Cara Menanam Buah Naga, Komoditas Pertanian yang Menjanjikan

Cara budidaya buah naga dapat dilakukan dengan mudah karena iklim Indonesia yang mendukung.

Diperbarui 24 Juni 2025, 20:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam buah naga mulai banyak dicari sejak buah ini populer di Indonesia. Meskipun dikenal sebagai buah dari Asia, tanaman ini aslinya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pada tahun 1870, bangsa Perancis membawa buah naga dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Karena rasanya manis, buah naga kemudian dikonsumsi secara meluas di Vietnam dan Cina.

Buah naga dikelompokan ke dalam keluarga tanaman kaktus. Buah ini memiliki daging buah berair, dengan rasa manis dan sedikit asam. Selain memiliki rasa yang enak, buah naga juga kaya akan nutrisi dan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Cara menanam buah naga dapat dilakukan dengan mudah karena iklim Indonesia yang mendukung.

Saat ini terdapat beberapa spesies tanaman buah naga yang banyak dibudidayakan. Jenis-jenisnya buah populer yaitu hylocereus undatus yang memiliki merah dengan daging buah putih, hylocereus polyrhisus dengan kulit merah dengan daging buah merah, hylocereus costaricensis dengan kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan, dan terakhir hylocereus megalanthus dengan kulitnya berwarna kuning dengan daging buah putih. 

Sebagai komoditas pertanian, buah naga memiliki potensi yang menjanjikan. Permintaan pasar yang terus meningkat, buah naga dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi petani. Buah naga dapat dijual dalam bentuk segar maupun olahan seperti jus, selai, dan yogurt. Selain itu, kulit buah naga juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami dan obat herbal. Berikut cara menanam buah naga yang dirangkum Liputan6.com dari laman resmi pertanian.go.id dan sumber lainnya, Selasa (24/6/2025).

Cara Menanam Buah Naga

Memilih Bibit Buah Naga

Cara menanam buah naga yang pertama adalah memilih bibit dengan kualitas baik. Tanaman buah naga dapat diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. Cara generatif dilakukan dengan memperbanyak tanaman dari biji. Benih dapat diambil dari buah naga terpilih. Cara ini sedikit rumit dan biasanya dilakukan oleh para penangkar berpengalaman

Cara vegetatif relatif lebih banyak dipakai karena lebih mudah. Cara menanam buah naga dengan cara vegetatif lebih cepat menghasilkan buah. selain itu, sifat-sifat tanaman induk bisa dipastikan menurun pada anaknya. Berikut langkah-langkah penyetekkan buah naga.

- Penyetekkan dilakukan pada batang atau cabang tanaman yang sudah pernah berbuah setidaknya 3-4 kali. tujuannya untuk memastikan hasil stek dapat berproduksi lebih cepat dan produktivitasnya akan menurun dari induknya.

- Pilih batang yang berdiameter setidaknya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu dan sehat. Semakin besar diameter batang akan semakin baik, karena batang tersebut akan jadi batang utama tanaman.

- Pemotongan dilakukan terhadap batang yang panjangnya sekitar 80-120 cm. Jangan dipotong semua, sisakan sekitar 20 persen.

- Potong-potong batang calon bibit dengan panjang sekitar 20-30 cm. Ujung bagian atas dipotong rata, sedangkan pangkal bawah yang akan ditancapkan ke tanah dipotong meruncing untuk merangsang pertumbuhan akar.

- Potongan stek harus memiliki setidaknya 4 mata tunas. Panjang stek dapat lebih pendek namun konsekuensinya akan berpengaruh pada kecepatan berbuah.

- Biarkan batang stek yang telah dipotong-potong tersebut hingga getahnya mengering. Apabila langsung ditanam getah yang masih basah bisa menyebabkan busuk batang. Untuk menghindari resiko serangan jamur, batang stek dapat dicelupkan pada larutan fungisida.

- Siapkan bedengan atau polybag untuk menanam.

- Siram bedengan atau polybag yang telah diisi dengan media tanam. kemudian tancapkan bagian yang runcing dari stek kedalam media tanam sedalam 5 cm.

- Berikan naungan atau sungkup untuk melindungi stek. Lakukan penyiraman sebanyak 2-3 hari sekali.

- Setelah 3 minggu, tunas pertama akan mulai tumbuh dan naungan atau sungkup harus dibuka agar bibit mendapatkan cahaya matahari penuh.

- Pemeliharaan bibit biasanya berlangsung hingga 3 bulan. pada umur ini tinggi bibit berkisar 50-80 cm.

