TOTON dan Mel Ahyar Merajut Warisan dalam Bahasa Mode Kontemporer di Runway Pembuka Fashion Nation

Fashion Nation 20th Edition resmi dibuka lewat The Era Runways yang menghadirkan dua desainer dengan interpretasi berbeda terhadap warisan Indonesia.

Diterbitkan 19 September 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lampu panggung meredup sebelum deretan busana mulai mengambil perhatian. Siluet kontemporer, tekstur wastra, dan detail yang dikerjakan dengan tangan hadir bergantian di atas runway Fashion Nation 20th Edition pada Jumat malam, 18 September 2026.

Mel Ahyar dan TOTON membuka The Era Runways dengan dua koleksi yang membawa cerita berbeda tentang fashion Indonesia. Mengusung tema "The Icon Edit," Fashion Nation tahun ini menjadi bagian dari perayaan 20 tahun Senayan City.

Rangkaiannya menghadirkan ruang bagi desainer, pelaku industri, media, komunitas kreatif, dan pencinta fashion untuk melihat bagaimana kreativitas Indonesia terus bergerak melalui berbagai pendekatan.

"Di edisi ke-20 ini, kami ingin menghadirkan sebuah perayaan yang mencerminkan luasnya ekosistem fashion Indonesia," ungkap Halina, Leasing & Marketing Communications Director Senayan City, saat jumpa pers sebelum show di Jakarta, Jumat.

Mel Ahyar Archipelago membuka runway melalui Tanö Niha, koleksi Wastra Modern Couture yang terinspirasi dari kebudayaan Pulau Nias, Sumatra Utara. Referensi arsitektur, ornamen, dan busana upacara Nias diterjemahkan menjadi bentuk yang lebih modern.

Inspirasi tersebut terasa melalui permainan siluet yang memberikan kesan tegas, sekaligus elegan. Elemen tradisional tidak ditempatkan sebagai ornamen semata, tapi menyatu dengan konstruksi busana. Pendekatan itu membuat referensi budaya Nias tetap terbaca tanpa kehilangan karakter kontemporernya.

Palet warna kayu memberikan nuansa hangat pada koleksi. Tekstur tenun menambah dimensi pada permukaan busana, sekaligus memperkuat keterkaitannya dengan tradisi Nias. Perpaduan tersebut menghadirkan visual yang kaya tanpa membuat koleksi terasa berlebihan.

 

Pertemuan Identitas dan Eksplorasi

Tanö Niha memperlihatkan pertemuan antara identitas dan eksplorasi. Wastra tampil sebagai material yang dapat bergerak mengikuti bahasa couture. Setiap elemen seolah membawa potongan cerita dari Nias, kemudian menemukan bentuk baru ketika diterjemahkan ke dalam busana masa kini.

Runway kemudian beralih pada TEMPAAN KALA dari TOTON. Koleksi ini melanjutkan eksplorasi KALA melalui kolaborasi bersama JEUMPA. Detail floral menjadi aksen yang memberikan karakter artistik pada tampilan, menghadirkan permainan motif di antara struktur busana.

Nuansa floral tersebut memberikan dimensi visual yang berbeda. Detail pada busana tidak hanya memperkaya tampilan, tapi turut membangun suasana koleksi secara keseluruhan. Setiap look memperlihatkan bagaimana unsur dekoratif dapat berjalan berdampingan dengan struktur dan teknik pengerjaan yang menjadi kekuatan TOTON.

 

Pengerjaan Manual dan Teknik Artisan

Kekuatan koleksi juga terasa dari proses pembuatannya. Hampir seluruh tampilan dikerjakan secara manual dengan teknik artisan yang berakar pada tradisi kriya. Jejak pekerjaan tangan membuat setiap detail memiliki karakter tersendiri, sekaligus memperlihatkan panjangnya proses di balik sebuah tampilan runway.

Pendekatan tersebut membawa gagasan tentang produksi yang lebih lambat dan penuh kesadaran di tengah laju fast fashion. Waktu dan keterampilan tangan ditempatkan sebagai bagian dari nilai sebuah karya, bukan sekadar tahap menuju hasil akhir. Proses menjadi cerita yang berjalan beriringan dengan busana.

Dua koleksi tersebut menghadirkan cara berbeda dalam membaca tradisi. Mel Ahyar menempatkan kebudayaan Nias sebagai sumber bentuk dan visual, sementara TOTON menyoroti kriya melalui proses pengerjaan yang intensif. Perbedaan pendekatan itu justru menciptakan dialog menarik ketika keduanya hadir dalam satu panggung.

 

Ragam Agenda Fashion Nation 20th Edition

The Era Runways menjadi pembuka yang memperlihatkan luasnya kemungkinan fashion Indonesia. Wastra dapat diterjemahkan ke dalam couture, sementara teknik kriya memperoleh ruang baru dalam konteks mode kontemporer, membuktikan tradisi dapat terus menemukan cara untuk berbicara pada generasi hari ini.

Anggun turut hadir sebagai tamu spesial dalam pembukaan. Fashion Nation 20th Edition akan berlanjut hingga Sabtu, 26 September 2026, dengan sejumlah agenda yang mempertemukan desainer, talenta baru, institusi fashion, dan komunitas kreatif.

Di antaranya, SC 20 IN STYLE ft. Gadis Sampul dijadwalkan pada 20 September, dilanjutkan SC: "CONVERGE" pada 21 September. SC: Urban Nomad dan Fashion Force Awards Alumni hadir pada 22 September, sedangkan The Curve, Lungsara, dan "PEREMPUAN" mengisi agenda 23 September.

Kolaborasi dengan Indonesian Fashion Designers Council melalui KANVAS BUDAYA berlangsung pada 24 September.