Liputan6.com, Jakarta - Daun bawang menjadi salah satu bahan dapur yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan, mulai dari mi goreng, bakso, soto, nasi goreng, hingga aneka tumisan. Aromanya yang khas mampu menambah cita rasa sekaligus mempercantik tampilan hidangan. Karena sering digunakan dalam jumlah sedikit tetapi berulang kali, banyak orang harus bolak-balik membeli daun bawang ke pasar atau minimarket. Padahal, jika tidak segera digunakan, daun bawang segar juga mudah layu sehingga sebagian akhirnya terbuang sia-sia.
Kabar baiknya, Anda tidak membutuhkan pekarangan luas untuk menanam daun bawang sendiri di rumah. Dengan memanfaatkan botol plastik bekas air mineral atau botol minyak goreng, siapa pun bisa membuat kebun mini yang hemat tempat sekaligus ramah lingkungan. Selain mengurangi limbah plastik, cara ini juga dapat menghemat pengeluaran rumah tangga karena stok daun bawang segar selalu tersedia kapan pun dibutuhkan. Bahkan, satu rumpun daun bawang yang dirawat dengan baik dapat dipanen berkali-kali tanpa harus menanam ulang dari awal.
Menanam daun bawang di botol bekas juga tergolong mudah sehingga cocok bagi pemula yang baru belajar berkebun. Tanaman ini tidak memerlukan perawatan yang rumit dan mampu tumbuh dengan baik asalkan mendapatkan media tanam, pencahayaan, dan penyiraman yang sesuai. Agar hasilnya maksimal, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sejak tahap persiapan hingga masa panen. Lantas bagaimana cara menanam daun bawang di botol bekas agar tidak perlu beli lagi? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (2/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Pilih Botol Bekas yang Tepat sebagai Wadah Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8962949/original/017872400_1782977138-Botol_Bekas_sebagai_Wadah_Tanam.jpeg)
Botol bekas merupakan media tanam yang praktis, murah, dan mudah ditemukan di rumah. Namun, tidak semua jenis botol cocok digunakan untuk menanam daun bawang. Sebaiknya pilih botol plastik berukuran minimal 1,5 liter atau botol bekas minyak goreng karena memiliki ruang yang cukup bagi akar untuk berkembang. Ukuran wadah yang lebih besar akan membantu media tanam tetap stabil, menyimpan kelembapan lebih lama, serta memberikan ruang bagi rumpun daun bawang untuk tumbuh dengan optimal.
Sebelum digunakan, botol harus dibersihkan terlebih dahulu dari sisa minuman, minyak, atau bahan lain yang dapat memicu pertumbuhan jamur maupun bakteri. Setelah bersih, potong bagian samping botol apabila ingin digunakan secara horizontal, atau potong bagian atasnya jika ingin digunakan sebagai pot vertikal. Jangan lupa membuat beberapa lubang kecil di bagian bawah botol menggunakan paku panas atau bor kecil sebagai saluran drainase. Lubang ini sangat penting agar air siraman tidak menggenang yang dapat menyebabkan akar membusuk.
Selain berfungsi sebagai wadah tanam, botol bekas juga memberikan fleksibilitas dalam penataan kebun rumah. Anda dapat menyusunnya secara vertikal di pagar, menggantungnya pada dinding, atau meletakkannya berjajar di rak tanaman. Dengan cara tersebut, area sempit seperti balkon, teras, atau halaman belakang tetap bisa dimanfaatkan untuk berkebun. Selain menghemat ruang, pemanfaatan botol bekas juga menjadi langkah sederhana dalam mengurangi sampah plastik sekaligus menciptakan lingkungan rumah yang lebih hijau dan produktif.
Advertisement
2. Gunakan Media Tanam yang Gembur dan Kaya Unsur Hara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8962950/original/038854400_1782977138-Media_Tanam.jpeg)
Keberhasilan menanam daun bawang tidak hanya ditentukan oleh bibit yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas media tanam. Daun bawang membutuhkan media yang gembur, mampu menyimpan kelembapan, tetapi tetap memiliki sirkulasi udara yang baik agar akar dapat tumbuh dengan sehat. Media tanam yang terlalu padat akan menghambat perkembangan akar, sedangkan media yang terlalu berpasir membuat air dan nutrisi cepat hilang sehingga tanaman mudah layu.