Mengutip buku berjudul Budi Daya Buah Naga Super Red Secara Organik oleh Sinatra Hardjadinata dijelaskan untuk menghasilkan produksi buah naga yang optimal, harus dilakukan perencanaan (planning) yang matang, seperti pemilihan lokasi kebun, persiapan bibit (termasuk jumlah bibit yang diperlukan dalam skala besar), pengolahan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan, hingga pengendalian hama penyakit.

Persiapan Cara Budidaya Buah Naga

Cara menanam buah naga penting untuk diperhatikan dari pemilihan bibit sampai panen. Menurut Yusoff et al., (2008) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Agrimasta: Jurnal Pengabdian Agrokompleks, 2023, 1(1): 1 - 5, meskipun adaptif dengan lingkungan Indonesia, kegiatan budidaya tanaman buah naga memerlukan teknik khusus. Pada dasarnya, tanaman buah naga termasuk ke dalam jenis tanaman merambat sehingga memerlukan penyangga untuk menopang pertumbuhannya agar hasil yang diperoleh lebih optimal.

Jumlah bibit yang diperlukan tergantung pada metode tanam dan pengaturan jarak tanam. Berikut persiapan yang harus dilakukan sebelum memulai cara budidaya buah naga.

1. Pembuatan tiang panjat

dalam budidaya buah naga tiang panjat sangat diperlukan untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton berbentuk bisap pilar segi empat atau silinder dengan diameter sekitar 10-15 cm. Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya 2-2,5 meter. Tiang tersebut ditanam sedalam 50 cm agar kuat berdiri. Ujung bagian atas diberikan penopang berupa batang kayu atau besi membentuk ‘+’. kemudian tambahkan besi berbentuk lingkaran atau bisa juga ban motor bekas. sehingga bagian ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil

2. Pengolahan Tanah

Buat lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm dengan kedalaman 25 cm. Posisi tiang panjat persis terletak di tengah-tengah lubang tanam. Campurkan 10 kg pasir dengan tanah galian untuk menambah porositas tanah. Tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10-20 kg. Tambahkan juga dolomit atau kapur pertanian sebanyak  300 gram, karena buah naga memerlukan banyak kalsium. Aduk bahan-bahan tersebut hingga merata.

Timbun kembali lubang tanam dengan campuran media yang sudah dibuat. Siram dengan air hingga basah tapi jangan sampai tergenang. Biarkan lubang tanam yang telah ditimbun kembali tersinari matahari dan mengering. Setelah 2-3 hari, berikan pupuk tsp sebanyak 25 gram. Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang. biarkan selama kurang lebih 1 hari. Kini lubang tanam siap untuk ditanami.

3. Penanaman Bibit 

Satu tiang panjat membutuhkan 4 bibit tanaman buah naga. bibit ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat dengan bibit tanaman sekitar 10 cm. Gali tanah sedalam 10-15 cm, atau disesuaikan dengan ukuran bibit. Pindahkan bibit dari poly bag atau bedeng ke lubang yang sudah dibuat.

Setelah semua bibit ditanam, ikat batang bibit tanaman tersebut sehingga menempel pada tiang panjat. Pengikatan jangan terlalu kencang untuk memberi ruang gerak pertumbuhan tanaman dan agar tidak melukai batang.

Cara Budidaya Buah Naga: Pemupukan dan Perawatan

1. Pemupukan

Cara budidaya buah naga dilanjutkan dengan proses pemupukan. Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung banyak unsur nitrogen (n). Pada fase berbunga atau berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (p) dan kalium (k). Pemakaian urea tidak dianjurkan untuk memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang.

Pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan npk dan zk masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pada tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan hasil.

2.  Penyiraman

Penyiraman bisa dilakukan dengan mengalirkan air pada parit-parit drainase. Selain itu juga bisa menggunakan gembor atau irigasi tetes. Sistem irigasi tetes lebih hemat air dan tenaga kerja namun perlu investasi yang cukup besar.

Penyiraman dengan parit drainase dilakukan dengan merendam parit selama kurang lebih 2 jam. Jika penyiraman dilakukan dengan gembor, setiap lubang tanam disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman 3 kali sehari di musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.

Penyiraman bisa dikurangi atau dihentikan ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan untuk menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah bisa maksimal. Penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering dan tanaman layu karena kurang air.

