Top 3: Sikap Ahok Bikin PDIP Patah Hati

Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari menyebut Ahok kerap menyakiti hati partainya melalui pernyataan yang dilontarkan ke media.

Diterbitkan 09 Agustus 2016, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setelah sekian lama bersikukuh memilih jalur independen, calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akhirnya memilih jalur partai politik untuk memuluskan langkahnya di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Tiga partai yang menyatakan siap mendukungnya yaitu Nasdem, Golkar, dan Hanura. Hal ini semakin membuat PDIP dibuat sakit hati oleh gubernur yang memang terkenal dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos itu.

Berbagai bentuk pernyataan Ahok yang kerap menyakiti partainya membuat PDIP bergabung dengan enam partai politik lainnya dalam koalisi baru untuk mengusung calon gubernur yang akan menjadi lawan Ahok di Pilkada DKI 2017. Koalisi itu dinamai koalisi kekeluargaan yang terdiri dari PAN, PDIP, Gerindra, Demokrat, PKB, PKS, PPP.

Hingga malam hari ini pernyataan Ahok yang kerap menyakiti PDIP paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com di kanal news, pada Selasa (9/8/2016).

Kabar lainnya yang tak kalah disorot dan paling banyak diburu adalah hasil visum siswi magang yang mengaku dicabuli tiga PNS DKI dan nasib Wakapolsek Kemayoran yang terancam turun jabatan gara-gara mabuk di jalanan.

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 News:

1. Lidah Ahok Menyayat Hati PDIP

Hasil Survey SMRC untuk pemanasan jelang pilkada DKI 2017 (Liputan6.com/Abdillah)

Impian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk kembali bersanding dengan Djarot Saiful Hidayat kemungkinan pupus seiring luka dalam yang digoreskan calon gubernur petahana itu kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari menyebut Ahok kerap menyakiti hati partainya melalui pernyataan yang dilontarkan ke media.

"Paling marah itu orang-orang PDIP, Ahok bilang 'saya berurusan dengan Ibu Mega, saya nggak peduli dengan PDIP," kata Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari menirukan kata Ahok ketika itu, saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Senin 8 Agustus 2016.

Ahok pun yakin akan memenangkan pilkada meski diusung oleh tiga partai, yakni Nasdem, Partai Hanura dan Partai Golkar. "Kalau mau usung kan sudah cukup tiga partai. (Mereka) sudah cukup kalau mau usung," ujar Ahok.

Sikap PDIP yang berbalik memunggungi Ahok ditanggapi dengan ketidaktahuan calon gubernur itu.

Ahok justru mempertanyakan kapan dan dari mana kabar Megawati marah padanya. "Tahu dari mana Bu Mega marah dengan saya ya? Belum tahu aku," tutur Ahok di Balai Kota.

Selengkapnya...

2. Ini Hasil Visum Siswi Magang Mengaku Dicabuli 3 PNS DKI

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Penyidik Polres Metro Jakarta Pusat merampungkan pemeriksaan terhadap siswi SMK yang diduga dicabuli dengan tiga PNS DKI Jakarta. Hasilnya, kepolisian tidak menemukan adanya unsur kejahatan seksual seperti yang dituduhkan siswi yang tengah magang di kantor Wali Kota Jakarta Pusat tersebut.

Konfrontasi tersebut dihadiri pelapor, siswi yang mengaku diperkosa, dan tiga PNS AA, H, dan Y.

Dari hasil visum kedokteran juga tidak ditemukan adanya unsur kejahatan seksual seperti yang dituduhkan siswi magang kepada tiga PNS DKI tersebut.

"Hasil labfor (laboratorium forensik) nihil, visum nihil, swap nihil. Kita tanya ke korban, yang dia kenal cuma A. Ditanya saksi H dan Y, dia tidak kenal," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono.

Sebelumnya, siswi yang mengaku diperkosa melaporkan dirinya dicabuli tiga PNS Jakarta Pusat pada Rabu 3 Agustus 2016, sekitar pukul 12.00 WIB. Dia lalu melaporkan yang dialaminya itu ke pihak kepolisian.

Selengkapnya...

3. Mabuk di Jalanan, Wakapolsek Kemayoran Terancam Turun Jabatan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setoyono  memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (25/7). Polda Metro Jaya gerebek sebuah home industry yang diduga pabrik narkoba jenis sabu di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Wakapolsek Kemayoran AKP Jamal Alkatiri terancam dijatuhi sanksi disiplin lantaran kedapatan mabuk di jalanan.

Kapolsek Kemayoran Kompol Adri Desas Furyanto berujar, wakilnya terancam didemosi atau diturunkan dari jabatan strategisnya sebagai orang nomor dua di Kepolisian Sektor Kemayoran. 

"Melakukan perbuatan indisipliner bisa saja sanksinya demosi," ungkap Adri kepada Liputan6.com.

Adri mengatakan pria yang sehari-hari mendampinginya memimpin wilayah Kemayoran itu tengah mengalami masalah keluarga hingga akhirnya melampiaskan kegundahannya kepada minuman beralkohol.

"Ya kemarin ada masalah pribadi. Yang bersangkutan sangat menyesal dan meminta maaf. Hari ini sudah kembali berdinas kok," ujar Adri.

Selain mabuk Wakapolsek Kemayoran AKP Jamal Alkatiri juga diduga mengacungkan senjata ke warga. Polisi menduga tindakan itu terjadi lantaran Jamal terpengaruh minuman beralkohol.

Selengkapnya...

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6