Liputan6.com, Jakarta - Surat Ar-Ra'd ayat 28 menjadi salah satu ayat Al-Qur'an yang kerap dijadikan rujukan ketika membahas ketenangan hati dalam perspektif Islam. Kajian ini makin relevan di tengah kehidupan modern yang diwarnai tekanan, kesibukan, dan berbagai kecemasan.
Penelitian Abdul Aziz Ridha dalam jurnal Nilai Pendidikan Pada Q.S. Ar-Ra'd Ayat 28 dan Relevansinya terhadap Pendidikan Moral dan Spiritual mengungkapkan sejumlah nilai yang terkandung dalam ayat tersebut. Di antaranya adalah keimanan, ketenteraman hati, kebiasaan mengingat Allah, penguatan nilai spiritual, kemampuan menghadapi stres dan kecemasan, serta pembentukan karakter yang baik.
Temuan ini sejalan dengan penelitian Fauziah Nur Ariza dkk, dalam jurnal Ketenangan Hati Perspektif Al-Qur'an: Analisis Tafsir Maudhu'i Dalam Surah Ar-Rad Ayat 28 yang menjelaskan bahwa ketenangan hati dalam perspektif Al-Qur'an bukan sekadar perasaan tenang untuk sesaat, melainkan kondisi batin yang relatif stabil dan dapat bertahan dalam menghadapi berbagai keadaan.
Advertisement
Pembahasan mengenai ayat ini semakin penting di tengah persoalan kesehatan mental yang banyak dihadapi masyarakat modern. Al-Qur'an telah memberikan perhatian terhadap ketenangan batin melalui ajaran dzikir. Dengan mengingat Allah, manusia tidak hanya menenangkan pikiran, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Bacaan Surat Ar-Ra'd Ayat 28 Lengkap Arab, Latin dan Arti
Arab: الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ ٢٨
Latin: Alladzīna āmanū wa tathma'innu qulūbuhum bidzikrillāh, alā bidzikrillāhi tathma'innul-qulūb
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
Tafsir Surat Ar-Ra'd Ayat 28 Menurut Ulama
Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir al-Qur'an al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan keadaan orang-orang beriman yang mendapatkan ketenangan hati dengan mengingat Allah. Dzikir atau mengingat Allah mencakup semua bentuk ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dan doa.
Hati yang tenteram adalah hasil dari iman yang kuat dan hubungan yang dekat dengan Allah. Ibnu Katsir menekankan bahwa ketenangan hati tidak dapat diperoleh dari hal-hal duniawi, tetapi hanya dari hubungan yang tulus dengan Allah.
Lebih lanjut, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa hati manusia menjadi baik, bersandar kepada Allah, dan menjadi tenang ketika ia mengingat dan rida kepada Allah Swt. sebagai penolong dan pelindung.
Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam kitab Tafsir al-Marāghī menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman adalah mereka yang hatinya selalu cenderung kepada Allah dan merasa tenteram ketika mengingat-Nya.
Ketika datang rasa keragu-raguan mengenai wujud kekuasaan-Nya, mereka akan mencari hikmah dan tanda-tanda kekuasaan Allah baik dari ayat-ayat maupun dari kejadian di alam semesta.
Al-Maraghi juga menegaskan bahwa ketenangan hati yang dimaksud adalah ketenangan dan pemantapan hati yang tidak terlintas dalam pikiran dan memberikan keyakinan yang tidak dapat dijangkau oleh akal untuk mendebatkannya lagi.
Mereka yang senantiasa berdzikir akan dilimpahkan cahaya keimanan sehingga mampu melenyapkan kesedihan dan kegelisahan, serta dipastikan mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan baik di dunia maupun di akhirat.
Asbabun Nuzul Surat Ar-Ra'd Ayat 28
Para ulama tafsir mencatat beberapa riwayat terkait sebab turunnya (asbabun nuzul) surat Ar-Ra'd ayat 28, meskipun tidak ada riwayat yang sahih secara mutlak. Ibnu Katsir menyebutkan kisah Amir bin Thufail dan Arbad bin Rabi'ah yang datang menemui Rasulullah SAW di Madinah untuk meminta separuh kekuasaan, namun permintaan itu ditolak.
Mereka kemudian berencana membunuh Rasulullah, tetapi Allah melindungi Nabi-Nya. Amir bin Thufail kemudian mati karena penyakit tha'un, sementara Arbad dihancurkan oleh petir.
Namun, Ibnu Katsir sendiri menilai bahwa sanad hadis yang menceritakan kisah ini sebagai asbabun nuzul adalah lemah dan tidak sahih. Ibnu 'Athiyah bahkan menyatakan keraguan terhadap kausalitas riwayat tersebut, dan Ibnu 'Asyur menegaskan bahwa berita-berita tersebut hanya kembali pada pendapat sebagian orang berdasarkan ra'yu (pendapat pribadi) dalam masalah asbabun nuzul, tanpa adanya riwayat yang sahih dan eksplisit.
Dengan demikian, mayoritas ulama sepakat bahwa ayat ini lebih tepat dipahami sebagai penjelasan umum tentang karakteristik orang-orang beriman, bukan sebagai respons terhadap peristiwa tertentu.
Kandungan Surat Ar-Ra'd Ayat 28
Surat Ar-Ra'd ayat 28 menjelaskan hubungan erat antara keimanan, dzikir, dan ketenteraman hati. Ayat ini memberikan pesan bahwa ketenangan batin tidak hanya berkaitan dengan keadaan lahiriah, tetapi juga dengan kedekatan manusia kepada Allah SWT. Berikut kandungan utamanya:
1. Keimanan sebagai Landasan Ketenteraman
Ayat ini menyebut orang-orang yang beriman sebagai pihak yang memperoleh ketenteraman melalui dzikir kepada Allah. Hal tersebut menunjukkan bahwa iman menjadi dasar penting bagi seseorang dalam membangun ketenangan batin. Kepercayaan yang kuat kepada Allah membuat seseorang memiliki tempat bersandar ketika menghadapi persoalan dan berbagai perubahan dalam kehidupan.
