Breel Embolo Seharusnya Tidak Dapat Kartu Merah, IFAB Sebut VAR Lewati Protokol

IFAB menegaskan klausul mistaken identity VAR tak mengubah jenis pelanggaran. Kartu merah Breel Embolo di Swiss vs Argentina Piala Dunia 2026 dinilai keliru.

Diterbitkan 29 Juli 2026, 12:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - IFAB mengeluarkan klarifikasi atas keputusan wasit di perempat final Piala Dunia 2026 antara Swiss dan Argentina. Badan pembuat aturan itu menegaskan Breel Embolo seharusnya tidak mendapat kartu merah.

Pengusiran tersebut mengubah jalannya pertandingan. Argentina kemudian menang 3-1 lewat babak perpanjangan waktu.

Keputusan itu turut memicu protes, termasuk dari Mesir, lawan Argentina di laga sebelumnya, yang menilai Lionel Messi dkk. mendapat keuntungan dari sejumlah keputusan wasit. IFAB lalu merilis penjelasan mengenai protokol VAR untuk kasus mistaken identity.

Kronologi Kartu Merah Embolo Menit 72

Bertanding di Kansas City, Swiss bermain dengan 10 orang setelah Embolo menerima kartu kuning kedua pada menit ke-72.

Awalnya, wasit Joao Pinheiro menilai Leandro Paredes melakukan pelanggaran terhadap Embolo dan memberikan tendangan bebas untuk Swiss.

Namun, usai meninjau tayangan ulang, VAR menyimpulkan tidak ada kontak yang dilakukan Paredes. Keputusan itu dibatalkan dan Embolo justru mendapat kartu kuning karena dianggap melakukan simulasi, yang membuatnya diusir.

Pelatih Timnas Swiss, Murat Yakin, mengkritik keputusan tersebut seusai pertandingan.

"Wasit membuat keputusan yang salah. Saya tahu mereka akan melindungi wasit mereka, tetapi aturan ini menghancurkan pertandingan kami hari ini. Sangat menyakitkan tersingkir dengan cara seperti itu," kata Yakin.

Batas Protokol VAR Menurut IFAB

IFAB menegaskan klausul mistaken identity hanya dipakai untuk memastikan identitas pemain yang melakukan pelanggaran, bukan untuk meninjau atau mengubah jenis pelanggaran, termasuk pada kasus simulasi.

Dengan penjelasan ini, Embolo seharusnya tidak menerima kartu merah saat melawan Argentina.

Dalam pernyataannya, IFAB juga menekankan kartu kuning yang bukan merupakan kartu kuning kedua hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran yang telah dihukum. Pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau ataupun diubah.

Klarifikasi tersebut disampaikan dengan dukungan FIFA.

UEFA Dorong Intervensi VAR Lebih Minim

UEFA menyebut klarifikasi IFAB itu sebagai penjelasan yang disambut baik setelah mengumpulkan para kepala wasit dari 55 asosiasi anggotanya guna menyamakan pedoman pengambilan keputusan menjelang musim baru.

UEFA menegaskan VAR bukan untuk mengadili ulang seluruh jalannya pertandingan dan menginginkan proses peninjauan berlangsung lebih singkat dengan intervensi seminimal mungkin.

Badan tersebut meminta VAR hanya turun tangan ketika keputusan wasit benar-benar keliru atau saat wasit melewatkan insiden yang jelas.

Selain itu, UEFA mendukung aturan baru untuk menindak praktik membuang waktu yang disepakati IFAB pada Maret lalu dan telah diterapkan FIFA selama Piala Dunia 2026. UEFA menyatakan para wasit akan diinstruksikan menegakkan aturan itu secara tegas dan konsisten pada musim ini.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026

Aning Jati, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan