BMKG Prediksi Musim Hujan Tahun Ini Mundur

Kedatangan musim hujan akan berlangsung secara bertahap.

Diterbitkan 22 September 2026, 11:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Musim hujan 2026/2027 diprediksi BMKG datang lebih lambat akibat El Nino sangat kuat.
  • Kedatangan hujan bertahap, namun akumulasi curah hujan sebagian besar normal.
  • Pemerintah daerah diimbau waspada bencana hidrometeorologi basah dan manfaatkan hujan.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat akibat pengaruh fenomena El Nino yang sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga awal 2027 dan turut memengaruhi pola musim hujan di sejumlah wilayah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik saat ini mencapai +2,63 derajat Celsius. Angka tersebut menunjukkan El Nino berada pada kategori sangat kuat.

"Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat di 529 zona musim atau mencakup 61,08 persen luas daratan Indonesia," kata Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Faisal mengatakan kedatangan musim hujan akan berlangsung secara bertahap. Pada November 2026, musim hujan diprediksi mulai terjadi di 185 Zona Musim (ZOM) yang mencakup 24,66 persen luas daratan Indonesia.

Selanjutnya, pada Desember 2026, sebanyak 266 ZOM atau 17,31 persen luas daratan diprediksi mulai memasuki musim hujan.

Meski datang lebih lambat, BMKG memprediksi akumulasi curah hujan di sebagian besar wilayah masih berada pada kondisi normal. Curah hujan di 510 ZOM atau mencakup 69,76 persen luas daratan Indonesia diperkirakan berada dalam kategori normal.

Pada tahun lalu, sejumlah wilayah di Indonesia memasuki musim hujan sebelum September. Wilayah tersebut di antaranya berada Sumatera dan Kalimantan.

 

Puncak Musim Hujan

Sementara itu, puncak musim hujan 2026/2027 diprediksi berlangsung secara bertahap mulai Desember 2026 hingga Februari 2027.

Pada Desember 2026, puncak musim hujan diperkirakan terjadi di 155 ZOM atau 36,94 persen luas daratan. Kemudian Januari 2027 di 162 ZOM atau 25,68 persen, dan Februari 2027 di 190 ZOM atau 16,79 persen luas daratan.

BMKG juga memprediksi durasi musim hujan akan lebih pendek dari kondisi normal di 482 ZOM atau mencakup 51,90 persen luas daratan Indonesia.

Meski demikian, BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan sektor strategis tetap memanfaatkan musim hujan untuk mengisi waduk dan memperluas area tanam. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah juga perlu ditingkatkan seiring datangnya musim hujan.

"Namun demikian bersama datangnya musim hujan, risiko bencana hidrometeorologi basah juga meningkat. Karena itu kami berharap informasi ini dapat diterjemahkan menjadi strategi adaptasi dan langkah antisipasi yang konkret, sehingga masyarakat dan para pemangku kepentingan tidak hanya lebih siap menghadapi risiko, tapi juga mampu memanfaatkan peluang yang hadir seiring dinamika iklim yang akan terjadi," kata Faisal, dikutip dari Antara.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6