Gerindra Belum Dapat Sinyal Reshuffle Kabinet dari Prabowo: Para Menteri Harus Bekerja Lebih Aktif Lagi

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengaku belum mendapat informasi dari Presiden Prabowo Subianto terkait kabar akan dilakukannya reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Diterbitkan 23 Mei 2025, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengaku belum mendapat informasi dari Presiden Prabowo Subianto terkait kabar akan dilakukannya reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

 

"Sejauh ini saya belum mendapatkan informasi tentang pandangan dan pemikiran tersebut dari presiden. Sejauh ini belum (ada reshuffle kabinet)," kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Meski demikian, Muzani berharap para menteri bekerja lebih ekstra dan lebih aktif dari pada saat ini.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI ini meminta seluruh menteri bekerja seiring sirama dengan Prabowo.

"Cuman kami berharap para menteri bekerja lebih aktif lagi, ikuti langkah dan irama presiden. Ketika presiden berlangkah dalam 20 langkah maka para menteri dan pembantunya berarti juga mengikuti langkah yang sama dari presiden. Ketika presiden berputar ke kanan, ikutilah langkah ke kanan dan seterusnya,” kata dia.

 

Mencuat Kabar Airlangga Jadi Dubes AS

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto enggan menanggapi kabar dirinya akan menjadi duta besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Amerika Serikat (AS).

Hal ini menyusul adanya isu Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet. Salah satu yang kena reshuffle adalah Airlangga.

Saat ditanya mengenai isu reshuffle kabinet, Airlangga menyatakan tidak mengetahuinya. Sementara saat dikonfirmasi soal kabar dirinya menjadi Dubes AS, Airlangga hanya diam dan melempar senyum ke awak media.

"Enggak paham. Terima kasih," kata Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 22 Mei 2025.

Seperti diketahui, posisi Dubes RI untuk AS kosong sejak Rosan Roeslani dilantik Presiden ketujuh Joko Widodo alias Jokowi menjadi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 2023.

Hingga kini, Presiden Prabowo Subianto belum menunjuk sosok untuk mengisi posisi Dubes AS.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6