Cara Merawat Tanaman Buah Naga agar Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah

Cara merawat tanaman buah naga dari media tanam, penyiraman, pemupukan, pemangkasan, hingga penyerbukan agar tanaman subur dan cepat berbuah lebat di rumah.

Diterbitkan 26 September 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara merawat tanaman buah naga sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan asalkan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Kaktus tropis ini hanya butuh sinar matahari penuh, media tanam yang cepat kering, dan penyiraman yang tidak berlebihan.

Kunci berikutnya dalam cara merawat tanaman buah naga terletak pada tiang panjat kokoh, pemupukan rutin, dan pemangkasan teratur. Dengan perawatan konsisten, tanaman bisa mulai berbunga serta berbuah dalam hitungan bulan hingga beberapa tahun.

Buah naga (Hylocereus undatus) adalah kaktus asli Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan yang kini populer dibudidayakan di iklim tropis. Mengutip Almanac, tanaman ini menyukai kelembapan serta air lebih banyak dibanding kaktus biasa dan dapat dipelihara sepanjang tahun di zona iklim panas. Popularitasnya di Indonesia turut didorong oleh beragam manfaat buah naga bagi kesehatan yang membuat permintaannya terus meningkat.

Menyiapkan Media Tanam, Lokasi, dan Tiang Panjat

Langkah paling awal dalam cara merawat tanaman buah naga adalah menyiapkan fondasi berupa lokasi, media tanam, dan penyangga. Tanaman ini paling produktif ketika mendapat cahaya langsung dan akarnya tidak pernah tergenang.

  1. Pilih lokasi bermatahari penuh: Tempatkan tanaman di area yang menerima 6-8 jam sinar matahari setiap hari. Sebagaimana diungkapkan Planet Natural, buah naga tumbuh subur dengan sinar matahari minimal enam jam sehari, meski di daerah sangat panas perlu sedikit naungan pada sore hari.

  2. Racik media berdrainase baik: Campur tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan seimbang serta pH sekitar 6-7. Media berat yang mudah becek memicu busuk akar, sehingga meracik campuran tanah yang tepat sangat menentukan.

  3. Pasang tiang panjat kuat: Buah naga adalah kaktus merambat yang berat, jadi butuh tiang beton atau kayu kokoh setinggi 2-2,5 meter. Berdasarkan panduan Epic Gardening, tanaman ini tumbuh lurus ke atas pada tahun pertama lalu menjuntai ke bawah, sehingga puncak tiang perlu diberi rangka penyangga tajuk.

  4. Atur jarak dan wadah tanam: Beri jarak antar tiang sekitar 2,5 meter. Bagi lahan terbatas, buah naga tetap bisa dibudidayakan di polybag maupun ember berukuran besar.

Bibit terbaik berasal dari stek batang indukan yang sudah pernah berbuah karena lebih cepat berbunga. Alternatifnya, penanaman dari biji menghasilkan akar yang kuat meski butuh waktu lebih lama, dan untuk taman mungil ada teknik bonsai buah naga yang unik.

Mengatur Penyiraman dan Pemupukan

Penyiraman dan pemupukan adalah inti dari cara merawat tanaman buah naga yang paling sering menentukan keberhasilan panen. Perlu diingat, terlalu banyak air justru lebih berbahaya daripada kekurangan air.

  1. Siram saat media mulai kering: Cek kelembapan dengan menusukkan jari sedalam 2-3 cm, lalu siram hanya bila terasa kering. Penyiraman dalam tetapi jarang jauh lebih baik daripada sedikit-sedikit setiap hari.

  2. Sesuaikan dengan cuaca: Perbanyak air saat kemarau dan kurangi drastis ketika musim hujan atau suhu dingin agar akar tidak membusuk.

  3. Berikan pupuk seimbang: Gunakan NPK seimbang seperti 10-10-10 pada fase daun, lalu beralih ke pupuk tinggi fosfor dan kalium saat mulai berbunga. Pola serupa dipakai pada tabulampot lain; lihat jenis pupuk pemicu buah dan pupuk pendukung buah lebat.

  4. Tambah bahan organik: Campurkan kompos atau pupuk kandang untuk memperbaiki kesuburan media, mirip cara pemupukan pohon buah lainnya. Hindari pupuk tinggi nitrogen berlebih karena memicu daun rimbun tanpa buah.

Mengacu pada riset di Frontiers in Plant Science, penambahan pupuk nitrogen dan fosfor beserta interaksinya terbukti meningkatkan jumlah tunas, pembungaan, dan pembentukan buah, sementara kalium sangat memengaruhi kualitas buah naga. 

Pemangkasan dan Pembentukan Tajuk

Pemangkasan yang benar membuat tanaman rapi sekaligus mengarahkan energi ke cabang produktif. Inilah bagian dari cara merawat tanaman buah naga yang kerap dilewatkan pemula.

  1. Latih satu batang utama: Ikat batang tegak ke tiang dan buang tunas samping hingga tanaman mencapai puncak penyangga.

  2. Bentuk tajuk di puncak: Setelah sampai atas, biarkan tanaman bercabang dan menjuntai karena dari cabang menggantung inilah buah akan muncul.

