Sukses

3 WNI Raih Penghargaan Jadi Lulusan Terbaik Inggris

Liputan6.com, Jakarta - 3 orang warga Negara Indonesia berhasil memperoleh pencapaian terbaik sebagai lulusan dari Negeri Elizabeth. Penghargaan itu digelar atas kerja sama pemerintah Inggris dengan British Council melalui Education UK Alumni Award 2016.

Ketiganya menjadi yang terbaik dalam kategori, professional achievement, entrepreneurial dan social impact award. Mereka mengalahkan 5 finalis lainnya.

"Malam ini adalah kesempatan luar biasa bagi kami untuk dapat merayakan kesuksesan mereka yang telah menempuh studi di Inggris dan kembali ke Indonesia untuk melanjutkan karirnya serta berkontribusi positif bagi profesi dan negaranya," kata Direktur British Council Indonesia, Sally Goggin dalam acara yang digelar di Balroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis 3 Maret 2016 malam.

Mereka yang meraih penghargaan tersebut adalah Direktur Teknologi Informasi Universitas Indonesia, Betty Purwandari dalam kategori professional achievement, Theresia Alit Widyasari di entrepreneurial dan Ahmad Fuadi dalam social impact award.

Betty Purwandari menjadi alumnus terbaik di kategori pencapaian profesional. Setelah menyelesaikan program doktoralnya di bidang Ilmu Komputer di Universitas Southampton, Betty pulang ke Tanah Air untuk kembali bekerja di Universitas Indonesia.

Betty dipandang sebagai alumni terbaik setelah membantu merombak dan memajukan layanan teknologi informasi di UI yang berdampak besar terhadap cara kerja universitas untuk memberikan layanan akademis, riset, dan hubungan masyarakat di skala nasional.

"Saya banyak belajar dari segi riset bagaimana meneliti world wide web dan bagaimana bbisa memberikan dampak baik bagi kemanusiaan," ucap Betty saat menerima penghargaan.

Pemenang lainnya, Theresia Alit Widyasari sebagai wirausahawati muda berbakat pendiri 3 merek usaha clothing -- Bloop, Endorse dan Urbie. Lulusan Universitas Westminster jurusan managemen bisnis fashion itu berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda dengan mendesain, memproduksi, dan memasarkan produk busana lewat 3 merek baju yang dia ciptakan.

"Saya belajar di dunia sekarang ini menjadi bagus saja tidak cukup. Kamu harus menjadi yang luar biasa, harus kreatif," tutur Theresia dalam pidato yang dibacakan rekannya karena berhalangan hadir.

Sedangkan Ahmad Fuadi selaku penulis novel Negeri 5 Menara, dipandang mempunyai dampak sosial yang besar lewat tulisan yang sudah dibuat filmnya. Lulusan Royal Halloway, Universitas London itu. yakin jika buku adalah suatu alat yang bisa digunakan untuk membuat perubahan sosial.

"Penghargaan ini adalah bukti nyata dari kekuatan guru memotivasi murid," terang pria lulusan Pesantren Gontor.

"Guru saya bilang, kalian belajarlah ke mana saja, pergilah ke mana saja, jangan batasi diri kita. Motivasi guru itu luar biasa bagi kita," tambah Ahmad.

Di Inggris, Ahmad Fuadi belajar tentang film dokumenter yang banyak memberikan ilmu dalam bertutur cerita lewat berbagai media, yang berdampak terhadap kesuksesan novelnya yang sudah dicetak lebih dari 400.000 copy itu.

Education UK Alumni Award 2016 adalah salah satu kegiatan yang digelar dalam rangka Bulan Pendidikan Inggris sebagai salah satu upaya mempererat kemitraan Indonesia dan Inggris dalam sektor pendidikan tinggi.

Ajang penghargaan tersebut juga diadakan di sembilan negara lain, seperti Brasil, Tiongkok, Hong Kong, India, Nigeria, Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Amerika Serikat dengan menyeleksi lebih dari 800 alumni yang menjadi nominasi.