Resep Donat Kimpul yang Empuk dan Lembut, Camilan Unik dari Umbi Lokal

Donat kimpul menawarkan tekstur empuk dari umbi lokal yang viral di media sosial. Pelajari cara memilih, mengolah, dan resep lengkapnya untuk camilan lezat.

Diterbitkan 10 Agustus 2026, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Resep donat kimpul bisa menjadi pilihan menarik bagi Anda yang ingin mencoba camilan berbeda dari donat kentang. Kimpul yang selama ini lebih sering dikenal sebagai umbi tradisional ternyata dapat diolah menjadi adonan donat dengan tekstur lembut dan empuk. Rasanya yang cenderung netral membuat kimpul mudah dipadukan dengan bahan lain dalam berbagai kreasi makanan.

Nama kimpul belakangan semakin sering muncul di media sosial. Berbagai konten kreator membagikan eksperimen mengolah umbi lokal ini menjadi makanan yang sebelumnya lebih identik dengan bahan lain. Tren tersebut membuat banyak orang penasaran dengan rasa, tekstur, cara mengolah, hingga berbagai resep kimpul yang bisa dicoba sendiri di rumah.

Kimpul sebenarnya bukan bahan pangan baru bagi masyarakat Indonesia. Umbi ini telah lama dikonsumsi di sejumlah daerah, terutama di Pulau Jawa. Teksturnya yang lembut setelah dimasak dan rasanya yang relatif netral membuat kimpul cukup fleksibel untuk diolah menjadi makanan manis maupun gurih, termasuk donat. Berikut ulasan Liputan6,com, Senin (10/8/2026).

Resep Donat Kimpul

Donat biasanya dibuat menggunakan kentang untuk membantu menghasilkan tekstur yang empuk. Kimpul ternyata juga dapat digunakan sebagai bahan campuran adonan. Umbi yang sudah direbus dan dihaluskan akan memberikan kelembapan pada adonan sehingga donat dapat terasa lembut setelah digoreng.

Resep berikut menggunakan kimpul rebus sebagai salah satu bahan utama. Jumlah air sebaiknya ditambahkan secara bertahap karena kadar air pada kimpul dapat berbeda-beda.

Bahan-bahan

  • 250 gram tepung terigu protein tinggi
  • 200 gram kimpul, kupas dan rebus hingga matang
  • 1½ sendok teh ragi instan
  • 50 gram gula pasir
  • 1 butir telur
  • 1 sachet susu bubuk
  • 30–50 ml air matang
  • 50 gram mentega atau margarin
  • Sejumput garam
  • Minyak goreng secukupnya

Bahan topping

  • Cokelat batang atau dark cooking chocolate, lelehkan
  • Gula halus atau gula donat
  • Topping lain sesuai selera

Cara Membuat Donat Kimpul

1. Siapkan kimpul

Kupas kimpul menggunakan pisau, kemudian cuci di bawah air mengalir sampai bersih. Potong menjadi beberapa bagian agar lebih cepat matang. Rebus atau kukus kimpul sampai teksturnya benar-benar empuk.

Setelah matang, tiriskan dan haluskan kimpul selagi masih hangat. Pastikan tidak ada bagian yang masih keras atau menggumpal. Sisihkan sampai uap panasnya berkurang.

2. Campurkan bahan adonan

Masukkan tepung terigu, gula pasir, ragi instan, susu bubuk, telur, dan kimpul yang sudah dihaluskan ke dalam wadah. Aduk hingga seluruh bahan mulai tercampur.

Tuangkan air matang sedikit demi sedikit sambil terus diuleni. Jangan langsung memasukkan seluruh air karena kelembapan kimpul dapat berbeda. Hentikan penambahan air ketika adonan mulai menyatu dan cukup lembap.

3. Masukkan mentega dan garam

Setelah adonan mulai terbentuk, masukkan mentega atau margarin dan sejumput garam. Uleni kembali sampai adonan menjadi kalis dan elastis.

Tahap ini membutuhkan waktu karena adonan donat perlu memiliki struktur yang cukup kuat agar dapat mengembang dengan baik. Jika menggunakan tangan, uleni dengan gerakan menekan dan melipat adonan secara berulang.

4. Diamkan hingga mengembang

Bulatkan adonan kemudian letakkan dalam wadah yang telah diolesi sedikit minyak. Tutup menggunakan kain bersih atau plastik wrap.

