Liputan6.com, Jakarta Resep tumis pare kerap dianggap menantang karena rasa pahit sayuran satu ini sulit ditaklukkan. Padahal, dengan teknik yang tepat, tumis pare bisa berubah menjadi lauk gurih, sedikit pedas, dan tetap renyah yang bikin nasi cepat habis. Pare, yang dikenal dunia sebagai bitter gourd, sudah lama menjadi bahan masakan warung tegal maupun dapur rumahan di Indonesia.
Kunci tumis pare anti pahit sebenarnya terletak pada dua hal, yaitu cara membersihkan serta meremas pare sebelum dimasak, dan pengaturan api saat menumis. Panduan ini menuntun kamu dari memilih pare, menghilangkan pahit, hingga menyajikannya dalam waktu sekitar 35 menit.
Di luar rasanya, pare menyimpan nilai gizi yang layak diperhitungkan, mulai dari serat sampai vitamin. Jadi, sepiring tumis pare bukan sekadar pelengkap nasi, melainkan juga asupan sehat untuk keluarga.
Advertisement
Bahan-Bahan Tumis Pare
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361849/original/040413800_1790750334-2.jpg)
Bahan utama
- 2 buah pare hijau segar (total sekitar 400-500 gram)
- 1 sdm garam untuk meremas pare
- 1 buah tomat merah, potong menjadi 6 bagian
Bumbu iris
- 8 butir bawang merah, iris tipis
- 4 siung bawang putih, iris tipis
- 4 buah cabai merah keriting, iris serong
- 8 buah cabai rawit merah, iris serong (sesuaikan selera)
- 2 lembar daun salam
- 2 cm lengkuas, memarkan
Bumbu perasa
- 1 sdm saus tiram
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt gula pasir
- 1/4 sdt merica bubuk
- 1/2 sdt kaldu bubuk
- 100 ml air
- 3 sdm minyak goreng untuk menumis
Advertisement
Cara Membuat Tumis Pare Anti Pahit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361850/original/044642700_1790750334-3.jpg)
- Belah pare memanjang menjadi dua, lalu keruk biji dan bagian putih di dalamnya dengan sendok hingga bersih, kemudian iris tipis serong sekitar 1/2 cm.
- Taburi irisan pare dengan 1 sdm garam, remas perlahan, lalu diamkan 10-15 menit hingga keluar cairan kehijauan.
- Bilas pare di bawah air mengalir sambil diremas beberapa kali, lalu tiriskan hingga benar-benar kering.
- Panaskan 3 sdm minyak dalam wajan, tumis bawang merah, bawang putih, daun salam, dan lengkuas hingga harum dan bawang layu.
- Masukkan cabai merah keriting dan cabai rawit, aduk hingga cabai layu dan aromanya tajam.
- Masukkan irisan pare, aduk cepat dengan api besar agar warna pare tetap hijau segar.
- Bumbui dengan saus tiram, garam, gula pasir, merica bubuk, dan kaldu bubuk, aduk hingga bumbu merata.
- Tuang air, masak dengan api sedang-besar hingga pare matang tetapi masih renyah dan kuah menyusut.
- Masukkan potongan tomat, aduk sebentar hingga tomat layu, lalu koreksi rasa.
- Angkat dan sajikan tumis pare selagi hangat bersama nasi putih.
Tips agar Tumis Pare Tidak Pahit dan Tetap Hijau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361851/original/049208600_1790750334-1.jpg)
1. Pilih pare yang tepat. Pilih pare dengan gerigi yang rapat dan warna hijau segar. Pare yang warnanya lebih pucat cenderung memiliki rasa yang tidak terlalu tajam, sedangkan pare berwarna lebih gelap biasanya terasa lebih pahit.
2. Buang biji dan bagian putihnya. Rasa pahit paling kuat terdapat pada bagian putih di dalam pare dan bijinya. Keruk bagian tersebut hingga bersih sebelum pare diiris.
3. Gunakan garam. Garam membantu mengeluarkan cairan pahit dari dalam pare sekaligus mengurangi rasa pahit yang terasa di lidah.
Setelah pare diremas bersama garam, letakkan dalam wadah yang sedikit dimiringkan. Cara ini membantu cairan kehijauan yang keluar dari pare mengalir dan terbuang.
4. Masak dengan api besar. Gunakan api besar saat menumis pare agar warnanya tetap hijau cerah. Api yang terlalu kecil dapat membuat warna pare menjadi lebih pucat.
Pare membutuhkan waktu memasak sedikit lebih lama dibandingkan sebagian sayuran lain. Namun, sebaiknya hentikan proses memasak ketika teksturnya masih renyah agar pare tidak terlalu lembek.
5. Blansir jika diperlukan. Merujuk Omnivore's Cookbook, blansir atau merebus pare sebentar sebelum ditumis dapat membantu mengurangi rasa pahit secara signifikan.
Caranya, celupkan irisan pare ke dalam air mendidih selama sekitar 30–60 detik. Setelah itu, segera tiriskan sebelum pare ditumis.
Selain membantu mengurangi rasa pahit, cara ini juga dapat menjaga warna pare tetap hijau dan membuatnya matang lebih merata.
Â
Advertisement
Variasi dan Substitusi Tumis Pare
Variasi Tumis Pare yang Bisa Dicoba
Tumis Pare Teri
Tambahkan teri medan atau teri nasi yang sudah digoreng hingga garing pada tahap akhir. Rasa asin dan gurih dari teri melengkapi rasa pahit tipis pada pare sekaligus membuat tekstur tumisan lebih kaya. Taburkan teri setelah pare matang agar tetap renyah saat disajikan.
