Inovasi hingga Ekspansi Global, Raksasa Susu China Yili Bisa Raup Rp22 Triliun per Tahun

Tercatat Yili memiliki produk-produk seperti susu cair, susu bubuk, yogurt, es krim, keju, hingga mentega tawar. Produk susu Yili juga telah tersedia di lebih dari 60 negara dan wilayah.

Diterbitkan 13 Mei 2025, 08:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Raksasa produk susu asal China, Yili meraup keuntungan hingga lebih dari 10 miliar RMB atau setara dengan Rp22 triliun per tahunnya. Adapun Yili termasuk lima besar produsen susu terbesar di dunia.

Pada 29 April, Yili juga telah mengumumkan hasil keuangan mereka. Bahkan, selama tahun fiskal 2024, Yili berhasil meraup pendapatan sangat besar dengan total 115,78 miliar RMB atau sekitar Rp254,7 triliun. 

“Keuntungan per tahun sekitar 11 sampai 12 miliar RMB per tahun,” kata General Manager National Dairy Technology Innovation Center of Yili Group He Jian kepada Liputan6.com di Hohhot, Inner Mongolia, China, Senin (12/5/2025). 

Yili berkantor pusat di Hohhot, Inner Mongolia. Yili juga berekspansi secara luas hingga punya fasilitas produksi di 14 negara, seperti PT Yili Indonesia Dairy di Bekasi, Jawa Barat, hingga Oceania Dairy Limited di Selandia Baru. 

Tercatat Yili memiliki produk-produk seperti susu cair, susu bubuk, yogurt, es krim, keju, hingga mentega tawar. Produk susu Yili juga telah tersedia di lebih dari 60 negara dan wilayah.

Merek andalan Yili seperti Cremo dan Joyday juga bersaing dengan baik di Asia Tenggara. Bahkan, masing-masing menempati peringkat tiga besar merek es krim di Indonesia hingga Thailand.

He Jian menyampaikan, Yili mengelola sendiri peternakan sapi perah penghasil susu sebagai bagian dari strategi integrasi vertikal dalam industri susu. Pada 2025 ini, Yili mempunyai 1 juta sapi. 

“Rata-rata produktivitas sapi di peternakan kami saat ini mencapai sekitar 14 ekor sapi per tahun, yang setara dengan produksi 40 kilogram susu per hari,” jelas He Jian. 

He Jian menyebut, guna memastikan kualitas dari susu yang dihasilkan, sapi-sapi di peternakan Yili juga diberikan suplemen khusus berbahan dasar ekstrak tumbuhan yang disebut bisa mengurangi emisi gas metana dari sapi hingga 20 persen. Yili juga secara aktif melakukan sejumlah inovasi, semisal mengembangkan formula susu bayi yang mendekati komposisi dan manfaat air susu ibu (ASI). Produk dirancang dengan meniru nutrisi alami ASI, namun tetap fokus pada peningkatan sistem kekebalan dan kesehatan pencernaan bayi.

Lebih lanjut, Yili juga telah mengembangkan es krim rendah kalori melalui inovasi produk seperti Iceology, yang merupakan es krim tanpa lemak dan tanpa kalori. 

“Komponen di dalamnya bersifat tanpa kalori, yang merupakan hal yang sangat menarik. Kami telah mengaplikasikannya ke dalam produk seperti keju dan es krim,” ucap He Jian.       

Kembangkan Teknologi Anti-Lengket

Lebih lanjut, pada aspek lingkungan Yili juga mengembangkan berbagai inovasi kemasan produk susu. Misal, menggunakan teknologi mikrogelembung untuk mengurangi berat kemasan, serta teknologi antimikroba yang memungkinkan produk susu diproduksi tanpa bahan pengawet. 

“Kami (juga) mengembangkan teknologi anti-lengket untuk kemasan, sehingga produk seperti yogurt tidak menempel pada dinding wadah. Hal ini membantu mengurangi limbah makanan sekaligus memudahkan proses daur ulang,” ujar He Jian.

Selain itu, He Jian bilang baru-baru ini Yili juga mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI dalam proses produksi. AI digunakan untuk mendeteksi cacat pada produk melalui deteksi visual secara daring (dalam jaringan).  

“Kami telah mengimplementasikan AI di seluruh lini industri, mulai dari optimalisasi performa sapi, pembelajaran mesin, hingga rantai pasokan,” kata dia.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6