3. Pemangkasan

Terdapat setidaknya tiga tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yakni pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi dan pemangkasan peremajaan. Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan pada batang bibit tanaman. Tanaman yang baik memiliki batang pokok yang panjang, besar dan kokoh. Untuk mendapatkan itu pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal. tunas yang tumbuh dibawahnya sebaiknya dipotong saja.

Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan, tunas ini akan menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.

Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya batang ini sudah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit tanaman.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan adalah bentuk tanaman. Tanaman buah naga tumbuh tidak teratur. Upayakan agar tunas-tunas yang dipilih bisa membentuk tanaman dengan baik, sehingga percabangan tidak terlalu rimbun dan batang yang ada di bawah tajuk bisa terkena sinar matahari dengan maksimal.

Cara Budidaya Buah Naga: Pemanenan

Cara budidaya buah naga yang terakhir adalah tahap panen. Tanaman buah naga memiliki umur panjang. Siklus produktifnya dapat mencapai 15-20 tahun. Satu tanaman dapat menghasilkan 1 kg buah. Pada satu tiang panjat terdapat 4 tanaman. Ciri-ciri buah yang siap panen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap. Jumbai buah berwarna kemerahan, warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau berkeriput. Ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram.

Mengutip kajian yanh dipublikasikan di Bul. Agrohorti 4 (1) : 1- 8 (2016), sortasi buah naga dilakukan secara visual berdasarkan tampilan fisik (warna dan bentuk). Buah naga yang baik atau layak jual memiliki warna kulit buah dan jumbai sesuai karakteristik panen serta kulit buah yang mulus. Buah naga yang tidak layak jual memiliki kondisi kulit yang luka, memar, bolong dan busuk.

Mengutip kajian yang dipublikasikan di JURNAL BIOLOGICA SAMUDRA 6 (2): 126 – 131 (2024), membudidayakan tanaman ini akan memberikan manfaat yang besar bagi para petani. Djamila (2010) menyatakan bahwa budidaya buah naga di Indonesia sangat menguntungkan tidak hanya dari segi ekonomi bagi petani, tetapi juga dapat mengurangi impor buah, bahkan berpotensi untuk menembus pasar ekspor.

 

Q & A

Mengapa buah naga dianggap sebagai komoditas pertanian yang menjanjikan?

Buah naga memiliki nilai ekonomis tinggi, permintaan pasar yang terus meningkat, serta kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan. Selain itu, tanaman ini tergolong tahan terhadap iklim kering dan dapat dibudidayakan di berbagai wilayah tropis, menjadikannya komoditas yang potensial bagi petani.

Apa syarat tumbuh ideal bagi tanaman buah naga? 

Tanaman buah naga membutuhkan:

- Iklim tropis atau subtropis dengan curah hujan sedang.

- Paparan sinar matahari penuh (sekitar 70–80%).

- Tanah yang gembur, berpasir, dan memiliki drainase baik.

- pH tanah netral hingga sedikit asam (sekitar 5,5–7).

Bagaimana langkah-langkah dasar dalam menanam buah naga? 

Langkah-langkah menanam buah naga meliputi:

- Persiapan lahan, termasuk pembuatan lubang tanam dan pemasangan tiang penyangga.

- Pemilihan bibit, sebaiknya dari batang sehat dan produktif.

- Penanaman bibit di dekat tiang penyangga.

- Penyiraman rutin, terutama pada masa awal tanam.

- Pemupukan teratur, menggunakan pupuk organik dan anorganik sesuai kebutuhan.

- Pemangkasan dan perawatan lanjutan untuk menjaga pertumbuhan optimal.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga buah naga dapat dipanen? 

Buah naga umumnya mulai berbunga dan berbuah sekitar 8–12 bulan setelah tanam, tergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhan. Panen dapat dilakukan beberapa kali dalam satu tahun karena buah naga tergolong tanaman berbuah terus-menerus.

Apa tantangan yang sering dihadapi dalam budidaya buah naga?

Tantangan utama antara lain:

- Serangan hama seperti ulat, kutu putih, dan kelelawar.

- Penyakit busuk batang atau busuk akar akibat drainase buruk.

- Kurangnya tiang penyangga yang kokoh dan tepat.

- Ketidaksesuaian pH tanah atau curah hujan berlebih. 

Apa potensi usaha dari budidaya buah naga? 

Potensi usaha cukup besar karena buah naga banyak diminati baik di pasar lokal maupun ekspor. Selain dijual dalam bentuk segar, buah ini juga dapat diolah menjadi jus, selai, sirup, es krim, hingga produk kecantikan, sehingga menambah nilai jual dan peluang usaha turunan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6