Liputan6.com, Jakarta Banyak orang bertanya, kode +86 negara mana ketika melihat panggilan masuk atau pesan dari nomor dengan awalan tersebut di layar ponsel mereka. Kode +86 adalah kode telepon internasional yang ditetapkan untuk Republik Rakyat China (Tiongkok), dan menjadi identitas negara tersebut di jaringan telekomunikasi global.
Kode ini merupakan bagian dari rencana penomoran global yang dikelola oleh International Telecommunication Union (ITU), yang memastikan setiap negara memiliki pengenal unik untuk keperluan telekomunikasi. Memahami arti +86 negara mana sangat penting, terutama di era komunikasi lintas batas yang semakin intens seperti sekarang.
Dilansir dari Worldometers, kode panggil negara China adalah +86 dengan kode ISO 3166-1 alfa-3 CHN dan kode alfa-2 CN. Dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa, China memiliki salah satu sistem telekomunikasi terbesar di dunia yang mendukung ratusan juta pengguna ponsel seluler setiap harinya.
Advertisement
Pengertian Kode Telepon Internasional dan Arti +86 Negara Mana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2557550/original/081162600_1545966896-China.jpg)
Kode telepon internasional, atau sering disebut country calling code, adalah awalan numerik yang harus ditambahkan sebelum nomor telepon lokal saat melakukan panggilan ke negara lain. Kode telepon, yang juga dikenal sebagai kode negara, adalah prefiks numerik yang ditekan sebelum nomor telepon rumah atau ponsel untuk mengarahkan panggilan ke negara atau wilayah yang tepat. Tanpa kode ini, panggilan internasional tidak akan tersambung ke tujuan yang benar.
Kode 86 adalah kode telepon negara yang ditetapkan untuk Republik Rakyat China oleh International Telecommunication Union (ITU), dan berfungsi sebagai prefiks untuk nomor telepon negara tersebut dalam panggilan internasional. Jadi, ketika muncul pertanyaan +86 negara mana, jawabannya secara tegas adalah China atau Tiongkok. Ketika Anda melihat nomor telepon yang diawali dengan +86, itu berarti nomor tersebut terdaftar di China dan mengikuti sistem penomoran negara tersebut.
Mengacu pada standar ITU-T Recommendation E.164, E.164 adalah standar internasional yang mendefinisikan rencana penomoran untuk jaringan telepon publik di seluruh dunia, dengan format umum untuk nomor telepon internasional yang dibatasi hingga maksimal 15 digit, terbagi menjadi kode negara satu hingga tiga digit dan nomor pelanggan maksimal dua belas digit.
Kode +86 mendukung tiga format penulisan: +86 (notasi standar internasional), 0086 (notasi prefiks internasional), dan 86 (notasi sederhana). Perlu dicatat, dalam komunikasi internasional, penulisan "86" tidak boleh ditulis sebagai "086", melainkan format yang benar adalah "+86" atau "0086".
Baca juga: 234 Kode Negara Mana? Simak Penjelasannya
Advertisement
Sejarah Penetapan Kode +86 untuk China oleh ITU
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8712803/original/040972700_1782794577-10472856328059829984.jpeg)
Sejarah di balik penetapan kode +86 untuk China berkaitan erat dengan perkembangan sistem telekomunikasi global pada pertengahan abad ke-20. Tahun 1968 menjadi tahun yang sangat penting dalam sejarah telekomunikasi China, karena pada tahun itulah International Telecommunication Union (ITU) secara resmi mengesahkan kode negara +86 untuk China. Penetapan ini merupakan bagian dari upaya standardisasi kode panggil internasional yang bertujuan menyederhanakan komunikasi antar negara di seluruh dunia.
ITU sendiri adalah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab atas teknologi informasi dan komunikasi, dan China telah bergabung dengan organisasi pendahulunya, International Telegraph Union, sejak tahun 1920, kemudian pada Mei 1972, ITU memulihkan kedudukan sah Republik Rakyat China. Berdasarkan data Bandwidth, pada tahun 1964, standar E.29 diperluas dengan sistem kode global berdasarkan zona penomoran dunia, lalu pada White Book tahun 1968, definisi kode negara dipindahkan ke Rekomendasi ITU E.161, dan edisi pertama E.164 diterbitkan pada tahun 1988.
Pada masa awal penetapannya, China masih merupakan negara yang relatif terisolasi sehingga kode +86 belum banyak digunakan, namun seiring pertumbuhan ekonomi China pada dekade 1980-an dan 1990-an, kode +86 menjadi semakin penting dan kini merupakan salah satu kode negara yang paling sering dihubungi di dunia.