Campuran media tanam yang ideal dapat dibuat dari tanah taman, kompos atau pupuk kandang matang, dan sekam bakar dengan perbandingan sekitar 1:1:1. Tanah berfungsi sebagai penyangga tanaman sekaligus sumber mineral, kompos menyediakan unsur hara organik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, sedangkan sekam bakar membantu menjaga porositas media sehingga akar memperoleh oksigen yang cukup. Jika tidak memiliki sekam bakar, Anda dapat menggantinya dengan cocopeat atau pasir halus dalam jumlah secukupnya untuk memperbaiki struktur media tanam.
Sebelum dimasukkan ke dalam botol, sebaiknya media tanam dijemur di bawah sinar matahari selama satu hingga dua hari. Langkah sederhana ini membantu mengurangi keberadaan jamur, bakteri, maupun telur hama yang mungkin terdapat di dalam tanah. Setelah itu, isi botol hingga sekitar tiga perempat bagian agar masih tersedia ruang untuk penyiraman dan pertumbuhan akar. Dengan media tanam yang subur dan memiliki drainase yang baik, daun bawang akan lebih cepat beradaptasi, menghasilkan daun yang hijau segar, serta mampu dipanen berkali-kali tanpa mengalami penurunan kualitas.
3. Gunakan Bibit Daun Bawang yang Masih Segar dan Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8962951/original/059272800_1782977138-Bibit_Daun_BAwang.jpeg)
Bibit merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya daun bawang, termasuk jika ditanam menggunakan botol bekas. Banyak orang mengira semua daun bawang yang dijual di pasar bisa langsung ditanam, padahal kualitas bibit sangat memengaruhi kecepatan tumbuh dan hasil panen. Oleh karena itu, pilihlah daun bawang yang masih segar dengan batang berwarna hijau cerah, tidak layu, tidak menguning, dan memiliki akar yang masih utuh. Semakin sehat kondisi bibit, semakin besar peluang tanaman mampu beradaptasi dengan media tanam yang baru.
Cara paling praktis adalah memanfaatkan pangkal daun bawang sisa belanja atau sisa memasak yang masih memiliki akar sepanjang sekitar 3–5 sentimeter. Potong bagian daun yang akan digunakan untuk memasak, lalu sisakan bagian pangkal beserta akarnya. Setelah itu, rendam akar dalam air bersih selama beberapa jam atau semalaman agar kembali menyerap air dan menjadi lebih segar. Tahapan ini membantu mengurangi stres pada tanaman ketika nantinya dipindahkan ke media tanam.
Saat menanam, buat lubang kecil pada media tanam sedalam sekitar 3–5 sentimeter, kemudian masukkan pangkal daun bawang secara perlahan hingga akar tertutup sempurna. Padatkan tanah di sekeliling batang secukupnya agar tanaman berdiri tegak, tetapi jangan menekan terlalu keras karena dapat menghambat pertumbuhan akar baru. Dalam beberapa hari, daun bawang biasanya mulai mengeluarkan tunas baru sebagai tanda bahwa tanaman telah berhasil beradaptasi. Dengan memilih bibit yang sehat sejak awal, pertumbuhan tanaman akan lebih cepat, daunnya lebih hijau, dan hasil panen pun menjadi lebih melimpah.
Advertisement
4. Letakkan Tanaman di Tempat yang Mendapat Sinar Matahari yang Cukup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8962953/original/084531800_1782977138-Daun_Bawang_di_Botol_Bekas.jpeg)
Meskipun dapat tumbuh di berbagai kondisi, daun bawang tetap membutuhkan paparan sinar matahari agar mampu melakukan fotosintesis secara optimal. Proses ini sangat penting karena menjadi sumber energi utama bagi tanaman untuk menghasilkan daun baru yang hijau, segar, dan berukuran lebih besar. Jika tanaman kekurangan cahaya, pertumbuhannya cenderung lambat, batang menjadi kurus, warna daun pucat, dan aroma khas daun bawang menjadi kurang kuat.
Idealnya, letakkan botol bekas berisi tanaman daun bawang di area yang mendapatkan sinar matahari selama 4–6 jam setiap hari. Teras rumah, balkon, jendela yang menghadap timur, atau halaman depan merupakan lokasi yang umumnya cocok. Apabila menggunakan rak tanaman vertikal, pastikan setiap botol memperoleh cahaya secara merata dan tidak tertutup oleh tanaman lain. Posisi tanaman juga dapat diputar secara berkala agar seluruh bagian mendapatkan pencahayaan yang seimbang sehingga pertumbuhannya lebih merata.
Namun, paparan sinar matahari juga perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca. Saat musim kemarau dengan suhu yang sangat tinggi, tanaman dapat diberi naungan paranet atau dipindahkan ke tempat yang hanya menerima sinar matahari pagi. Sebaliknya, ketika musim hujan, usahakan tanaman tetap memperoleh cahaya yang cukup dan tidak terus-menerus terkena air hujan karena media tanam yang terlalu basah dapat memicu pembusukan akar. Dengan pengaturan pencahayaan yang tepat, daun bawang akan tumbuh lebih kokoh, menghasilkan daun yang lebat, serta siap dipanen berkali-kali tanpa mengalami penurunan kualitas.
5. Siram Secukupnya agar Akar Tidak Membusuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5508837/original/011613800_1771619393-IMG-20260221-WA0008.jpg)
Penyiraman merupakan salah satu tahap perawatan yang paling penting dalam budidaya daun bawang di botol bekas. Meskipun tanaman ini menyukai media yang lembap, bukan berarti media tanam harus selalu basah. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pemula adalah menyiram tanaman terlalu banyak dengan anggapan bahwa semakin banyak air, semakin cepat pula tanaman tumbuh. Padahal, kondisi media yang terlalu basah justru membuat akar kekurangan oksigen sehingga rentan membusuk dan akhirnya menyebabkan tanaman layu bahkan mati.
Karena ditanam di dalam botol bekas yang memiliki volume media tanam terbatas, kelembapan tanah cenderung bertahan lebih lama dibandingkan tanaman yang ditanam langsung di tanah. Oleh sebab itu, penyiraman cukup dilakukan satu kali sehari, terutama pada pagi hari. Saat cuaca sangat panas, Anda dapat menambahkan penyiraman ringan pada sore hari apabila media tanam mulai terlihat kering. Sebaliknya, ketika musim hujan, frekuensi penyiraman sebaiknya dikurangi dan disesuaikan dengan kondisi tanah agar tidak terjadi genangan air.
Cara sederhana untuk mengetahui apakah tanaman membutuhkan air adalah dengan menyentuh permukaan media tanam menggunakan jari. Jika bagian atas tanah terasa mulai mengering sekitar 2–3 sentimeter, maka tanaman sudah waktunya disiram. Gunakan air secukupnya hingga keluar sedikit melalui lubang drainase di bagian bawah botol. Penyiraman yang tepat akan menjaga akar tetap sehat, membantu penyerapan unsur hara berlangsung optimal, serta membuat daun bawang tumbuh hijau, segar, dan tidak mudah menguning.
Advertisement
6. Berikan Pupuk Organik Secara Berkala agar Daun Lebih Rimbun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2865851/original/050049700_1564305223-iStock-1150033142.jpg)
Selain memperoleh air dan sinar matahari, daun bawang juga membutuhkan asupan nutrisi agar pertumbuhannya tetap optimal. Seiring waktu, unsur hara yang terdapat di dalam media tanam akan berkurang karena terus diserap oleh akar tanaman. Apalagi media tanam di dalam botol bekas jumlahnya relatif sedikit sehingga cadangan nutrisinya lebih cepat habis dibandingkan tanaman yang ditanam di lahan terbuka. Oleh karena itu, pemberian pupuk secara berkala menjadi langkah penting agar daun bawang tetap tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah.
Pupuk organik merupakan pilihan yang sangat dianjurkan karena mampu memperbaiki struktur media tanam sekaligus menyediakan unsur hara secara bertahap. Anda dapat menggunakan kompos matang, pupuk kandang yang sudah difermentasi, pupuk organik cair (POC), atau pupuk dari limbah dapur seperti air cucian beras yang telah difermentasi. Pemberian pupuk padat dapat dilakukan setiap 3–4 minggu sekali, sedangkan pupuk organik cair dapat diaplikasikan setiap 7–14 hari sesuai dosis yang dianjurkan. Hindari penggunaan pupuk secara berlebihan karena justru dapat menyebabkan daun menguning atau akar mengalami kerusakan.
Selain pupuk organik, Anda juga dapat memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di rumah sebagai nutrisi tambahan. Misalnya, air rendaman kulit pisang yang kaya kalium untuk membantu pertumbuhan tanaman, atau kompos dari sisa sayuran dan daun kering yang telah terurai sempurna. Kombinasi perawatan tersebut akan membuat daun bawang tumbuh lebih cepat, menghasilkan rumpun yang lebih banyak, dan memiliki warna hijau yang segar. Dengan nutrisi yang tercukupi, tanaman akan mampu dipanen berkali-kali tanpa mengalami penurunan kualitas maupun produktivitas.
