Lele Sering Mati Mendadak di Kolam Terpal? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Lele sering mati mendadak di kolam terpal? Kenali penyebab dan cara mencegahnya agar ikan tetap terawat.

Diterbitkan 24 September 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya lele di kolam terpal bisa jadi solusi ketika lahan sekitar rumah terbatas. Agar bisa berjalan efektif, ikan dan lingkungan tempat hidupnya tetap perlu diperhatikan. Perubahan pada air, jumlah ikan, pakan, hingga kondisi kolam bisa memengaruhi pertumbuhan lele dan kelangsungan budidaya.

Ketika lele mulai sering mati, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda adanya masalah dalam kolam. Sebelum mati, beberapa ikan terkadang menunjukkan gejala yang bisa diamati, seperti lebih sering berada di permukaan air, kurang merespons pakan, atau bergerak berbeda dari biasanya.

Lantas, apa yang menyebabkan lele mati mendadak di kolam terpal dan bagaimana cara mencegahnya? Simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Kamis (24/9).

1. Oksigen Dalam Air Berkurang

Oksigen yang tersedia di kolam bisa berkurang ketika jumlah lele terlalu banyak dibandingkan dengan kondisi kolam. Keadaan ini juga bisa terjadi ketika banyak sisa pakan dan kotoran berada di dasar kolam sehingga proses penguraiannya menggunakan oksigen.

Lele yang kekurangan oksigen sering terlihat naik ke permukaan dan mengambil udara. Jika keadaan tersebut berlangsung lama, ikan bisa mengalami tekanan dan kemudian mati, terutama pada waktu malam hingga pagi ketika kondisi air berubah.

Tips: Amati permukaan kolam pada malam dan pagi hari. Jika lele sering berkumpul di permukaan, periksa kondisi air dan gunakan aerasi jika tersedia.

2. Sisa Pakan Menumpuk

Pemberian pakan yang melebihi kebutuhan membuat sebagian pakan tidak dimakan. Sisa tersebut kemudian berada di dasar kolam dan bercampur dengan kotoran ikan. Kondisi ini bisa memengaruhi keadaan air.

Kesalahan pemberian pakan sering terjadi karena pembudidaya ingin mempercepat pertumbuhan lele. Padahal, pakan yang tersisa justru bisa menjadi sumber masalah jika terus menumpuk dan tidak segera ditangani.

Tips: Berikan pakan sesuai jumlah yang bisa dihabiskan lele. Perhatikan sisa pakan setelah pemberian agar jumlah berikutnya bisa disesuaikan.

3. Kotoran Ikan Terlalu Banyak

Kotoran lele akan terus bertambah seiring jumlah ikan dan waktu pemeliharaan. Jika tidak diikuti pengelolaan air, kotoran bisa menumpuk dan membuat kondisi kolam berubah.

Air yang dipenuhi sisa kotoran juga bisa membuat lele mengalami tekanan. Karena itu, kematian ikan perlu menjadi tanda untuk memeriksa dasar kolam dan keadaan air, bukan sekadar mengganti pakan.

Tips: Buang kotoran dan endapan secara bertahap. Hindari menguras seluruh kolam sekaligus karena perubahan kondisi air yang mendadak bisa membuat ikan semakin tertekan.

4. Kepadatan Lele Terlalu Tinggi

Jumlah lele dalam kolam terpal perlu disesuaikan dengan ukuran kolam dan kemampuan pengelolaannya. Semakin banyak ikan, semakin banyak pula kebutuhan oksigen serta kotoran yang dihasilkan.

Kepadatan yang tinggi juga membuat ruang gerak ikan berkurang dan air lebih cepat mengalami perubahan. Jika kondisi ini dibiarkan, kematian bisa terjadi pada beberapa ikan dan kemudian menyebar ke ikan lain.

Tips: Jangan menambah benih hanya karena ukuran kolam masih terlihat cukup. Perhitungkan jumlah ikan dengan kemampuan kolam dalam menyediakan air dan oksigen.

5. Perubahan Air Terlalu Cepat

Mengganti air memang menjadi bagian dari pengelolaan kolam, tetapi pergantian dalam jumlah besar secara tiba-tiba bisa membuat lele mengalami perubahan kondisi yang sulit diikuti.