Diamkan adonan di tempat yang hangat sampai ukurannya mengembang sekitar dua kali lipat. Lama fermentasi dapat berbeda tergantung suhu ruangan dan aktivitas ragi.

5. Kempiskan dan bentuk donat

Setelah adonan mengembang, kempiskan secara perlahan untuk mengeluarkan udara berlebih. Bagi adonan menjadi beberapa bagian dengan berat sekitar 40–50 gram.

Bulatkan masing-masing bagian lalu bentuk menjadi donat. Anda dapat menggunakan cetakan donat agar bentuknya lebih seragam. Jika tidak memiliki cetakan, gunakan tutup botol atau bentuk lubang bagian tengah menggunakan jari.

Susun donat yang telah dibentuk di atas permukaan yang sudah ditaburi sedikit tepung. Diamkan kembali selama sekitar 10–15 menit agar adonan kembali mengembang sebelum digoreng.

6. Goreng donat

Panaskan minyak dengan api kecil hingga sedang. Masukkan donat secukupnya agar tidak saling menempel.

Goreng sampai bagian bawahnya berwarna kuning kecokelatan, kemudian balik satu kali. Hindari terlalu sering membolak-balik donat karena dapat membuat bentuknya kurang bagus dan menyerap lebih banyak minyak.

Setelah kedua sisi matang, angkat dan tiriskan. Letakkan donat di atas tisu dapur atau rak peniris untuk mengurangi minyak berlebih.

7. Beri topping

Biarkan donat sampai cukup dingin sebelum diberi topping. Celupkan bagian atas donat ke dalam cokelat leleh, kemudian tambahkan meses, kacang, keju, atau topping sesuai selera.

Jika ingin cara yang lebih sederhana, donat dapat ditaburi gula halus atau gula donat. Donat kimpul pun siap disajikan sebagai camilan.

Tips Membuat Donat Kimpul agar Empuk

Keberhasilan donat kimpul tidak hanya ditentukan oleh bahan, tetapi juga cara mengolah umbinya. Kimpul perlu dimasak sampai benar-benar matang sebelum dicampurkan ke dalam adonan. Kimpul yang masih keras akan sulit dihaluskan dan dapat membuat tekstur adonan tidak merata.

Jumlah air juga sebaiknya tidak langsung dituangkan seluruhnya. Kimpul memiliki kandungan air yang dapat berbeda tergantung ukuran, tingkat kematangan, dan cara memasaknya. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil memperhatikan tekstur adonan.

Pengulenan juga menjadi tahap penting. Adonan yang sudah kalis dan elastis akan lebih mudah mengembang karena struktur glutennya telah terbentuk. Setelah itu, berikan waktu yang cukup bagi ragi untuk bekerja.

Saat menggoreng, gunakan api kecil hingga sedang. Minyak yang terlalu panas dapat membuat permukaan donat cepat kecokelatan sementara bagian dalamnya belum matang. Sebaliknya, minyak yang terlalu dingin dapat membuat donat menyerap banyak minyak.

Mengenal Kimpul, Umbi Lokal yang Kembali Populer

Kimpul merupakan salah satu jenis umbi yang telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan di Indonesia. Namanya memang terkadang kalah populer dibandingkan singkong, ubi jalar, atau talas. Tren olahan pangan lokal membuat keberadaan kimpul kembali mendapat perhatian.

Sekilas, kimpul dapat terlihat mirip dengan talas. Keduanya sama-sama termasuk kelompok umbi dan dapat digunakan sebagai bahan makanan. Meski demikian, kimpul memiliki karakteristik tersendiri dari segi bentuk, tekstur, dan rasa.

Setelah dimasak hingga matang, kimpul memiliki tekstur yang lembut. Cita rasanya relatif netral sehingga dapat digunakan untuk berbagai olahan. Karakter tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kimpul dapat dimanfaatkan dalam resep makanan manis seperti donat.

Popularitas kimpul di media sosial juga membuat semakin banyak orang mencari informasi tentang cara mengolahnya. Berbagai eksperimen yang mengganti bahan makanan tertentu dengan kimpul membuat masyarakat mulai mengenali kembali umbi lokal tersebut.

Fenomena ini menarik karena kimpul sebenarnya sudah lama hadir dalam kehidupan masyarakat. Popularitasnya bukan semata-mata karena muncul sebagai bahan makanan baru, melainkan karena media sosial memberikan ruang baru untuk memperkenalkan pangan tradisional kepada khalayak yang lebih luas.

