Orangtua Muda Makin Berani, Tren Luxury Fashion Anak di Indonesia Ikut Berubah

Tren luxury fashion anak di Indonesia makin beragam seiring orangtua muda berani memilih gaya, mulai dari playful, bold, sporty, hingga futuristik.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasar luxury fashion anak di Indonesia menunjukkan perubahan seiring munculnya generasi orangtua muda dengan selera yang lebih berani. Pilihan busana anak kini tidak hanya mempertimbangkan kualitas dan nama besar brand, tapi juga desain yang mampu merepresentasikan karakter, serta gaya personal anak.

Perubahan tersebut turut membuka ruang lebih luas bagi luxury kidswear dengan karakter yang beragam. Bimbi Group melihat peluang itu melalui portofolio brand internasional yang menawarkan gaya, mulai dari playful, klasik, bold, hingga sporty.

Perusahaan juga melihat kebutuhan terhadap busana anak dengan pendekatan desain yang lebih futuristik dan berbeda dari pilihan yang selama ini tersedia di pasar. Director Bimbi Group Jessica Wijaya mengatakan, perubahan perilaku konsumen terlihat jelas dalam 15 tahun perjalanan Bimbi di Indonesia.

"Yang sekarang, I think semakin ke sini, young parents lebih berani, dare to be different. Beda dengan yang ada di pasar. Something (untuk) mengekspresikan dirinya atau anaknya tuh lebih beda dari yang di pasar," katanya seusai jumpa pers di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Portofolio mereka mencakup Stella McCartney Kids, Kenzo Kids, Marc Jacobs, Billieblush, Karl Lagerfeld Kids, dan Fendi Kids. Masing-masing brand membawa karakter berbeda sehingga orangtua memiliki lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan busana dengan kepribadian anak.

"Anak yang (gaya mode) lebih playful, sudah ada. Kalau ada anak yang lebih mau kelihatan bold, sudah ada. Yang anak-anak yang mau lebih futuristik, lebih mikir, lebih yang kayak mau menampilkan jati diri mereka agak berbeda, itu yang belum ada. Kita mau menambah supaya semua anak di Indonesia bisa dapat mengekspresikan dirinya secara fashion di dunia ini," kata Jessica.

 

Meninggalkan Desain Konvensional

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa luxury kidswear mulai bergerak melampaui citra busana anak yang hanya mengandalkan tampilan formal atau klasik. Desain menjadi salah satu pertimbangan penting ketika orangtua memilih pakaian untuk anak.

Jessica menilai, kualitas brand dan desain memiliki peran yang sama dalam keputusan pembelian. Bimbi juga menangkap perubahan kebutuhan keluarga yang semakin dekat dengan gaya hidup global.

Perjalanan ke luar negeri dan aktivitas olahraga menjadi bagian dari pertimbangan ketika perusahaan mengembangkan portofolio fashion anak. Kebutuhan tersebut terlihat dari rencana menghadirkan koleksi seperti ski wear untuk orangtua yang ingin mempersiapkan kebutuhan anak sebelum melakukan perjalanan.

"Intinya, (brand busana anak) yang mau kita bawa ke Indonesia supaya parents bisa belinya di Indonesia saja, sudah siap semua sebelum traveling," ujar Jessica.

 

Perkembangan Luxury Kidswear

Perkembangan luxury kidswear juga mendorong Bimbi memperluas pilihan berdasarkan usia dan gaya hidup. Perusahaan menyiapkan tujuh brand baru yang mencakup kategori high-end, luxury, teens, hingga sporty, yang dijadwalkan masuk ke Indonesia, tahun depan.

Strategi tersebut menunjukkan upaya perusahaan menjangkau konsumen yang semakin spesifik dalam menentukan gaya berpakaian anak. Eksklusivitas menjadi bagian lain dari strategi tersebut.

Bimbi tidak hanya mengandalkan koleksi dari brand internasional, tapi juga membuka peluang kolaborasi dengan brand Indonesia untuk menghadirkan produk khusus. Jessica menyebut, kolaborasi semacam itu menjadi salah satu cara perusahaan menawarkan desain yang tidak tersedia secara umum di pasar.

 

Kolaborasi dengan Brand Lokal

Pihaknya turut membuka peluang bagi brand lokal untuk masuk ke dalam ekosistem luxury kidswear. Jessica mengatakan, perusahaan melihat kualitas dan kemampuan sebuah brand dalam menjaga standar sebagai bagian penting dari proses kurasi.

Langkah tersebut dapat memperluas pilihan fashion anak, sekaligus memberikan ruang bagi label Indonesia untuk bersanding dengan brand internasional. Perubahan pasar akhirnya membuat luxury fashion anak tidak lagi hanya berbicara mengenai status sebuah brand.

Orangtua muda mulai mempertimbangkan bagaimana pakaian dapat membantu anak membangun identitas dan tampil sesuai karakter mereka. Perkembangan ini sekaligus memperlihatkan bahwa fashion anak di Indonesia bergerak menuju pasar yang semakin beragam, personal, dan berani mengeksplorasi gaya.