Marak Disinformasi di Medsos, Masyarakat Dituntut Kritis Terima Informasi

Wamenkomdigi Nezar Patria menyebut literasi digital menjadi benteng melawan disinformasi. Simak selengkapnya di artikel ini!

Diterbitkan 30 Juli 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wamen Komdigi Nezar Patria menyebut literasi digital menjadi kunci untuk melawan disinformasi di media sosial. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih kritis saat menerima informasi agar tidak terjebak.

Nezar menjelaskan penetrasi internet yang telah mencapai 80,6 persen dari total 287 juta penduduk serta cakupan jaringan telekomunikasi sebesar 97 persen wilayah berpenghuni Indonesia.

Namun di sisi lain ia mengungkap laporan World Economic Forum menempatkan disinformasi dan misinformasi sebagai salah satu risiko global utama dalam dua tahun ke depan.

"Media sosial telah menjadi alat untuk membentuk persepsi. Melalui social engineering, sesuatu yang salah bisa dianggap benar, yang benar bisa dianggap salah, yang putih bisa menjadi hitam, dan yang hitam bisa menjadi putih. Masyarakat perlu membiasakan diri memverifikasi sumber dan asal-usul konten sebelum mempercayai maupun menyebarkannya," ujar Nezar dilansir laman Komdigi.go.id.

Ia menambahkan tantangan saat ini jauh lebih besar karena perkembangan AI yang membuat konten deepfake semakin sulit dibedakan dari konten asli.

"Kadang-kadang kita tidak bisa membedakan mana video yang autentik dan mana yang palsu karena teknologinya sudah sangat mulus. Karena itu, sekarang sudah ada program untuk mengecek asal-usul suatu konten, apakah itu buatan AI atau bukan. Itu salah satu cara yang harus disosialisasikan kepada publik," ujar Nezar.

"Masyarakat perlu membangun budaya bermedia digital yang lebih kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dangkal dan emosional."

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.