7. Panen dengan Teknik yang Benar agar Daun Bawang Tumbuh Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494806/original/086660900_1770342507-Gemini_Generated_Image_lbaa7lbaa7lbaa7l.png)
Banyak orang mengira bahwa daun bawang hanya bisa dipanen satu kali, padahal tanaman ini dapat menghasilkan panen berulang apabila dipanen dengan teknik yang tepat. Kesalahan yang sering dilakukan adalah mencabut seluruh tanaman beserta akarnya ketika membutuhkan daun bawang untuk memasak. Cara ini memang memberikan hasil instan, tetapi membuat tanaman tidak memiliki kesempatan untuk tumbuh kembali sehingga Anda harus menanam ulang dari awal. Padahal, salah satu keunggulan daun bawang adalah kemampuannya menghasilkan tunas baru setelah dipanen.
Teknik panen yang benar adalah memotong bagian daun menggunakan gunting atau pisau yang tajam dan bersih, kemudian menyisakan pangkal batang sekitar 3–5 sentimeter dari permukaan media tanam. Bagian pangkal inilah yang nantinya akan mengeluarkan tunas baru dalam beberapa hari. Setelah panen, lakukan penyiraman secukupnya dan berikan pupuk organik ringan agar tanaman memperoleh nutrisi untuk membentuk daun-daun baru. Dengan perawatan yang konsisten, daun bawang umumnya sudah mulai tumbuh kembali dalam waktu satu hingga dua minggu.
Selain memperhatikan teknik pemotongan, waktu panen juga memengaruhi kualitas daun bawang. Sebaiknya panen dilakukan pada pagi hari ketika suhu udara masih sejuk dan kandungan air di dalam daun masih tinggi. Daun bawang yang dipanen pada waktu tersebut biasanya lebih segar, renyah, dan memiliki aroma yang lebih kuat. Hindari memotong terlalu banyak daun dalam satu waktu apabila tanaman masih berukuran kecil. Sisakan beberapa helai daun agar proses fotosintesis tetap berlangsung sehingga pertumbuhan tunas baru menjadi lebih cepat.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menanam Daun Bawang di Botol Bekas agar Tidak Perlu Beli Lagi
1. Apakah daun bawang bisa ditanam di botol bekas?
Ya. Daun bawang sangat cocok ditanam di botol bekas asalkan botol memiliki lubang drainase dan diisi media tanam yang subur serta gembur.
2. Botol bekas seperti apa yang paling cocok digunakan?
Botol plastik berukuran 1,5 liter, botol 2 liter, atau botol bekas minyak goreng merupakan pilihan yang ideal karena memberikan ruang yang cukup bagi perkembangan akar.
3. Berapa lama daun bawang mulai tumbuh setelah ditanam?
Jika menggunakan pangkal daun bawang yang masih memiliki akar, tunas baru biasanya mulai muncul dalam waktu 5–10 hari, sedangkan panen pertama dapat dilakukan sekitar 30–45 hari, tergantung perawatan dan kondisi lingkungan.
4. Apakah daun bawang membutuhkan sinar matahari penuh?
Daun bawang memerlukan sinar matahari sekitar 4–6 jam setiap hari agar pertumbuhannya optimal. Namun, saat cuaca sangat terik, tanaman sebaiknya diberi naungan ringan agar daun tidak mudah layu.
5. Seberapa sering daun bawang perlu disiram?
Penyiraman umumnya dilakukan satu kali sehari pada pagi hari. Saat musim kemarau yang sangat panas, penyiraman tambahan di sore hari dapat dilakukan jika media tanam mulai mengering.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8961423/original/037519900_1782976474-Menanam_Daun_Bawang_di_Botol_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459192/original/070567200_1767155701-kebun_daun_bawang_dari_botol_plastik_bekas_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8965709/original/018208600_1782978698-17646437465375076649.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8958786/original/017476200_1782975286-tanaman_peneduh_teras_4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3553329/original/062244800_1630061155-Ilustrasi_DANA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5222075/original/032721200_1747381977-medium-shot-colleagues-working-as-team.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8964994/original/069919500_1782978352-Menabung_Emas_Digital.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8953625/original/016455800_1782972235-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__01_00_35_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8958634/original/081135100_1782975221-Inspirasi_Dapur_Belakang_Semi_Terbuka_agar_Tidak_Panas_dan_Tetap_Nyaman_Sepanjang_Hari.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545159/original/051884000_1775128207-Daun_Bawang.jpg)