FIFA Resmi Lakukan Investigasi atas Dugaan Pelanggaran Argentina di Piala Dunia 2026

FIFA membuka proses disipliner terhadap Argentina setelah final Piala Dunia 2026. Sejumlah pemain dan federasi diselidiki atas dugaan berbagai pelanggaran.

Diterbitkan 30 Juli 2026, 05:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - FIFA resmi membuka proses disipliner terhadap Argentina menyusul insiden setelah final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Sejumlah pemain, staf pelatih, hingga federasi sepak bola Argentina kini menjadi objek penyelidikan.

Langkah tersebut diambil setelah FIFA pekan lalu menunjuk jaksa disiplin dan etik untuk mengkaji berbagai insiden selama turnamen. Salah satu fokus utama adalah keributan yang terjadi setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di New York New Jersey Stadium pada Juli lalu.

Menurut FIFA, beberapa pemain dan anggota staf Argentina terlibat adu mulut serta bentrokan dengan pemain Spanyol seusai pertandingan. Hasil penilaian awal kemudian menjadi dasar dibukanya proses disipliner resmi.

Selain insiden di partai final, FIFA juga menyelidiki sejumlah dugaan pelanggaran lain yang melibatkan Timnas Argentina sepanjang Piala Dunia 2026.

Sejumlah Pemain dan Staf Masuk Penyelidikan

Berdasarkan rekomendasi jaksa disiplin, FIFA menyelidiki Nahuel Molina atas dua dugaan pelanggaran terkait tindakan penyerangan. Leandro Paredes juga diperiksa atas tiga dugaan pelanggaran dengan kategori yang sama sesuai Pasal 14 Kode Disiplin FIFA.

Asisten pelatih Argentina Roberto Ayala turut masuk dalam daftar penyelidikan atas satu dugaan penyerangan. Selain itu, Molina juga menghadapi satu dugaan tindakan tidak sportif.

Thiago Almada dari Argentina dan gelandang Spanyol Gavi juga diduga melakukan tindakan tidak sportif. Berdasarkan Kode Disiplin FIFA, tindakan tidak sportif dapat berujung hukuman minimal satu pertandingan, sedangkan pelanggaran berupa penyerangan dapat dikenai skorsing sedikitnya tiga laga.

Federasi Sepak Bola Argentina Ikut Diperiksa FIFA

Asosiasi Sepak Bola Argentina juga menghadapi proses disipliner atas dugaan pelanggaran dalam beberapa pertandingan selama turnamen. Dugaan tersebut mencakup penggunaan ajang olahraga untuk demonstrasi nonolahraga, pelanggaran perilaku tim, diskriminasi dan rasisme, serta pelanggaran ketertiban dan keamanan pertandingan.

Pelanggaran yang diselidiki meliputi nyanyian dan gestur diskriminatif, keterlambatan kick-off, pesan yang dianggap tidak pantas dari tim maupun suporter, hingga pelemparan benda oleh penonton. Semua aspek tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan FIFA.

Salah satu peristiwa yang ikut menjadi perhatian terjadi setelah Argentina mengalahkan Inggris di semifinal. Saat itu para pemain merayakan kemenangan dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Falkland adalah milik Argentina".

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Prediksi Starting XI Timnas Prancis Era Zinedine Zidane

Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan