Kulit Kering dan Bersisik di Musim Kemarau? Begini Strategi Jitu Menjaga Kelembapan Alami Kulit

Musim kemarau sering picu kulit kering dan bersisik. Jaga kelembapan udara, sesuaikan rutinitas mandi, pilih pelembap tepat, hidrasi dari dalam, dan lindungi ku

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musim kemarau seringkali membawa tantangan signifikan bagi kesehatan kulit, terutama bagi mereka yang rentan mengalami kekeringan dan bersisik, yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga pecah-pecah. Udara yang kering secara alami mengikis kelembapan kulit, menjadikannya lebih rentan terhadap berbagai masalah.

Namun, dengan strategi perawatan yang tepat, didukung oleh panduan dari para ahli dermatologi, kulit dapat tetap terhidrasi dan sehat sepanjang musim. Panduan komprehensif ini disadur dari berbagai artikel dan penelitian luar negeri.

Salah satu pemicu utama kulit kering dan bersisik saat musim kemarau adalah rendahnya kelembapan di lingkungan sekitar. Untuk mengatasinya, penggunaan pelembap udara (humidifier) di rumah sangat dianjurkan. Para ahli merekomendasikan tingkat kelembapan relatif antara 40% hingga 60% guna melindungi kulit dari kekeringan dan stres. Alat ini dapat meningkatkan kelembapan di udara, yang pada gilirannya mengurangi rasa kulit kering.

Pelembap udara dapat dipasang di rumah, terutama di kamar tidur saat tidur. Selain itu, menutup pintu kamar mandi saat mandi juga dapat berkontribusi dalam menghidrasi kulit lebih banyak.

Rutinitas Mandi yang Tepat untuk Kulit Lembap

Kebiasaan mandi yang tidak tepat dapat memperparah kondisi kulit kering. Penting untuk membatasi durasi mandi atau berendam antara lima hingga sepuluh menit saja, menggunakan air hangat. Mandi terlalu sering atau terlalu lama dapat menghilangkan minyak alami kulit.

Air panas cenderung menghilangkan minyak alami kulit; oleh karena itu, air hangat adalah pilihan terbaik. Pilihlah pembersih yang lembut dan bebas pewangi, sebab pembersih yang keras dapat memperburuk kekeringan kulit, terutama selama perubahan musim.

Setelah mandi, tepuk-tepuk kulit Anda dengan lembut menggunakan handuk bersih hingga kering secara perlahan, jangan digosok. Menggosok kulit hingga kering dapat mengiritasi kulit yang sangat kering.

Pilih Pelembap Efektif dan Tepat Guna

Penggunaan pelembap yang tepat adalah kunci utama dalam mengatasi kulit kering dan bersisik. Pelembap sebaiknya diaplikasikan segera setelah mandi atau mencuci tangan, saat kulit masih sedikit lembap, untuk mengunci kelembapan secara optimal.

Disarankan untuk memilih krim atau salep dibandingkan losion, karena keduanya lebih efektif dan kurang mengiritasi. Krim dan salep mengandung lebih banyak minyak dan lebih sedikit air, menjadikannya lebih melembapkan. Beberapa pelembap yang direkomendasikan termasuk CeraVe Moisturizing Cream, Aquaphor Healing Ointment, dan Kiehl's Ultra Facial Advanced Repair Barrier Cream.

Perhatikan kandungan bahan penting dalam pelembap. Humektan seperti asam hialuronat, gliserin, panthenol, dan ceramide berfungsi menarik kelembapan ke dalam kulit. Sementara itu, bahan oklusif seperti petrolatum (petroleum jelly), silikon, lanolin, mineral oil, squalane, dan berbagai minyak, membantu mengunci kelembapan dengan membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit. Aquaphor Healing Ointment, misalnya, merupakan pelembap oklusif yang efektif untuk kulit pecah-pecah atau bersisik. Emolien juga penting untuk menghaluskan dan melembutkan kulit.

Ceramide, sebagai komponen alami penghalang kulit, dapat mengisi kembali kadar lipid alami kulit. Penting juga untuk menghindari pelembap yang mengandung pewangi atau bahan iritan lainnya, seperti alkohol, retinoid, atau alpha-hydroxy acids (AHA) yang dapat memperburuk kekeringan. Beberapa ahli bahkan menyarankan pemilihan pelembap berbasis iklim yang diformulasikan khusus untuk kondisi kering.

Nutrisi, Barrier, dan Perlindungan Ekstra

Hidrasi kulit juga perlu didukung dari dalam tubuh. Minum air yang cukup, setidaknya delapan gelas sehari, membantu menjaga kelembapan sel dan membuat kulit tampak lebih kenyal, meskipun tidak secara langsung mentransfer kelembapan ke kulit. Makanan kaya air seperti semangka dan mentimun juga dapat memberikan dorongan hidrasi.

Konsumsi makanan kaya antioksidan, seperti buah dan sayuran, penting untuk melawan radikal bebas yang merusak sel kulit. Asam lemak omega-3, yang ditemukan dalam ikan (salmon, tuna), kacang-kacangan (almond, walnut), dan biji-bijian (chia seed), juga krusial untuk mempertahankan kelembapan dan memperbaiki penghalang kulit. Sebaliknya, diet tinggi gula, lemak tinggi, dan makanan olahan dapat memperburuk kekeringan kulit.

Memperbaiki dan melindungi penghalang kulit, atau stratum korneum, adalah pertahanan pertama terhadap kekeringan. Penghalang kulit berfungsi seperti "dinding bata dan mortar" yang menjaga air tetap di dalam dan elemen berbahaya di luar. Pelembap yang mengandung ceramide, kolesterol, dan asam lemak dapat membantu memperkuat penghalang kulit ini. Hindari eksfoliasi berlebihan yang agresif, karena dapat merusak penghalang kulit.

Selain itu, perlindungan tambahan juga diperlukan. Gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih tinggi setiap hari, karena sinar UV tetap ada di musim kemarau dan dapat mengeringkan kulit. Lindungi tangan dengan sarung tangan saat mencuci piring atau berkebun, karena tangan seringkali menjadi area pertama yang menunjukkan kulit kering. Untuk bibir kering, oleskan balsem bibir atau petroleum jelly. Kenakan pakaian longgar berbahan katun untuk menghindari gesekan yang memperburuk kulit kering.