Harga Emas Pegadaian 26 September 2026, Ada yang Tembus Rp 2,65 Juta

Harga emas Pegadaian hari ini untuk Antam, UBS, dan Galeri24 tersedia mulai 0,5 gram hingga 1 kilogram.

Diterbitkan 26 September 2026, 14:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas Pegadaian hari ini, Sabtu (26/9/2026), untuk tiga produk yakni Galeri24, Antam, dan UBS berada di kisaran Rp 2,5 juta per gram. Harga Antam tercatat paling tinggi dibandingkan dua produk lainnya, yakni Rp 2.653.000 per gram.

Harga emas di Pegadaian kembali menjadi perhatian masyarakat yang ingin membeli logam mulia sebagai instrumen investasi. Harga emas Galeri24 tercatat Rp 2.549.000 per gram, sedangkan UBS dibanderol Rp 2.573.000 per gram.

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan yang berlaku di Pegadaian.

Harga Emas Galeri24

Emas Galeri24 tersedia dalam berbagai pilihan ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram.

Berikut daftar harga emas Galeri24:

  • 0,5 gram: Rp 1.337.000
  • 1 gram: Rp 2.549.000
  • 2 gram: Rp 5.036.000
  • 5 gram: Rp 12.498.000
  • 10 gram: Rp 24.929.000
  • 25 gram: Rp 61.986.000
  • 50 gram: Rp 123.874.000
  • 100 gram: Rp 247.626.000
  • 250 gram: Rp 617.544.000
  • 500 gram: Rp 1.235.087.000
  • 1.000 gram: Rp 2.470.173.000

Harga Emas Antam

Sementara itu, emas Antam di Pegadaian tersedia mulai ukuran 0,5 gram hingga 100 gram. Untuk ukuran 1 gram, harganya mencapai Rp 2.653.000.

Berikut daftar lengkapnya:

  • 0,5 gram: Rp 1.378.000
  • 1 gram: Rp 2.653.000
  • 2 gram: Rp 5.244.000
  • 3 gram: Rp 7.840.000
  • 5 gram: Rp 13.033.000
  • 10 gram: Rp 26.010.000
  • 25 gram: Rp 64.897.000
  • 50 gram: Rp 129.712.000
  • 100 gram: Rp 259.345.000

Harga Emas UBS

Adapun emas UBS tersedia mulai ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Harga untuk ukuran 1 gram tercatat Rp 2.573.000.

Berikut rincian harga emas UBS:

  • 0,5 gram: Rp 1.391.000
  • 1 gram: Rp 2.573.000
  • 2 gram: Rp 5.107.000
  • 5 gram: Rp 12.620.000
  • 10 gram: Rp 25.107.000
  • 25 gram: Rp 62.644.000
  • 50 gram: Rp 125.031.000
  • 100 gram: Rp 249.964.000
  • 250 gram: Rp 624.725.000
  • 500 gram: Rp 1.247.982.000.

Harga Emas Kembali Melemah, Tapi Permintaan Masih Kuat

Harga emas kembali mengakhiri pekan di zona merah. Pasar terus berupaya mempertahankan level US$ 4.300 per ons di tengah berbagai risiko penurunan. Meski demikian, sejumlah analis menilai harga emas masih cukup tangguh.

Tekanan jual emas sepanjang pekan ini relatif terbatas, meski imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi dalam dua dekade, yakni 5,20%.

Mengutip Kitco, Sabtu (26/9/2026), harga emas spot terakhir diperdagangkan di kisaran US$ 4.292 per ons, turun lebih dari 2% dibandingkan posisi Jumat pekan lalu.

“Pasar semakin memperhitungkan kenaikan suku bunga di AS yang lebih cepat dari perkiraan. Hal ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan pada akhirnya meningkatkan suku bunga riil,” kata Analis Komoditas Commerzbank Barbara Lambrecht.

“Hal ini meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas,” lanjutnya.

Namun, Commerzbank mengingatkan bahwa harga emas saat ini masih relatif tinggi. Dua bulan lalu, emas masih berjuang mempertahankan level US$ 4.000 per ons ketika imbal hasil obligasi dan ekspektasi suku bunga jauh lebih rendah.

Pembelian Emas oleh Bank Sentral

Lambrecht menilai kondisi tersebut menunjukkan investor jangka panjang masih mempertahankan kepemilikan emas melalui exchange-traded fund (ETF).

“Hal yang menggembirakan adalah investor dengan orientasi jangka panjang masih berinvestasi pada ETF emas. Oleh karena itu, kami menilai potensi koreksi akan terbatas,” ujarnya.

Kepala Logam Britannia Global Markets Neil Welsh mengatakan pasar emas masih memiliki penyangga struktural meski tekanan jual meningkat. Faktor tersebut antara lain pembelian emas oleh bank sentral yang kuat, ketegangan geopolitik yang terus berlangsung, serta kekhawatiran fiskal yang semakin dalam.

Sementara itu, Joy Yang, Global Head of Index Product Management di MarketVector Indexes, mengatakan emas juga mendapat dukungan dari rendahnya volatilitas pasar saham.

Indeks S&P 500 masih berada di dekat rekor tertinggi, yakni di atas 7.000 poin, meski inflasi meningkat dan imbal hasil obligasi berada di level tinggi.

“Sepertinya investor saham terlalu percaya diri terhadap risiko yang meningkat di pasar obligasi. Namun, saya menduga sebagian investor menggunakan emas sebagai lindung nilai dan hanya menunggu untuk melihat apakah tekanan inflasi mulai mereda,” kata Yang.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6