Hari Kedua Armuzna, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah Tinggalkan Muzdalifah Menuju Mina

Petugas Linjam PPIH Arab Saudi memastikan seluruh jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan wilayah Muzdalifah pada hari kedua Armuzna, Jumat (6/6/2025) pukul 09.40 WAS untuk melanjutkan mabit di Mina.

Diperbarui 06 Juni 2025, 17:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tahapan jemaah haji Indonesia untuk Mabit (menginap) di Muzdalifah dinyatakan selesai. Pada hari kedua puncak haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) ini, seluruh jemaah haji Indonesia dipastikan sudah meninggalkan area Muzdalifah, Jumat (6/6/2025) atau 10 Zulhijah 1446 H. 

Kepala Bidang Pelindungan Jemaah (Kabid Linjam) PPIH Arab Saudi yang juga Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Armuzna, Harun Al Rasyid mengatakan, seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Muzdalifah menuju Mina.

Setelah menyelesaikan prosesi Wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah atau Kamis, 5 Juni 2025, jemaah haji Indonesia secara bertahap diberangkatkan menuju Muzdalifah usai masuk waktu Magrib untuk mabit atau bermalam.

Setelah lewat tengah malam, seluruh jemaah secara bertahap diberangkatkan menuju Mina untuk menjalankan rangkaian puncak ibadah haji lainnya.

“Hari ini, kami berada di Muzdalifah, tepatnya Jumat, 10 Zulhijjah 1446 H, telah dilaksanakan mabit seluruh jemaah haji Indonesia. Pagi ini, tepatnya pukul 09.40 WAS, Muzdalifah kami nyatakan clear,” ujar Harun, seperti dikutip dari laman kemenag.go.id, Jumat.

“Jemaah haji Indonesia seluruhnya telah terdorong menuju Mina. Semoga keberkahan menyertai kita semua,” sambungnya.

 

Rangkaian Wukuf di Arafah Selesai

Sebelumnya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief juga telah mengumumkan selesainya tahapan puncak haji di Arafah.

Dia melaporkan, seluruh jemaah haji Indonesia sudah diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina pada 10 Zulhijjah 1446 H pukul 03.30 dini hari waktu setempat.

“Kami ingin sampaikan bahwa alhamdulillah pada hari ini, 10 Zulhijjah 1446 H, pukul 03.30 kami nyatakan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia dari Arafah sudah terevakuasi ke Muzdalifah dan juga Mina,” terang Hilman Latief di Arafah.

“Dengan ini kami nyatakan bahwa penyelenggaraan haji di Arafah kami tutup,” sambungnya.

“Insya Allah jemaah haji Indonesia mendapat haji mabrur,” tandasnya.

Setelah sampai Mina, jemaah akan melakukan lontar jumrah Aqabah pada 10 Zulhijjah, serta lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada Hari Tasyriq. Jemaah yang mengambil nafar Awal akan kembali ke Makkah pada 12 Zulhijjah sebelum terbenam matahari. Sementara jemaah yang mengambil Nafar Tsani akan kembali ke Makkah pada 13 Zulhijjah 1446 H.   

Sejarah, Ambulans Indonesia Boleh Masuk Arafah dan Mina

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberikan sejumlah kemudahan kepada pemerintah Indonesia terkait pelaksanaan ibadah haji 1446 H/2025 M. Tahun ini, mobil ambulans milik tim medis Indonesia diizinkan masuk ke area tenda Arafah dan Mina untuk mengevakuasi jemaah haji yang sakit.

Kebijakan ini menjadi yang pertama dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi karena mengizinkan mobil ambulans tim medis Indonesia masuk ke area Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

"Sebenarnya tidak boleh ada ambulans yang masuk di area tenda Arafah dan Mina, kecuali ambulans Arab Saudi. Tapi setelah kita lobi, kita boleh menyediakan ambulans masuk ke area Arafah dan Mina," ujar Menag Nasaruddin di Makkah, seperti dikutip dari Antara, Kamis (5/6/2025).

Menag mengatakan, kebijakan itu adalah bentuk dari perhatian yang serius dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kepada Indonesia, sebagai negara yang memiliki jumlah jemaah haji terbanyak di dunia.

 

Hanya Berlaku untuk Indonesia

Menurut Menag, Pemerintah Arab Saudi mengizinkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk menyediakan fasilitas ambulans di tenda Arafah dan Mina. Kebijakan ini hanya berlaku untuk Indonesia.

"Kita merupakan satu-satunya negara yang dibolehkan untuk ini," ujar Menag Nasaruddin.

Pemerintah Arab Saudi juga memberikan kemudahan bagi jamaah Indonesia berupa diizinkannya kembali operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah.

Sebagai informasi, saat ini seluruh jemaah haji Indonesia sudah berada di Arafah untuk melaksanakan Wukuf. Jamaah akan menjalani ibadah wukuf di tenda masing-masing.

Rangkaian wukuf di Arafah diawali dengan khutbah wukuf, salat jama’ qashar Dzuhur dan Ashar, serta dzikir dan doa.

Wukuf dimulai setelah masuk waktu Dzuhur atau sekitar pukul 12.20 Waktu Arab Saudi. Di tenda misi haji, Khutbah Wukuf akan disampaikan oleh Katim Am PBNU, KH Ahmad Said Asrori dengan tema ‘Wukuf Di Arafah; Meneguhkan Persaudaraan dan Semangat Kebangsaan’. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6