BMKG Prediksi Hujan hingga Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar

BMKG mengingatkan potensi hujan hingga angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 09:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BMKG peringatkan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang pada 12 Agustus 2026.
  • Daerah konvergensi memicu pertumbuhan awan hujan di banyak wilayah Indonesia.
  • El Nino kuat dan IOD sebabkan Sumsel kering hingga puncak kemarau 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (12/8/2026).

Prakirawan Miftah Ali menjelaskan, secara umum terdapat daerah konvergensi yang memanjang di pesisir barat Sumatera Utara, Riau, Samudra Hindia Selatan, Jawa Timur, Laut Sawu, Serawak, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara hingga Sabah, Laut Sulu, Selat Makassar, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Selatan, Papua, serta perairan barat dan selatan Papua Selatan.

"Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi," kata Miftah, dilansir Antara, Rabu (12/8/2026).

Oleh karena itu, BMKG memprakirakan sejumlah kota besar akan mengalami hujan ringan pada Rabu, yakni Medan, Padang, Tanjung Selor, Ambon, dan Jayapura.

Adapun kota besar lainnya diprakirakan berawan, yakni Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Mamuju, Gorontalo, Kendari, Manado, Ternate, Manokwari, Nabire, dan Merauke.

 

Fenomena El Nino

Sebelumnya, pada Selasa (11/8/2026), BMKG menyebut fenomena El Nino berstatus kuat menyebabkan kondisi Sumatera Selatan (Sumsel) semakin kering. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga puncak musim kemarau pada Agustus-September 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang mengatakan kondisi iklim saat ini turut dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi berkembang menjadi sangat kuat.

Selain El Nino, lanjut dia, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga mulai menguat dan turut memengaruhi kondisi cuaca di Sumsel.

Fenomena tersebut menyebabkan pasokan hujan ke wilayah Sumatera berkurang sehingga kondisi kering semakin terasa sejak Juni, Juli, hingga awal Agustus.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6