Sukses

Polisi dan Perwakilan Suporter di Depok Gelar Salat Gaib, Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa tewasnya 131 suporter di Stadion Kanjuruhan atau dikenal tragedi Kanjuruhan, menjadi perhatian publik. Sebagai ungkapan duka, Polres Metro Depok bersama perwakilan suporter melakukan salat ghaib dan doa bersama di Masjid Al Ikhlas Polres Metro Depok.

Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan, salah ghaib dan doa bersama merupakan bentuk kepedulian dan duka cita atas peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang. Pihaknya bersama perwakilan Aremania, The Jak Mania, Bobotoh, dan Pasoepati mengirimkan doa untuk para korban kanjuruhan.

“Kami kirimkan doa dan kami berharap kedepan tidak ada lagi perbedaan antara suporter,” ujar Imran kepada Liputan6.com, Jumat (7/10/2022).

Imran menjelaskan, dengan peristiwa di Kanjuruhan tidak ada lagi perbedaan antarsuporter namun menjadi satu. Pihaknya bersama perwakilan supporter berencana mengadakan kegiatan seperti menyalakan lilin di stadion Mahakam Kota Depok.

“Saat ini sedang dirapatkan, waktunya akan kita tentukan,” jelas Imran.

Sementara, salah satu perwakilan suporter, Munir mengatakan, salat ghaib dan doa bersama sebagai simbol kedukaan kepada insan pecinta sepakbola, khususnya peristiwa Kanjuruhan. Pihaknya sudah melaksanakan aksi menyalakan lilin, namun dikarenakan hujan, pihaknya akan bergerak untuk melakukannya kembali.

“Kita akan melakukan kegiatan yang sama yakni 1.000 lilin yang dihadiri Polres Metro Depok,” ujar Munir.

Munir mengungkapkan, 1.000 lilin yang dinyalakan merupakan simbol kedukaan atas sepak bola di Indonesia. Dirinya bersyukur pada peristiwa kanjuruhan tidak ada suporter dari Kota Depok yang menjadi korban.

“Sampai hari ini tidak ada, yang terjadi itu di Kanjuruhan dan semua warga sana,” ungkap Munir.

Berdasarkan data terakhir korban meninggal peristiwa Kanjuruhan mencapai 131 orang meninggal dunia. Dirinya berharap, jumlah tersebut tidak mengalami penambahan kembali dan yang mengalami luka dapat segera pulih.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi korban yang menyusul dan kegiatan 1.000 lilin serentak dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia,” pungkas Munir.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

6 Orang Jadi Tersangka

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menetapkan enam tersangka kasus tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Salah satunya Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita.

"Berdasarkan gelar dan bukti yang cukup maka ditetapkan saat ini enam tersangka," tutur Listyo di Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022).

Menurut Listyo, Akhmad Hadian Lukita bertanggungjawab untuk memastikan verifikasi layak fungsi terkait penyelenggaraan pertandingan laga Arema FC versus Persebaya. "Namun persyaratan fungsi belum dicukupi," jelas dia.

Kemudian ketua panitia pelaksana pertandingan berinisial AH, yang bertanggungjawab kepada PT Liga Indonesia Baru namun tidak membuat dokumen keselamatan, juga mengabaikan over capacity yang harusnya 37 ribu penonton namun dijual 42 ribu tiket.

Selanjutnya sekuriti officer berinisial SS yang bertanggung jawab membuat dokumen risiko dan memerintahkan steward. Namun steward yang harus tetap siaga di pintu stadion malah meninggalkan tempat.

Tersangka selanjutnya Kabag Ops Polres Malang Wahyu S. Dia mengetahui terkait adanya aturan FIFA soal larangan penggunaan gas air mata, namun tidak mencegah atau melarang pemakaiannya.

Selanjutnya Danyon Brimob Polda Jatim berinisial H dan Kasat Samapta Polres Malang Bambang Sidik Achmadi yang disebut memerintahkan anggota untuk menembak gas air mata.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.