Kenangan Ahok Akan Sosok Meriyati Hoegeng: Dikirim Makanan Saat di Penjara

Ahok mengenang Meriyati Hoegeng sebagai sosok ibu yang konsisten menanamkan nilai kejujuran, keadilan, dan keberanian membela kebenaran.

Diterbitkan 04 Februari 2026, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ahok menghadiri pemakaman Meriyati Hoegeng, mengenang wejangan dan perhatiannya.
  • Meriyati Hoegeng meninggal dunia setelah merayakan ulang tahun ke-100 bersama Megawati.
  • Pada ulang tahunnya, Meriyati memberikan potongan kue dan tumpeng pertama kepada Megawati.

Liputan6.com, Jakarta - Ahok, nama panggilan dari Politikus PDIP Basuki Tjahja Purnama, menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Roeslani Hoegeng di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giri Tama Tonjong, Bogor.

"Tuhan pasti sediakan tempat yang terbaik buat Ibu Meri," kata dia di lokasi, Rabu (4/2/2026).

Mantan Gubernur Jakarta itu mengungkapkan, sosok Meriyati Hoegeng sudah seperti orang tuanya dengan berbagai wejangan.

"Untuk tetap mesti jujur, mesti adil, mesti berani berdiri untuk kebenaran, untuk prikemanusiaan, itu yang terus beliau ingin kita lakukan," jelas Ahok.

Dia pun tak melupakan bagaimana saat Ahok berada di dalam penjara, Meri Hoegeng tetap memberikan perhatian kepadanya.

"Saya di tahanan, beliau masak kirim (makanan) ke saya. Beliau selalu, bahkan datang terus kirim makanan," ungkap Ahok.

 

Sebelumnya, istri Hoegeng, Meriyati Roeslani, meninggal dunia pada Selasa (3/2/2026). 

Setahun sebelum berpulang, Meriyati Hoegeng sempat menerima kunjungan dari Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-100 Senin 23 Juni 2025 yang digelar di kediaman keluarga Jenderal Hoegeng di kawasan Depok, Jawa Barat.

Saat itu, sosok yang akrab disapa Eyang Meri memberikan potongan pertama kue ulang tahunnya kepada Megawati. Momen itu bermula ketika sang cucu, Krisnadi Ramajaya Hoegeng, menanyakan kepada siapa potongan kue tersebut akan diberikan.

Tanpa ragu, Eyang Meri menyebut nama Megawati. Mendengar namanya dipanggil, putri Presiden RI pertama itu segera berdiri dan menghampiri, lalu mengambil tempat di sampingnya.

Setelah menerima potongan kue tersebut, Megawati membalas dengan menyuapkan sepotong kue kepada Eyang Meri, menghadirkan suasana hangat dalam perayaan satu abad usianya.

Tak Hanya Kue

Tak berhenti pada potongan kue, Eyang Meri juga memberikan potongan tumpeng pertamanya kepada Megawati. Tamu dan pihak keluarga yang hadir bertepuk tangan sembari melembar senyum kepada keduanya.

Dalam perayaan itu juga, sang Cucu Krisnadi Ramajaya atau akrab disapa Rama juga meluncurkan buku yang berjudul "Meriyati Hoegeng", di mana dalam buku tersebut ada kontribusi Megawati.

Ia mengenang momen kebersamaan Meriyati Hoegeng dan Megawati saat keduanya merawat tanaman anggrek di rumah di Jalan Madura No. 8, Menteng, Jakarta. Kini, nama Jalan Madura telah berganti menjadi Jalan Moh. Yamin.

"Di buku ini juga ada foto eyang bersama Bu Mega ketika merawat bungga Anggrek di Jalan Madura Nomor 8. Eyang nanti bisa baca ada sambutan dari Ibu Mega," kata Rama kala itu.

Mendengar hal itu, Megawati yang ditemani putrinya, Puan Maharani, tak kuasa menahan harunya. Dia terlihat mengusap air matanya dengan tisu.

Puan pun menerima buku tersebut disusul ibundanya. Kepada Megawati, Eyang Meri menuliskan sebuah pesan.

"Untuk Mega Tercinta, berikut buku kenang-kenangan dariku, semoga berkenan. Salam manis," tulis eyang Meri yang juga dibubuhi tanda tangannya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6