Cara Mengolah Kimpul dengan Tepat

Ada hal penting yang perlu diperhatikan sebelum kimpul digunakan sebagai bahan makanan. Pilih kimpul yang masih segar, memiliki tekstur padat, dan tidak menunjukkan tanda-tanda busuk. Kulitnya sebaiknya tidak terlalu rusak atau memiliki banyak bercak mencurigakan.

Setelah dikupas, cuci kimpul hingga bersih. Umbi kemudian perlu direbus atau dikukus sampai benar-benar matang. Tahap pemasakan ini penting untuk mendapatkan tekstur yang lembut dan membantu mengurangi rasa gatal yang dapat muncul pada beberapa jenis umbi.

Rasa gatal pada umbi seperti kimpul berkaitan dengan keberadaan kristal kalsium oksalat pada beberapa jenis umbi. Karena itu, kimpul sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah atau kurang matang. Memasaknya hingga matang merupakan langkah penting sebelum kimpul digunakan dalam berbagai resep.

Untuk membuat donat, kimpul yang sudah matang sebaiknya dihaluskan sampai teksturnya lembut. Penghalusan yang baik akan membantu kimpul menyatu dengan tepung dan bahan lain sehingga menghasilkan adonan yang lebih homogen.

Mengapa Kimpul Cocok untuk Donat?

Penggunaan kimpul dalam donat menawarkan alternatif bagi orang yang ingin bereksperimen dengan bahan pangan lokal. Kimpul tidak harus selalu digunakan sebagai bahan utama dalam makanan tradisional. Umbi ini juga dapat masuk ke dalam resep modern selama karakteristiknya diperhatikan.

Teksturnya yang lembut setelah dimasak dapat membantu memberikan kelembapan pada adonan. Cita rasanya yang tidak terlalu kuat juga membuat rasa kimpul tidak mendominasi donat. Dengan demikian, rasa akhir tetap dapat disesuaikan melalui topping seperti cokelat, gula, keju, atau bahan lainnya.

Penggunaan kimpul juga memperlihatkan bahwa bahan pangan lokal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai makanan kekinian. Resep donat kimpul menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana bahan yang sebelumnya kurang populer dapat hadir dalam bentuk makanan yang lebih familiar bagi banyak orang.

Bagi keluarga, donat kimpul juga dapat menjadi kegiatan memasak yang menarik. Anak-anak dapat dilibatkan dalam proses membentuk adonan dan menghias donat setelah matang. Hasilnya bukan hanya camilan, tetapi juga pengalaman mengenalkan bahan pangan lokal dengan cara yang lebih menyenangkan.

Tanya Jawab Seputar Kimpul

1. Apa itu kimpul?

Kimpul adalah salah satu jenis umbi yang telah lama dikonsumsi di Indonesia, terutama di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Umbi ini dapat dimasak dan diolah menjadi berbagai makanan, baik manis maupun gurih.

2. Apakah kimpul sama dengan talas?

Kimpul dan talas merupakan umbi yang berbeda meskipun sekilas dapat terlihat mirip. Keduanya memiliki karakteristik masing-masing dari segi bentuk, tekstur, dan rasa. Karena itu, kimpul tidak selalu dapat dianggap sebagai nama lain dari talas.

3. Apakah kimpul bisa dibuat menjadi donat?

Bisa. Kimpul yang sudah direbus atau dikukus hingga matang dapat dihaluskan dan dicampurkan ke dalam adonan donat. Tekstur kimpul yang lembut dapat membantu menghasilkan donat yang empuk.

4. Bagaimana cara memasak kimpul agar tidak gatal?

Kimpul sebaiknya dikupas, dicuci, kemudian direbus atau dikukus hingga benar-benar matang. Pemasakan yang cukup penting untuk mendapatkan tekstur yang lembut sekaligus membantu mengurangi rasa gatal yang dapat muncul dari kandungan kristal kalsium oksalat pada beberapa jenis umbi.

5. Apa saja olahan yang bisa dibuat dari kimpul?

Kimpul dapat digunakan dalam berbagai olahan, tergantung kreativitas dan karakter resep. Selain donat, kimpul dapat diolah menjadi camilan, makanan manis, maupun hidangan gurih. Teksturnya yang lembut setelah dimasak dan rasanya yang cenderung netral membuatnya cukup fleksibel untuk dikreasikan.

Â