Pramono Ungkap Dampak Normalisasi Kali Cakung Lama untuk Banjir Jakut

Normalisasi dilakukan untuk memperlancar aliran air hingga ke muara sehingga genangan di wilayah yang selama ini rawan banjir dapat lebih cepat surut.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Normalisasi Kali Cakung Lama diharapkan mengurangi banjir signifikan di Kelapa Gading dan Cilincing.
  • Proyek ini diproyeksikan mengurangi 20% banjir, memperlancar aliran air hingga ke muara.
  • Normalisasi sepanjang 2,6 km ditargetkan rampung Maret 2027, fokus pembebasan lahan hilir.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut normalisasi Kali Cakung Lama dapat mengurangi banjir di kawasan Kelapa Gading dan Cilincing, Jakarta Utara.

Menurut Pramono, normalisasi dilakukan untuk memperlancar aliran air hingga ke muara sehingga genangan di wilayah yang selama ini rawan banjir dapat lebih cepat surut.

"Yang paling utama adalah dua kecamatan yaitu Kelapa Gading dan Cilincing pasti akan berkurang secara signifikan," kata Pramono saat meninjau normalisasi Kali Cakung Lama di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).

Dia mengatakan, berdasarkan perhitungan yang dilakukan Pemprov DKI, normalisasi Kali Cakung Lama diproyeksikan dapat mengurangi sekitar 20 persen banjir di kawasan tersebut.

"Tadi saya berdialog dengan masyarakat, mereka menyampaikan kalau dulu banjirnya itu bisa se paha, terutama di Kelapa Gading. Dan dari hasil kalkulasi perhitungan diharapkan bisa mengurangi 20 persen dari banjir yang ada di area ini," ujarnya.

Dia berharap normalisasi tersebut dapat membuat wilayah yang sebelumnya terdampak banjir hingga setinggi lutut atau paha lebih cepat terbebas dari genangan.

"Dan kalau itu bisa dilakukan maka tempat-tempat, yang terutama di Kelapa Gading dan Cilincing yang banjirnya kurang lebih sampai dengan apa dengkul, paha, dan sebagainya, mudah-mudahan segera surut karena airnya pasti akan bisa kedorong sampai dengan muara, sampai dengan laut," kata Pramono.

Lebih lanjut, dia menyampaikan normalisasi Kali Cakung Lama menjadi salah satu dari tiga proyek normalisasi sungai yang menjadi perhatian Pemprov DKI di era kepemimpinannya. Dua lainnya yakni normalisasi Kali Ciliwung dan Kali Krukut.

"Di era saya, saya memang memutuskan bahwa normalisasi itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sehingga dengan demikian ada tiga daerah yang kita lakukan normalisasi. Yang pertama adalah Ciliwung, yang kedua adalah Cakung Lama, yang ketiga adalah Krukut," jelas Pramono.

 

Target Rampung

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan normalisasi Kali Cakung Lama yang ditargetkan rampung pada Maret 2027 memiliki panjang sekitar 2,6 kilometer pada satu sisi atau 5,2 kilometer jika dihitung dua sisi.

Saat ini, lanjut Ika, normalisasi yang telah terselesaikan baru sekitar satu kilometer. Pemprov DKI menargetkan pekerjaan sepanjang 2,6 kilometer tersebut dapat diselesaikan pada Maret 2027.

"Untuk kegiatan sampai dengan Maret 2027 panjangnya kurang lebih 2,6 kilo satu sisi jadi kalau dua sisi menjadi 5,2 kilo. Saat ini baru terselesaikan kurang lebih satu kilo, jadi kami targetkan di Maret 2027, 2,6 kilo sudah diselesaikan Pak Gubernur," kata Ika.

Ika menerangkan, pembebasan lahan untuk normalisasi selanjutnya akan difokuskan pada segmen hilir Kali Cakung Lama. Pembebasan lahan di bagian tersebut dinilai penting karena menjadi titik yang menghambat aliran air menuju muara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6