  3. Buang cabang tak produktif: Pangkas cabang tua, kering, atau saling menumpuk agar sirkulasi udara lancar. Sisakan sekitar 3-4 cabang produktif per tanaman.

Seperti yang diberitakan Better Homes and Gardens, buah naga adalah tanaman pemanjat sehingga perlu ditopang tiang atau teralis, dan buahnya biasanya matang sekitar empat minggu setelah bunga muncul. Pemangkasan yang teratur juga menjadi salah satu cara merangsang pohon buah naga agar cepat berbuah.

Penyerbukan dan Merangsang Pembuahan

Banyak tanaman gagal berbuah bukan karena salah rawat, melainkan karena penyerbukan tidak sempurna. Karena itu, cara merawat tanaman buah naga perlu mencakup pemahaman soal bunga dan penyerbukannya.

  1. Kenali bunga yang mekar malam: Bunga buah naga berukuran besar dan hanya mekar semalam, biasanya membuka setelah matahari terbenam hingga menjelang pagi.

  2. Bantu penyerbukan tangan: Bila penyerbuk alami minim, oleskan serbuk sari ke putik memakai kuas atau kapas pada malam sampai dini hari. Beberapa varietas tidak menyerbuk sendiri sehingga membutuhkan serbuk dari tanaman lain.

  3. Rangsang dengan fosfor dan kalium: Saat fase generatif, kurangi nitrogen dan perbanyak unsur P serta K untuk memicu pembungaan.

  4. Lakukan penjarangan: Sisakan bunga atau buah yang sehat dengan jarak memadai agar ukuran buah bisa maksimal.

Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman Buah Naga

Meski tergolong tahan banting, buah naga tetap bisa terserang hama serta penyakit, terutama akibat kelembapan berlebih. Pengendalian dini merupakan bagian penting dari cara merawat tanaman buah naga. Cara mencegah hama bisa dilakukan dengan:

  1. Cegah busuk batang dan akar: Pastikan drainase lancar dan jangan menyiram berlebihan. Dilansir dari Gardening Know How, busuk lunak batang biasanya menyerang ujung cabang dengan gejala melunak, menguning, lalu membusuk sekitar 15 hari setelah infeksi.

  2. Atasi kutu putih dan kutu daun: Bersihkan hama pengisap getah ini dengan kapas beralkohol, sabun insektisida, atau minyak nimba.

  3. Jaga sanitasi kebun: Potong dan buang bagian tanaman yang terinfeksi, serta sterilkan alat pangkas agar penyakit tidak menyebar.

Merujuk laporan di ScienceDirect, antraknosa, busuk buah dan batang, kanker batang, serta penyakit virus kaktus termasuk gangguan yang paling sering dilaporkan pada buah naga sehingga membutuhkan strategi pengelolaan yang berkelanjutan.

Manfaat Buah Naga dan Faktor Penentu Panen Melimpah

Selain menyenangkan untuk ditanam, buah naga memberi banyak keuntungan dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Inilah alasan tanaman ini layak dirawat secara serius di pekarangan rumah.

Kandungan gizinya beragam, mulai dari serat, vitamin C, hingga antioksidan yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Berbagai sumber juga mengaitkan konsumsi rutin buah ini dengan kesehatan kulit dan jantung, kelancaran pencernaan berkat seratnya, serta sederet fungsi buah naga lainnya.

Agar hasil panen maksimal, perhatikan sejumlah faktor penentu berikut:

  • Sinar matahari cukup: Minimal 6-8 jam per hari agar fotosintesis dan pembungaan optimal.

  • Drainase prima: Media harus cepat kering untuk mencegah busuk akar.

  • Nutrisi seimbang: Kombinasi bahan organik dengan pupuk fosfor dan kalium saat fase berbunga.

  • Tiang panjat kuat: Mampu menahan bobot batang yang terus bertambah selama bertahun-tahun.

  • Penyerbukan optimal: Dibantu tangan bila tidak ada penyerbuk alami di malam hari.

  • Pemangkasan rutin: Menjaga bentuk tajuk dan memfokuskan energi ke cabang produktif.

  • Pengendalian hama: Deteksi dini dan sanitasi kebun secara berkala.

Sebagai komoditas pertanian yang menjanjikan, buah naga bahkan bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Tak heran banyak orang menanamnya, termasuk di pekarangan rumah, agar dapat memetik manfaatnya langsung dari kebun sendiri.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Buah Naga

Berapa lama tanaman buah naga mulai berbuah?

Tanaman dari stek umumnya mulai berbunga dan berbuah dalam 1-3 tahun, sedangkan yang ditanam dari biji bisa memerlukan waktu lebih lama. Perawatan yang tepat serta tiang panjat yang baik akan mempercepat masa berbuah.

Berapa kali sebaiknya menyiram tanaman buah naga?

Siram secukupnya saat media mulai kering, umumnya sekitar sekali seminggu pada musim panas dan lebih jarang ketika dingin atau hujan. Genangan air adalah penyebab utama busuk akar, jadi hindari penyiraman berlebihan.

Apakah tanaman buah naga bisa ditanam dalam pot?

Bisa. Gunakan pot besar berdrainase baik dengan media berpasir dan tiang penyangga, lalu letakkan di tempat yang terkena sinar matahari minimal enam jam sehari agar tetap produktif.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6