yang kau terima. Bangsamu, menuntut dari kau pengabdian yang tertinggi dan bila perlu sebagaimana telah kau sumpah, bila perlu saudara rela korbankan jiwa dan ragamu agar Indonesia selamat dan Indonesia kuat," tutur Prabowo.
Menurut dia, TNI-Polri adalah benteng-benteng terakhir kemerdekaan dan kedaulatan kita. Prabowo pun berpesan kepada perwira remaja TNI-Polri untuk menjadi tentara rakyat dan pejuang.
"Jadilah tentara rakyat, tentara nasional, tentara pejuang. Jadilah polisi rakyat, polisi nasional, polisi pejuang. Selalu membela rakyatmu, selalu cintai rakyatmu. Kau adalah anak kandung dari rakyat Indonesia," jelas Prabowo.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4770992/original/021555100_1710314130-Infografis_SQ_Siap-Siap_Personel_TNI_Polri_Bisa_Isi_Jabatan_ASN.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311589/original/001361600_1785409060-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5292346/original/097761300_1753251377-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3594220/original/032588200_1633508023-peristiwa-5-oktober-lahirnya-tentara-nasional-indonesia-begini-sejarahnya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184984/original/001805500_1744356237-Prabowo_Subianto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312485/original/068653900_1785498847-b2f8323a-166a-445d-9eb1-b20b3f3f932d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308995/original/095155200_1785213951-LOGO_HARBAK_TNI_AU_79-1126849-6001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307822/original/097583400_1785112363-Warga_dan_keluarga_korban_penganiayaan_TNI_mendatangi_rumah_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307772/original/023712800_1785073446-joko-bidhumas-preskon-pom.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/44632/original/tni-ilustrasi--130604c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4800730/original/023924000_1713004072-Screenshot_20240413_154231_WhatsApp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715363/original/041394300_1782801197-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_13.19.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304620/original/094760400_1784724402-Zul_Arsyi_Dilantik_Jadi_Perwira_TNI_di_Istana_Negara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2877129/original/012648500_1565279485-BORGOL-Ridlo.jpg)