Pramono Ubah Aturan Galian di Jakarta, Singgung Kondisi TB Simatupang

Kebijakan itu diterapkan agar proyek galian antarinstansi tidak lagi tumpang tindih.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 16:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI Jakarta menerapkan SOP satu galian terpadu untuk pekerjaan utilitas.
  • Tujuannya mencegah tumpang tindih galian antarinstansi dan pembongkaran jalan berulang.
  • Perencanaan terpadu diharapkan membuat proyek lebih efisien dan tidak mengganggu masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerapkan standar operasional prosedur (SOP) satu galian terpadu untuk seluruh pekerjaan utilitas di Jakarta. Kebijakan itu diterapkan agar proyek galian antarinstansi tidak lagi tumpang tindih seperti yang pernah terjadi di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Pramono mengatakan seluruh pekerjaan galian yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, mulai dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, hingga utilitas lainnya, harus direncanakan dan dikerjakan secara terintegrasi.

"Terutama galian SDA, galian Bina Marga, semua galian yang muara tanggung jawabnya ada di Pemerintah DKI Jakarta. Saya minta tidak lagi overlapping seperti kasus yang terjadi di TB Simatupang," kata Pramono usai meninjau penataan Kali Grogol segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).

Menurut Pramono, selama ini pekerjaan galian kerap dilakukan masing-masing instansi secara terpisah. Akibatnya, ruas jalan yang sama harus dibongkar berulang kali untuk pemasangan jaringan utilitas yang berbeda.

Perintah Pramono

Karena itu, ia meminta seluruh perencanaan dilakukan secara terpadu sejak awal agar pelaksanaan proyek lebih efisien dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

"Kalau dilihat, termasuk untuk limbah yang selama ini menjadi persoalan, dulu limbah sendiri, air bersih sendiri, kemudian Bina Marga sendiri. Sekarang saya minta digabungkan, tidak boleh lagi sendiri-sendiri dan perencanaannya harus dibahas bersama," ujar Pramono.

Ia menambahkan pola kerja terintegrasi tersebut mulai diterapkan di sejumlah wilayah, termasuk Menteng dan Jakarta Selatan. Ke depan, sistem itu akan diperluas dalam pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur di Jakarta.

"Maka beberapa yang kalau dilihat terutama di daerah Menteng, Jakarta Selatan dan sebagainya, sekarang menjadi satu. Dan itulah yang saya inginkan," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6