Kode ini distandarisasi pada tahun 1990-an, menggantikan format kode akses internasional 0086 yang sebelumnya digunakan. Sejak saat itu, infrastruktur telekomunikasi China berkembang pesat. Sebagaimana dilaporkan IBISWorld, selama lima tahun terakhir hingga 2024, jumlah pengguna ponsel di China meningkat dengan laju tahunan 2,1% hingga mencapai 1,8 miliar.
Baca juga: Apa Beda Panggilan +62 dan 0?
Cara Menggunakan Kode +86 untuk Menelepon ke China dari Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2938410/original/014826600_1571030350-anastasia-leonova-r55b-AVKwak-unsplash.jpg)
Menelepon ke China dari Indonesia sebenarnya tidak sulit selama Anda memahami format panggilan yang benar. Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang perlu diikuti untuk melakukan panggilan internasional ke China menggunakan kode +86.
Mengutip buku Schaum's: Computer Networking (2004), "Lembaga Internasional yang berwenang mengatur penetapan kode-kode negara adalah International Telecommunication Union (ITU) dan spesifikasi baku untuk penomoran di dalam sebuah jaringan telepon dikenal sebagai standar ITU-E.164." Standar inilah yang menjadi dasar penggunaan kode +86 saat menelepon dari dan ke luar negeri.
- Tekan kode akses internasional. Dari Indonesia, Anda bisa menggunakan awalan 001, 007, 008, atau cukup menekan tanda "+" pada ponsel.
- Masukkan kode negara China: 86. Tekan +86 karena kode ini mengidentifikasi China di jaringan telepon global.
- Tambahkan kode area (untuk telepon rumah). Untuk menelepon telepon rumah di Beijing dari luar negeri, format yang digunakan adalah +86 10 XXXX XXXX. Hilangkan angka "0" di depan kode area.
- Masukkan nomor telepon tujuan. Untuk ponsel China, formatnya adalah +86 diikuti 11 digit nomor ponsel. Format internasional untuk nomor ponsel adalah +86-1XX-XXXX-XXXX, di mana 1XXXXXXXXXXX adalah nomor ponsel 11 digit lengkap.
- Tekan tombol panggil. Pastikan Anda memiliki pulsa yang cukup karena tarif panggilan internasional lebih mahal dibandingkan panggilan lokal.
Sebagai contoh praktis, jika Anda ingin menelepon nomor ponsel China 138-1234-5678 dari Indonesia, format yang harus ditekan adalah: +86 13812345678. Sedangkan untuk telepon rumah di Shanghai dengan nomor lokal 12345678, formatnya adalah: +86 21 12345678.
Baca juga: Cara Kirim Pesan WhatsApp Tanpa Simpan Nomor
Advertisement
Sistem Kode Area dan Format Nomor Telepon di China
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8712804/original/013175600_1782794581-arthur-wang-6hHyo_w0D1c-unsplash.jpg)
Memahami +86 negara mana saja tidak cukup tanpa mengetahui sistem kode area di baliknya. Sistem penomoran telepon di China termasuk salah satu yang paling kompleks di dunia. Sebagaimana dikutip dari Baike Baidu, sistem kode area China menggunakan struktur hierarkis bertingkat, dengan kode area kota dua digit (misalnya Beijing: 10, Shanghai: 21) dan tiga digit (misalnya Ürümqi: 991).
Berikut adalah daftar kode area beberapa kota besar di China yang sering dibutuhkan:
| Kota | Kode Area | Format Panggilan Internasional |
|---|---|---|
| Beijing | 10 | +86 10 XXXX XXXX |
| Shanghai | 21 | +86 21 XXXX XXXX |
| Guangzhou | 20 | +86 20 XXXX XXXX |
| Shenzhen | 755 | +86 755 XXXX XXXX |
| Chengdu | 28 | +86 28 XXXX XXXX |
| Tianjin | 22 | +86 22 XXXX XXXX |
| Chongqing | 23 | +86 23 XXXX XXXX |
| Wuhan | 27 | +86 27 XXXX XXXX |
| Xi'an | 29 | +86 29 XXXX XXXX |
| Nanjing | 25 | +86 25 XXXX XXXX |
Komunikasi jarak jauh dalam negeri menggunakan sistem kode area independen, dengan angka 0 sebagai kode akses jarak jauh domestik. Misalnya, kode area untuk telepon rumah Beijing saat dihubungi antar-kota di dalam China adalah 010. Namun, saat menelepon dari luar negeri, angka "0" di awal kode area tersebut harus dihilangkan.