2. Dzikir sebagai Sarana Mengingat Allah
Frasa bidzikrillāh atau “dengan mengingat Allah” menunjukkan pentingnya dzikir dalam kehidupan seorang mukmin. Dzikir tidak hanya berupa ucapan tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar, tetapi juga dapat diwujudkan melalui shalat, membaca Al-Qur'an, berdoa, serta mengingat Allah dalam berbagai keadaan.
3. Allah sebagai Sumber Ketenangan Hati
Penegasan dalam ayat, “Ala bidzikrillāhi tathma'innul-qulūb” atau “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”, menunjukkan kedudukan dzikir sebagai jalan menuju ketenteraman hati. Ketenangan yang dimaksud bukan berarti seseorang terbebas dari masalah, tetapi memiliki keteguhan batin dalam menghadapi berbagai persoalan.
4. Dzikir sebagai Kesadaran Spiritual dalam Kehidupan
Dzikir tidak seharusnya dipahami hanya sebagai aktivitas lisan yang dilakukan pada waktu tertentu. Dalam pemahaman yang lebih luas, dzikir berkaitan dengan kesadaran manusia terhadap kehadiran, kekuasaan, dan pengawasan Allah dalam kehidupan. Karena itu, nilai dzikir dapat diwujudkan melalui perilaku sehari-hari yang sesuai dengan tuntunan agama.
5. Hubungan Dzikir dengan Ketenangan Psikologis
Dari sisi psikologis, aktivitas spiritual seperti dzikir dapat menjadi salah satu cara seseorang menghadapi tekanan dan kegelisahan. Pengulangan kalimat-kalimat dzikir, pengaturan napas, dan pemusatan perhatian kepada Allah dapat membantu seseorang mengalihkan perhatian dari kecemasan. Namun, manfaat psikologis tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari ikhtiar, bukan sebagai pengganti penanganan profesional ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan mental.
Hikmah Memahami Surat Ar-Ra'd Ayat 28
1. Memperoleh Ketenangan Hati
Hikmah utama ayat ini adalah menyadarkan manusia bahwa ketenteraman batin tidak selalu ditentukan oleh keadaan di luar dirinya. Ketika seseorang memiliki keimanan dan membiasakan diri mengingat Allah, ia memiliki sandaran spiritual dalam menghadapi kesulitan.
2. Membantu Menghadapi Stres dan Kecemasan
Dzikir dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual ketika seseorang menghadapi tekanan hidup. Dengan mengarahkan pikiran kepada Allah, seseorang dapat membangun sikap lebih tenang dan tidak mudah larut dalam kekhawatiran.
3. Membentuk Kesabaran dan Akhlak yang Baik
Ketenangan hati dapat membantu seseorang mengendalikan emosi dan menghadapi persoalan dengan lebih bijaksana. Dari sini, penghayatan terhadap dzikir dapat mendorong tumbuhnya sifat sabar, tawakal, rendah hati, dan teguh dalam menghadapi ujian.
4. Meningkatkan Kesadaran Spiritual
Surat Ar-Ra'd ayat 28 mengajarkan agar hubungan dengan Allah tidak hanya dibangun ketika seseorang sedang menghadapi masalah. Mengingat Allah perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik ketika mendapatkan nikmat maupun ketika menghadapi kesulitan.
5. Menyeimbangkan Kehidupan Material dan Spiritual
Ayat ini mengingatkan bahwa pencapaian duniawi saja tidak selalu memberikan ketenteraman batin. Karena itu, kehidupan perlu dijalani dengan keseimbangan antara ikhtiar dalam urusan dunia dan penguatan hubungan spiritual kepada Allah SWT.
Pertanyaan Seputar Surat Ar Rad
1. Apa makna dzikir dalam Surat Ar-Ra'd ayat 28?
Dzikir berarti mengingat Allah. Maknanya tidak terbatas pada ucapan lisan, tetapi juga mencakup kesadaran hati dan ketaatan kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mengapa mengingat Allah dapat membuat hati tenteram?
Karena dzikir menguatkan hubungan seorang hamba dengan Allah sebagai tempat bergantung dan memohon pertolongan. Kesadaran tersebut dapat memberikan keteguhan ketika seseorang menghadapi persoalan hidup.
3. Bagaimana cara mengamalkan Surat Ar-Ra'd ayat 28?
Ayat ini dapat diamalkan dengan memperbanyak dzikir, menjaga shalat, membaca Al-Qur'an, berdoa, beristighfar, serta berusaha mengingat Allah dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
4. Apa hubungan Surat Ar-Ra'd ayat 28 dengan kesehatan mental?
Ayat ini memberikan landasan spiritual mengenai ketenteraman hati melalui dzikir. Dalam konteks psikologis, praktik spiritual dapat menjadi salah satu bentuk coping atau cara menghadapi tekanan, meskipun tidak menggantikan bantuan profesional apabila dibutuhkan.
5. Apakah ketenangan hati berarti seseorang tidak lagi memiliki masalah?
Tidak. Ketenangan hati bukan berarti kehidupan terbebas dari ujian. Ketenangan lebih berkaitan dengan kemampuan batin untuk menghadapi persoalan dengan iman, kesabaran, tawakal, dan keyakinan kepada Allah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3274937/original/075776800_1603351599-photo-1561399452-bdcd36b25b38__1_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358779/original/087649700_1790409913-1001700969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294015/original/011064100_1783773960-1000468926.jpg)