Hal tersebut terutama perlu diperhatikan setelah hujan, ketika air baru masuk dalam jumlah banyak, atau saat pembudidaya langsung menguras kolam karena melihat banyak ikan mati.

Tips: Jika perlu mengganti air, lakukan secara bertahap. Hindari mengubah seluruh kondisi kolam dalam satu waktu kecuali ada penanganan khusus yang memang diperlukan.

6. Suhu Dan pH Air Berubah

Suhu air dapat berubah karena panas matahari, hujan, atau perubahan cuaca. Keadaan tersebut bisa memengaruhi aktivitas lele dan membuat ikan mengalami tekanan ketika perubahan berlangsung dalam waktu singkat.

Kondisi air juga berkaitan dengan pH. Perubahan yang terlalu jauh dari keadaan yang biasa diterima ikan dapat mengganggu pemeliharaan, terutama jika terjadi bersamaan dengan masalah lain di kolam.

Tips: Letakkan kolam pada tempat yang tidak terkena panas matahari sepanjang hari. Perhatikan perubahan air setelah hujan dan hindari memasukkan air baru secara berlebihan.

7. Lele Mengalami Penyakit

Kematian mendadak juga bisa berkaitan dengan penyakit, terutama jika sebelumnya terlihat perubahan pada tubuh atau perilaku lele. Ikan bisa kehilangan nafsu makan, bergerak lambat, mengalami luka, atau berkumpul di bagian tertentu.

Jika tanda tersebut muncul, ikan yang mati sebaiknya segera diangkat dari kolam. Membiarkannya terlalu lama dapat membuat kondisi air semakin terganggu dan menyulitkan pemantauan ikan lainnya.

Tips: Pisahkan ikan yang terlihat sakit jika memungkinkan. Jangan langsung menggunakan obat tanpa mengetahui masalah yang terjadi karena penanganan yang keliru bisa menambah gangguan pada kolam.

Cara Mencegah Lele Mati Mendadak

Pencegahan bisa dimulai dengan mengamati kondisi kolam setiap hari. Perhatikan warna dan bau air, gerakan lele, nafsu makan, jumlah sisa pakan, serta adanya ikan yang mati atau terlihat berbeda dari lainnya.

Kebiasaan mencatat jumlah pakan dan kematian juga membantu menemukan perubahan sejak awal. Dari catatan tersebut, pembudidaya bisa melihat apakah masalah muncul setelah perubahan pakan, pergantian air, hujan, atau penambahan ikan.

Tips: Buat pemeriksaan singkat setiap pagi dan sore. Jika kematian terus bertambah, hentikan tindakan yang berisiko mengubah kondisi kolam secara mendadak dan cari penyebabnya terlebih dahulu.

Pertanyaan Lele Sering Mati Mendadak di Kolam Terpal

Apa penyebab lele mati mendadak di kolam terpal?

Penyebabnya bisa berkaitan dengan kekurangan oksigen, sisa pakan, kotoran yang menumpuk, kepadatan ikan, perubahan air, suhu, pH, atau penyakit.

Kenapa lele mati banyak setelah hujan?

Hujan bisa mengubah kondisi air dalam waktu singkat. Perubahan suhu dan keadaan air dapat membuat lele mengalami tekanan, terutama jika kolam sudah memiliki masalah sebelumnya.

Apakah lele mati karena kekurangan oksigen?

Bisa. Lele yang kekurangan oksigen sering naik ke permukaan dan terlihat mengambil udara. Kondisi tersebut perlu segera diperhatikan.

Berapa kali air kolam lele harus diganti?

Tidak ada satu jadwal yang berlaku untuk semua kolam. Pergantian air perlu disesuaikan dengan kondisi air, jumlah ikan, sisa pakan, dan kotoran yang terkumpul.

Bagaimana cara mencegah lele mati mendadak?

Jaga jumlah ikan sesuai kapasitas kolam, berikan pakan secukupnya, pantau kondisi air, singkirkan ikan mati, dan hindari perubahan air secara tiba-tiba.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6