Sensasi Berburu Tuna di Selat Sunda, Cara Baru Menikmati Wisata Tanjung Lesung

Sebanyak 299 pemancing yang tergabung dalam 74 tim dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Tuna Game Fishing Competition 2026 di Tanjung Lesung.

Diterbitkan 10 Agustus 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanjung Lesung ternyata tak hanya menawarkan panorama pantai dan wisata pesisir. Kawasan wisata di Pandeglang, Banten, tersebut juga memiliki daya tarik lain bagi wisatawan yang ingin menikmati laut melalui aktivitas sport fishing.

Pengalaman itu hadir dalam Tuna Game Fishing Competition 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Sebanyak 299 pemancing yang tergabung dalam 74 tim dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kompetisi tersebut.

Para peserta berangkat sejak pukul 06.00 WIB menuju sejumlah titik pemancingan di perairan Selat Sunda untuk mencari ikan tuna. Iqbal dari Rangkasbitung, anggota tim One Peace Fishing yang meraih juara pertama, menilai kompetisi tersebut memberikan pengalaman memancing yang menyenangkan.

"Semoga acara seperti ini bisa terus menjadi agenda rutin. Saya beserta tim sangat bahagia bisa membawa pulang hadiah total Rp 10,6 juta dari acara ini," kata Iqbal seusai kompetisi melalui keterangan tertulis pada Lifestyle Liputan6.com, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Tim One Peace Fishing memenangkan kategori utama setelah mendapatkan tuna seberat 10,70 kilogram. Hasil tangkapan tersebut menjadi salah satu daya tarik kompetisi yang berlangsung selama lebih dari delapan jam.

Peserta menjalani seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari perjalanan menuju titik pemancingan, berburu ikan, hingga membawa hasil tangkapan kembali untuk ditimbang. Kompetisi tersebut tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam mendapatkan ikan besar.

Aktivitas di tengah laut juga memberikan pengalaman berbeda bagi para angler yang ingin menikmati karakter perairan Selat Sunda. Suasana kompetisi mempertemukan peserta dengan komunitas pemancing, sekaligus membuka kesempatan untuk mengenal destinasi Tanjung Lesung dari sisi yang berbeda.

 

Tak Sekadar Kompetisi Memancing

Habibi dari Pelawan Team asal Bekasi merasakan pengalaman serupa. Ia meraih juara kategori non-tuna setelah mendapatkan ikan layaran atau marlin seberat 6 kilogram. Hasil tersebut membawanya memperoleh hadiah Rp 1 juta.

"Ternyata, kompetisi ini bukan hanya menguji kemampuan memancing saya. Lebih dari itu, saya ternyata lebih senang bisa bertemu dengan sesama angler. Suasananya seru, sportif, dan penuh kebersamaan," ujarnya.

Aktivitas sport fishing juga membuka peluang bagi Tanjung Lesung untuk memperluas pilihan kegiatan wisata. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati garis pantai, namun juga dapat mengeksplorasi perairan melalui kegiatan yang membutuhkan keterampilan, ketahanan, dan kerja sama tim.

Potensi tersebut sejalan dengan karakter Kabupaten Pandeglang yang memiliki garis pantai sepanjang 307 kilometer. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Budi Suhardiman Januardi, mengatakan panjang garis pantai tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan berbagai aktivitas wisata yang mampu menggerakkan sektor pariwisata.

 

Menarik Lebih Banyak Wisatawan

"Kami berharap, semakin banyak event bisa diselenggarakan di Tanjung Lesung. Apalagi, dengan segera beroperasinya jalan tol, akses menuju kawasan ini akan semakin mudah, sehingga diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," kata Budi.

Tanjung Lesung juga ingin membangun keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengembangan wisata pesisir. Ade Asnawi, Tokoh Muda Pandeglang Selatan sekaligus salah satu perintis daerah otonomi baru Cibaliung, berharap pengembangan sport fishing dapat berjalan beriringan dengan peningkatan populasi ikan dan kunjungan wisatawan.

"Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, masyarakat setempat berkomitmen untuk terus menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan daya tarik kawasan di tingkat nasional maupun internasional," tutur Ade.

Tuna Game Fishing Competition 2026

Tuna Game Fishing Competition 2026 menjadi penyelenggaraan kedua setelah agenda serupa digelar pada 2023. Chief Operating Officer Tanjung Lesung, Ivonne Anggraini, berharap kompetisi tersebut dapat berkembang dengan skala yang lebih besar pada penyelenggaraan berikutnya.

"Tentunya, masukan-masukan dari penyelenggaraan tahun ini bakal menjadi pembelajaran agar jackpot pada event selanjutnya bisa lebih besar lagi," kata dia.

Director Tanjung Lesung sekaligus Ketua Penyelenggara Tuna Game Fishing Competition, Kunto Wijoyo, melihat kegiatan tersebut sebagai ruang bagi komunitas memancing untuk menyalurkan hobi, sekaligus mengenal potensi wisata bahari Tanjung Lesung.

"Harapannya, Tanjung Lesung bisa menjadi pilihan bagi para komunitas ketika ingin memancing ikan-ikan besar, sekaligus menikmati keindahan wisata bahari yang ada di sini," tuturnya.