Wisatawan, Catat Daftar Aksi Mogok Kerja yang Berpotensi Ganggu Penerbangan di Eropa

Aksi mogok kerja diperkirakan akan mengganggu penerbangan di Eropa, terutama selama September, Oktober, dan Desember 2026.

Diterbitkan 24 September 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi mogok kerja di sejumlah bandara Eropa berpotensi mengganggu perjalanan wisatawan sepanjang September hingga Oktober 2026. Para pekerja menyuarakan tuntutan terkait upah, kondisi kerja, dan tunjangan yang dianggap belum layak.

Melansir Time Out, Rabu, 23 September 2026, sejumlah aksi mogok telah berlangsung atau dijadwalkan di berbagai wilayah Eropa. Gangguan serupa sebelumnya memicu keterlambatan hingga pembatalan penerbangan. Perbedaan jadwal dan lokasi aksi membuat dampaknya bergantung pada rute, serta waktu penerbangan wisatawan.

Salah satu aksi yang perlu diperhatikan berlangsung di Bandara Charleroi, Brussel, Belgia. Pengawas lalu lintas udara mulai melakukan mogok kerja pada 16 September dan aksi tersebut berpotensi berlanjut hingga 10 Oktober.

Mereka menghentikan pekerjaan setiap pukul 22.00 hingga 08.00 sebagai bentuk protes terhadap pengelolaan tunjangan bagi pekerja yang menjalani shift malam. Pada 21 September, aksi tersebut membuat 34 penerbangan di Bandara Charleroi dibatalkan, sedangkan 21 penerbangan lainnya dijadwalkan ulang.

Sejak aksi dimulai, sekitar 160 penerbangan telah dibatalkan, lapor The Sun. Penumpang sebaiknya memantau informasi terbaru dari maskapai sebelum berangkat untuk mengetahui kemungkinan perubahan jadwal.

Gangguan penerbangan juga berpotensi terjadi di Portugal. Awak kabin easyJet dilaporkan merencanakan dua kali mogok kerja pada tiga bulan berakhir 2026.

Mogok kerja pertama dijadwalkan berlangsung pada 2–6 Oktober 2026, bertepatan dengan perayaan Hari Republik Portugal pada 5 Oktober. Periode berikutnya berlangsung pada 19–23 Desember 2026, menjelang musim perjalanan Natal yang biasanya lebih ramai.

Penerbangan Berpotensi Terdampak

Rencana mogok tersebut berpotensi mengganggu operasional penerbangan di Lisbon, Porto, dan Faro. Periode mogok kerja pada Oktober diperkirakan menjadi perhatian karena sekitar 500 penerbangan terjadwal berisiko terdampak.

Keputusan untuk melakukan mogok kerja muncul setelah 188 awak kabin easyJet memberikan suara bulat mendukung rencana tersebut. Para pekerja mempersoalkan perubahan jadwal kerja yang dinilai terlalu sering, serta dugaan pelanggaran kesepakatan kerja bersama.

Mereka juga menyoroti perbedaan perlakuan antara pilot dan awak kabin dalam lingkungan kerja. Kekurangan jumlah staf turut menjadi keluhan. Kondisi tersebut disebut membuat awak kabin menghadapi tekanan untuk bekerja lembur.

Ketika mogok kerja menyebabkan penerbangan ditunda atau dibatalkan, maskapai biasanya memiliki kewajiban untuk membantu penumpang, termasuk memberikan kompensasi dalam kondisi tertentu.

Hak Penumpang Saat Penerbangan Terganggu

Bentuk bantuan yang diterima penumpang dapat berbeda, tergantung penyebab gangguan dan kebijakan maskapai yang berlaku. Ketentuan juga bisa berbeda ketika mogok kerja melibatkan pekerja bandara atau petugas bagasi dibandingkan dengan karyawan maskapai itu sendiri.

Perlindungan asuransi perjalanan juga dapat membantu menanggung sejumlah biaya ketika rencana perjalanan mengalami gangguan. Informasi mengenai kompensasi, penggantian biaya, dan cakupan perlindungan perlu diperiksa melalui situs resmi maskapai, serta perusahaan asuransi sebelum keberangkatan.

Rencana mogok kerja tidak selalu berakhir dengan pelaksanaan. Serikat pekerja dan perusahaan masih dapat mencapai kesepakatan sebelum jadwal yang telah ditetapkan. Penumpang sebaiknya memantau perkembangan terbaru karena keberadaan jadwal mogok belum tentu berarti penerbangan akan dibatalkan.

Mengecek Potensi Gangguan

Calon penumpang sebaiknya mengecek potensi gangguan sebelum membeli tiket. Selain memperhatikan jadwal mogok pekerja maskapai, periksa pula periode mogok di bandara keberangkatan dan tujuan, terutama jika perjalanan melibatkan beberapa penerbangan.

Informasi terbaru dari maskapai dapat membantu penumpang mengetahui perubahan pada penerbangan yang sudah dipesan. Langkah tersebut juga memberi waktu untuk menyesuaikan jadwal, transportasi lanjutan, atau rencana perjalanan jika terjadi gangguan.