Untuk nomor ponsel, formatnya lebih sederhana dan terstandarisasi secara nasional. Rencana penomoran telepon China cukup kompleks dengan berbagai tingkatan kode area berdasarkan wilayah geografis, di mana kota-kota besar memiliki kode yang lebih pendek. Digit kedua dari kode area mengikuti aturan penetapan angka ganjil.
Sementara itu, nomor ponsel di China memiliki ciri khas tersendiri. Nomor ponsel terdiri dari 11 digit dan selalu diawali dengan angka "1". Tiga hingga empat digit pertama menunjukkan operator seluler yang digunakan, seperti China Mobile (135-139, 150-152, 187-188), China Unicom (130-132, 155-156, 185-186), dan China Telecom (133, 153, 180-181).
Berdasarkan data infomasi industri telekomunikasi di China, jumlah pelanggan seluler di negara tersebut kini telah tumbuh pesat dan mencapai lebih dari 1,78 miliar pelanggan. Angka ini menjadikan jaringan +86 sebagai salah satu jaringan telekomunikasi paling sibuk dan padat di dunia.
Baca juga: Waspada Kode Telepon Penipuan
Perbedaan Kode +86 (China) dengan +886 (Taiwan) dan Kode Negara Lain di Asia Timur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8712806/original/076098000_1782794582-quino-al-4SNUcHPiC8c-unsplash.jpg)
Salah satu kebingungan yang sering muncul selain +86 negara mana adalah perbedaan antara kode +86 dan +886. Keduanya memang mirip secara visual, tetapi merupakan dua entitas yang berbeda dalam sistem telekomunikasi internasional. Kode +86 digunakan untuk China daratan (Republik Rakyat China), sedangkan wilayah Taiwan menggunakan kode 886 yang awalnya ditetapkan sebagai kode cadangan (reserved) dalam rencana ITU.
Seperti yang diberitakan Taipei Times, sejarah penetapan kode 886 untuk Taiwan memiliki latar belakang politik yang cukup menarik. Tampaknya siapa pun yang melakukan penetapan nomor menganggap Taiwan sebagai bagian dari China, karena tidak ada negara lain di Asia yang memiliki kode serupa dengan kode panggil negara lain.\
Seperti yang diberitakan oleh Taipei Times, sejarah penetapan kode 886 untuk Taiwan memiliki latar belakang diplomatik yang cukup kompleks. Status alokasi kode tersebut sempat berada di area abu-abu telekomunikasi selama bertahun-tahun sebelum akhirnya didaftarkan secara resmi di bawah standarisasi global
Selain kode +86 dan +886, penting juga untuk mengetahui bahwa wilayah administratif khusus memiliki kode tersendiri. Format internasional untuk Hong Kong adalah +852, dan untuk Makau adalah +853. Kedua wilayah ini tidak menggunakan kode +86 meskipun secara politik berada di bawah kedaulatan Republik Rakyat China.
Berikut perbandingan kode negara di kawasan Asia Timur yang sering membingungkan:
- +86 — China daratan (Republik Rakyat China)
- +886 — Taiwan
- +852 — Hong Kong
- +853 — Makau
- +82 — Korea Selatan
- +81 — Jepang
- +976 — Mongolia
- +850 — Korea Utara
Semua kode negara di atas ditetapkan resmi oleh ITU berdasarkan wilayah zona telepon global. Memahami perbedaan ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan rute saat melakukan panggilan internasional, terutama karena kode +86 dan +886 hanya berbeda satu digit namun mengarah ke jaringan telekomunikasi yang sepenuhnya terpisah.
Baca juga: Investasi China ke Indonesia Makin Deras
Advertisement
Tips Keamanan Saat Menerima Panggilan dari Nomor Berawalan +86
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5413861/original/080896700_1763205061-scam_1.jpg)
Di tengah meningkatnya kasus penipuan melalui telepon internasional, penting untuk bersikap waspada ketika menerima panggilan dari nomor berawalan +86, terutama jika panggilan tersebut berasal dari kontak yang tidak dikenal. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Anda terhindar dari modus penipuan.
Sebagaimana disampaikan oleh otoritas keamanan siber, Kementerian Keamanan Publik China dan kepolisian internasional memperingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap panggilan penipuan yang memalsukan awalan +86 (caller ID spoofing). Kode negara yang muncul pada layar ponsel tidak boleh dijadikan dasar mutlak untuk verifikasi keamanan.