Tumis Pare Telur
Jika ingin rasa yang lebih lembut, tambahkan telur orak-arik bersama pare. Tekstur telur yang lembut dan rasanya yang gurih dapat membantu menyeimbangkan rasa pahit pare, terutama jika pare sudah diolah dengan benar sejak awal.
Simak juga resep pare telur yang cocok dijadikan lauk untuk menu harian.
Tumis Pare Tahu dan Tempe
Potongan tahu dan tempe yang digoreng setengah matang dapat menambah protein nabati sekaligus membuat tumisan lebih mengenyangkan. Masukkan tahu dan tempe menjelang akhir proses memasak agar tidak mudah hancur.
Tumis pare tahu juga bisa menjadi pilihan untuk menu vegetarian. Bagi yang menyukai tekstur renyah, pare dapat diolah menjadi pare crispy yang tetap lezat tanpa rasa pahit berlebihan. Pilihan lain adalah tumis pare dengan tauge yang memberikan variasi tekstur pada hidangan.
Memilih dan Menyimpan Pare
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5069990/original/091820100_1735393018-548481940b17b876cb0f16b63b1258ee.jpg)
Tips memilih pare
Pare segar terasa padat saat dipegang, kulitnya mengkilap, dan geriginya utuh. Hindari pare yang sudah menguning atau berbintik lembek karena cenderung lebih pahit dan gampang hancur saat dimasak. Untuk pemula, pilih pare berukuran sedang dengan warna hijau muda.
Menyimpan pare dan sisa tumisan
Simpan pare mentah dengan membungkusnya memakai tisu dapur di dalam kantong plastik longgar, lalu taruh di kulkas, dan hindari menyimpannya dalam keadaan beku. Sisa tumis pare bisa disimpan dalam wadah tertutup hingga tiga hari dan dipanaskan kembali di wajan dengan sedikit percikan air agar tidak kering.
Untuk pilihan sayur antipahit lain, kamu juga bisa mencoba tumis pepaya muda dengan teknik serupa.
Tumis pare membuktikan bahwa sayuran berasa pahit sekalipun bisa naik kelas menjadi lauk favorit di meja makan, asalkan diproses dengan sabar sejak memilih, meremas, hingga mengatur api. Dengan bahan yang mudah didapat dan waktu masak yang singkat, kamu bisa menghadirkan sajian sehat sekaligus menggugah selera. Jelajahi juga aneka resep tumisan lain atau kumpulan ide tumisan sehari-hari untuk memperkaya menu keluarga.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Tumis Pare
Bagaimana cara paling efektif mengurangi rasa pahit yang tajam pada pare sebelum ditumis?
Cara paling efektif adalah dengan melakukan proses penggaraman dan peremasan yang tepat. Setelah pare dibelah dan dibuang seluruh biji serta selaput putih bagian dalamnya (karena selaput putih ini adalah sumber pahit utama), iris tipis pare lalu taburi dengan garam kasar secukupnya. Remas-remas pare secara perlahan hingga teksturnya menjadi lemas dan mengeluarkan air berwarna kehijauan, lalu diamkan selama 15–20 menit. Setelah itu, bilas pare dengan air mengalir beberapa kali sambil sedikit diperas agar sisa rasa asin garam dan getah pahitnya hilang sebelum masuk ke wajan.
Apa rahasia menumis pare agar warnanya tetap hijau segar dan estetik saat disajikan?
Rahasianya terletak pada penggunaan api besar, waktu memasak yang singkat, dan teknik tanpa menutup wajan. Saat bumbu tumisan sudah harum, masukkan pare yang sudah ditiriskan dan tumis dengan api besar secara cepat agar kematangan merata tanpa merusak klorofil daun. Hindari menutup wajan saat proses memasak dan jangan menambahkan terlalu banyak air karena uap panas yang terperangkap justru akan membuat warna pare berubah menjadi layu kekuningan atau kecokelatan.
Kombinasi bahan pelengkap apa yang paling cocok dicampurkan untuk mengimbangi rasa pahit pare menjadi gurih?
Kombinasi terbaik adalah menambahkan bahan yang kaya rasa umami alami seperti teri medan, ebi, atau cumi asin. Bahan-bahan asin gurih ini tidak hanya menyamarkan sisa rasa pahit tersembunyi pada pare, tetapi juga memberikan tekstur renyah yang kontras. Selain itu, bumbu halus tumisan sebaiknya ditambahkan sedikit gula pasir atau gula merah di akhir memasak untuk menjembatani rasa pahit pare dan rasa asin dari teri, sehingga menghasilkan cita rasa tumisan yang seimbang dan menggugah selera.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361847/original/030357800_1790750334-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364872/original/044842000_1791080987-Gemini_Generated_Image_3k6yhb3k6yhb3k6y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364876/original/092668000_1791081337-2480b207-8641-4618-8f2e-886f42fde1fc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361857/original/002026500_1790750847-Gemini_Generated_Image_qozomiqozomiqozo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364632/original/089324400_1791012466-HL_Jambal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364301/original/064279700_1790945186-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360790/original/039603100_1790665029-Gemini_Generated_Image_ac44kjac44kjac44.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360575/original/084267700_1790655140-tempe_renyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364147/original/033099800_1790932744-ketan_srikaya_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364197/original/051083000_1790935929-b9b22827-582e-4489-81b0-0a921e148398.jpg)