Impor dari China Melonjak, Mesin dan Elektronik Kuasai Pasar Indonesia

BPS mencatat impor Indonesia dari China mencapai US$ 39,27 miliar sepanjang Januari-Mei 2026. Mesin, elektronik, dan plastik menjadi komoditas utama yang masuk.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat China masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dari sisi impor. Sepanjang Januari-Mei 2026, nilai impor nonmigas Indonesia dari Negeri Tirai Bambu mencapai US$ 39,27 miliar, atau berkontribusi 41,83% terhadap total impor nonmigas nasional.

Besarnya impor dari China terjadi di tengah kenaikan impor Indonesia secara keseluruhan. Pada Mei 2026, nilai impor nasional mencapai US$ 24,81 miliar, meningkat 22,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan impor terjadi baik pada komoditas migas maupun nonmigas.

"Pada bulan Mei 2026 total nilai impor mencapai US$ 24,81 miliar atau meningkat 22,16 persen jika dibandingkan bulan Mei 2025," ujar Ateng, Rabu (1/7/2026).

Menurut BPS, lonjakan impor terutama ditopang oleh kebutuhan industri. Impor bahan baku dan barang penolong mencapai US$ 17,58 miliar, atau naik 25,17% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, impor barang konsumsi meningkat 21,99% menjadi US$ 2,23 miliar, sedangkan impor barang modal naik 12,70% menjadi US$ 5 miliar.

Secara kumulatif, nilai impor Indonesia selama Januari-Mei 2026 mencapai US$ 111,33 miliar, tumbuh 15,24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, impor nonmigas mencapai US$ 93,88 miliar, sedangkan impor migas tercatat US$ 17,45 miliar.

 

Mesin hingga Elektronik Jadi Andalan Impor dari China

BPS mencatat sebagian besar barang yang diimpor Indonesia dari China masih didominasi produk penunjang sektor industri dan manufaktur.

Komoditas terbesar berasal dari kelompok mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya (HS 84) dengan nilai mencapai US$ 8,73 miliar. Di posisi berikutnya terdapat mesin dan perlengkapan elektrik beserta komponennya senilai US$ 8,43 miliar, disusul plastik dan barang dari plastik sebesar US$ 2,33 miliar.

"Impor nonmigas dari Tiongkok mencapai US$ 39,27 miliar. Ini terutama didominasi oleh mesin/peralatan mekanis atau HS 84 dengan sharenya 22,24% dan tumbuh 15,20% secara c-to-c," beber Ateng.

Data tersebut menunjukkan kebutuhan industri nasional terhadap mesin produksi dan komponen pendukung masih sangat bergantung pada pasokan dari China. Selain menjadi mitra dagang terbesar, negara tersebut juga menjadi pemasok utama berbagai barang modal dan bahan baku yang digunakan sektor manufaktur di Indonesia.

 

Jepang dan Australia Masih Masuk Daftar Pemasok Terbesar

Selain China, BPS mencatat Jepang menjadi negara asal impor nonmigas terbesar kedua bagi Indonesia dengan nilai mencapai US$ 5,17 miliar atau berkontribusi 5,51% terhadap total impor nonmigas.

Produk yang paling banyak didatangkan dari Jepang antara lain mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya senilai US$ 1,07 miliar, kemudian besi dan baja sebesar US$ 700 juta, serta kendaraan dan bagiannya senilai US$ 670 juta.

Sementara itu, Australia menempati posisi ketiga dengan nilai impor nonmigas sebesar US$ 5,02 miliar.

Berbeda dengan China dan Jepang yang didominasi produk manufaktur, impor dari Australia lebih banyak berasal dari logam mulia, perhiasan, dan permata. Nilainya mencapai US$ 1,50 miliar, dengan pangsa 29,83% dari total impor nonmigas Indonesia dari Australia. Komoditas tersebut juga mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 216,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data BPS menunjukkan struktur impor Indonesia masih didominasi kebutuhan industri, terutama mesin, komponen elektronik, dan bahan baku. Di sisi lain, China tetap menjadi pemasok utama berbagai komoditas tersebut dengan pangsa yang jauh lebih besar dibandingkan negara mitra dagang lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Impor adalah pemasukan barang dan sebagainya dari luar negeri.
    impor
  • liputan6
    Neraca perdagangan disebut pula sebagai neraca ekspor-impor.
    neraca perdagangan
  • liputan6
    BPS atau Badan Pusat Statistik adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
    BPS
  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China