- Jangan langsung mengangkat panggilan tak dikenal: Jika Anda tidak memiliki kepentingan, rekan bisnis, atau kerabat di China, panggilan dari nomor +86 yang tidak dikenal patut dicurigai. Cukup abaikan atau tolak panggilan tersebut.
- Verifikasi identitas penelepon: Jika Anda memang memiliki relasi di China, pastikan untuk memverifikasi identitas penelepon melalui saluran komunikasi alternatif (seperti pesan teks resmi atau email) sebelum memberikan informasi sensitif.
- Jangan memberikan data pribadi: Penipuan daring sering kali dimulai dengan permintaan data seperti nomor KTP, kata sandi, kode OTP, atau nomor rekening bank. Lembaga resmi tidak akan pernah meminta informasi rahasia ini melalui telepon.
- Waspadai modus one-ring scam (Wangiri): Penipu terkadang hanya membunyikan telepon satu kali agar korban merasa penasaran dan menelepon balik. Menelepon balik ke nomor internasional tersebut dapat dikenakan biaya panggilan premium yang sangat mahal.
- Gunakan aplikasi identifikasi penelepon: Aplikasi seperti Truecaller atau GetContact dapat membantu menyaring dan mengidentifikasi nomor yang mencurigakan atau telah dilaporkan sebagai penipuan sebelum Anda mengangkatnya.
- Laporkan nomor mencurigakan: Jika Anda menerima panggilan penipuan, laporkan nomor tersebut melalui fitur pelaporan di aplikasi identifikasi atau ke pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.
Kerja sama antarnegara dalam memerangi penipuan telekomunikasi juga terus diperkuat. Indonesia dan China telah menyepakati peningkatan kerja sama penegakan hukum untuk bersama-sama memberantas kejahatan transnasional, termasuk penipuan telekomunikasi lintas batas.
Baca juga: Waspada Kode Telepon Penipuan, Hati-hati Banyak Modus Baru
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kode Telepon +86 Negara Mana
1. Apa arti kode telepon +86 dan negara mana yang menggunakannya?
Kode telepon +86 adalah kode panggil internasional untuk Republik Rakyat China (Tiongkok). Kode ini ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) dan digunakan untuk semua panggilan internasional yang ditujukan ke China daratan. Wilayah Hong Kong (+852), Makau (+853), dan Taiwan (+886) memiliki kode tersendiri yang terpisah dari +86.
2. Bagaimana format yang benar untuk menelepon ke China dari Indonesia?
Untuk menelepon ke China dari Indonesia, Anda perlu menekan kode akses internasional (paling praktis menggunakan tanda "+" pada ponsel, atau menggunakan kode tarif hemat operator seperti 01017 atau 01016), diikuti kode negara 86, lalu masukkan kode area kota (hilangkan angka "0" di depan) dan nomor telepon lokal.
Untuk ponsel China, formatnya langsung menggunakan tanda "+" atau kode akses hemat diikuti kode 86 dan 11 digit nomor ponsel tujuan.
- Contoh Telepon Rumah (Beijing): +86 10 12345678 atau 01017 86 10 12345678
- Contoh Ponsel China: +86 13812345678 atau 01016 86 13812345678
3. Apa perbedaan antara kode +86 dan +886?
Kode +86 adalah kode telepon untuk China daratan (Republik Rakyat China), sedangkan +886 adalah kode untuk Taiwan. Meskipun hanya berbeda satu digit, keduanya mengarah ke jaringan telekomunikasi yang sepenuhnya terpisah. Kesalahan memasukkan kode dapat menyebabkan panggilan tersambung ke negara yang salah, sehingga penting untuk memastikan kode yang digunakan sudah tepat sebelum melakukan panggilan.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3923527/original/036149100_1782440271-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_09.15.29.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672277/original/063177600_1782711737-NCsRb5czH44MUNLZy8YHS771xaRgvJEmI7skFWQv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5258288/original/028345200_1750351565-IMG_5302.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8681319/original/003935100_1782730752-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4729966/original/074920500_1706586460-taro-ohtani-5T5zmIqs0AM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7436017/original/050032300_1780212408-MacBook_Pro_M5_Pro_01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564589/original/075643900_1776957136-VW-German-Production-919-4-2048x1152.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8511784/original/085283500_1782434702-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524142/original/094092100_1782453480-ChatGPT_Image_26_Jun_2026__12.36.24.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530163/original/006345300_1782462263-IMG-20260626-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2704247/original/044238300_1547530681-Bendera_China.jpg)